Debaran Ini Selamanya

Debaran Ini Selamanya
Keluarga yang Sangat Buruk


__ADS_3

Sepulangnya Adi dari rumahnya. Emi lalu memeriksa keadaan suaminya. Dia tidak mau bila sampai suaminya nanti bangun karena mendengar suara Adi yang keras tadi.


" Huuufftt untung Bagas tidak terbangun. Aku sangat kesal dengan Adi tadi. Bila tidak memikirkan Bagas yang sedang istirahat, sudah aku benatak dia tadi. "


Untuk menenangkan emosinya, Emi pergi ke halaman belakanh rumahnya. Dia ingin menenangkan diri dulu dari emosinya saat ini.


" Apa lagi yang mereka mau dari kami? apakah tidak cukup selama ini penderitaan yang mereka berikan pada kami? selama ini aku dan Bagas selalu mengalah dengan mereka. Aku dan Bagas selalu menghindari keributan. Tapi semakin aku biarkan, mereka semakin berani. Dan bahkan mereka dengan tidak tau malunya ingin meminta lebih lagi saat ini. "


Emi tidak mengerti lagi dengan jalan pikiran keluarga itu. Terutama ibu dari Bagas. Kenapa bisa sampai melakukan hal ini pada anaknya. Karena setau Emi, sejak Emi kenal dengan Bagas, Ibu Bagas selalu bertindak sesuka hatinya pada Bagas.


Semua yang di lakukan Bagas selalu di atur oleh Ibu Ayu. Seolah Bagas sebagai boneka untuk ibu Ayu. Dan selama ini, Bagas bersekolah sambil berkerja. Dia tidak pernah meminta biaya kepada ibunya sejak ibunya berpisah dengan ayah kandunganya.


Bagas selalu berusaha memenuhi kebutuhan ibunya sejak saat itu. Tapi ibu Ayu seolah memanfaatkan apa yang Bagas lakukan untuk dirinya.


Semua itu di ceritakan Bagas pada Emi. Dan hal itu membuat Emi semakin yakin untuk hidup bersama Bagas selamanya. Dengan ibunya saja, Bagas sudah bertanggung jawab begitu. Apalagi dengan pasangannya. Itu yang Emi pikirkan.


Jadi Emi memantapkan hatinya untuk bersama dengan Bagas saat itu. Ternyata cinta mereka semakin besar seiring bejalannya waktu.


Sampai Bagas ingin lebih serius lagi berhubungan dengan Emi. Jadi, Bagas mulai menyisihkan uangnya untuk biaya nanti mereka hidup bersama. Dan hal itu jelas mengurangi jatah yang di berikan Bagas pada ibunya.

__ADS_1


Sedangkan ibu Ayu saat itu sudah menikah dengan Ayah dari Adi. Tetapi masih saja ingin anaknya memberikan dia uang untuk kebutuhannya. Ibu Ayu seperti sudah terlalu menikamti kehidupan tenang yang di berikan oleh anaknya. Hingga dia lupa diri dan lupa peran yang sebenarnya sebagai seorang ibu.


Seharusnya Ibu Ayu yang membiayai anaknya. Tapi ini malah sebaliknya. Bagas yang memang anak yang pintar, dia memperoleh beasiswa penuh dari sekolahkannya. Hingga kuliah pun dia di tanggung pemerintah. Jadi Ibu Ayu semakin tidak memperdulikan Bagas.


Semua kenangan tentang masa lalu Bagas yang di ceritakanya pada Emi dulu, semua itu berputar di kepala Emi saat ini.


" Apakah kurang apa yang kalian perbuat dari dulu pada Bagas? kenapa ini terulang sampai sekarang? Manakah kasih sayang seorang ibu itu? Kenapa selalu melakukan ini pada Bagas. Seandainya saat ini Bagas tidaklah sakit. Mungkin aku tidak akan terlalu keras pada Adi."


Emi masih saja berdiam diri di halaman belakang rumahnya. Dia masih terus mengungat bagaimana dia merasa kecewa dengan keluarga suaminya itu. Kecewa karena tidak mau peduli dengan keadaan Bagas yang berjuang hidup dan mati.


Malah dengan mudah ibu Bagas melepas segala tanggung jawabnya kepada Emi. Yang status Emi adalah istri Bagas. Dari sejak itu, tidak ada rasa hormat lagi di hati Emi pada mertuanya tersebut. Dan dia berjanji akan selalu melindungi suaminya saat ini.


" Bu... walaupun engkau adalah ibu kandung suami ku... Bila kau mengusik suamiku lagi atau ingin memanfaat kan dia lagi. Aku sungguh tidak akan segan segan kepada ibu. Aku akan menjaga dan melindungi Bagas selamanya. Karena dalam pernikahan kami, kami sudah berjanji akan salaing menjaga, melindungi dan saling mencintai baik suka maupun duka. "


Merasa sudah cukup tenang, dan dia juga sudah cukup lama ada di tempat itu. Emi lalu kembali melihat keadaan suaminya. Dia harus memastikan bagaimana keadaan suaminya saat ini.


" Loh... sayang sudah bangun... "


Saat sampai di kamar, Emi melihat Bagas sudah membuka matanya. Lalu Emi mengmpiri dan mencium kening Bagas.

__ADS_1


Karen merasa sudah cukup lama dia tidak memeriksa pampers dan kebersihan Bagas, Akhirnya dengan telaten Emi mengecek semuanya.


Emi benar benar merawat Bagas dengan teliti dan penuh kasih sayang. Setiap apa yang Emi lakukan pada Bagas, Bagas tidak ada henti hentinya mengucap syukur di dalam hatinya. Dia bersyukur karena telah di pertemukan dengn seoranv wanita yang begitu baik dan menerima dirinya apa adanya.


Bahkan di saat dia tidak bisa melakuka apapun, Emi masih merawat dia dengan baik dan penuh kasih sayang.


" Bila bisa meminta, aku akan meminta kita di pertemukan dan berjodoh lagi di kehidupan berikutnya. Aku merasa sangat beruntung mendapatkan wanita seperti kamu dalam hidupku. Kamu tetap setia di samping aku walau aku dalam keadaan begini. Kamu bahkan tidak meninggalkan aku saat aku terpuruk dan hancur. "


Bagas terus memperhatikan apa yang Emi lakukan saat ini. Emi sedang menggantikan pampers Bagas dan membersihkan badan Bagas. Ini adalah pemandangan yang sangat indah untuk Bagas saat ini.


" Kenapa menatap aku begitu? Tidak pernah melihat wanita cantik seperti aku ya? "


Pekataan Emi yang seperti itu, sudah biasa dia dengar dari dulu. Bila biasanya Bagas akan selalu menjawab dengan gombalannya pada Emi. Sekarang dia hanya berusaha tersenyum sambil menatapnya.


"Ahhh aku tau, kamu memang mau bilang kalau kamu sedang memandang bidadari kan? aku sudah tau yank.. gombalan kamu sudah terlalu sering aku dengar. "


Sambil tertawa Emi mengatakan hal itu pada Bagas. Tidak pernah Emi memperlakukan Bagas seperti orang sakit. Emi selalu berusaha menunjukan tidak ada yang berubah di antara mereka saat ini. Walaupun Bagas sakit atau tidak, perlakuan Emi akan tetap sama kepada Bagas.


" Aku mohon saat seperti ini, jangan cepat belalu. Aku ingin menghentikan waktu bila aku bisa. Aku ingin selalu bersama kamu dan menikmati waktu kita bersama. Melihat senyummu, membuat aku merasa hidup yang akan kita lalui akan lebih mudah. Kau penyemangat ku... Aku akan berjuang untuk sakit ini dan akan berusaha agar nanti bisa bersama kamu lebih lama. "

__ADS_1


Bagas hanya bisa berjanji di dalam hatinya saja. Bagaimana pun Bagas sudah mengetahui bila dirinya hanya tinggal menunggu waktu saja. Semua pengobatan hanya untuk menunda waktunta saja. Tapi itu tidak jadi masalah untuk Bagas. Selama Emi selalu di sampingnya, dia akan tetap berjuang untuk hidupnya.


__ADS_2