Debaran Ini Selamanya

Debaran Ini Selamanya
Kedatangan Suadara Ipar


__ADS_3

Semua kemajuan Bagas di ceritakan dengan detail oleh Emi kepada dokter yang menangani Bagas. Dia menceritakan segalanya dengan sangat gembira dan hati yang bahagia.


Sehingga yang mendengar hal itu juga merasa sangat bahagia dengan perkembaangan Bagas. Ucapan rasa syukur di ucapkan oleh dokter yang di hubungi Emi. Seolah, dia juga ikut menantikan perkembangan Bagas.


" Mi... saya rasa, Bila perkembangan Bagas semakin baik, di kontrol berikutnya kita akan coba lepas selang makannya. Kamu ajari dia di rumah untuk menggerakan rahangnya ya... Boleh juga ajari dia minum sedikit sedikit. "


" Baiklah... aku akan mengajari dia semua itu. Sepertinya pulang ke rumah membuat dia tambah semangat dalam perjuangannya. "


" Memang tempat yang paling nyaman, itu bisa membantu kesembuhan pasien lebih cepat. "


" Hemm... aku tau itu... dan maksi karena sudah selalu mendukung Bagas. "


Obrolan sudah di akhiri dan sekarang Emi ingin membuatkan Bagas susu. Bagas harus makan dan minum obat tepat waktu.


Saat membuat susu untuk Bagas, Emi memikirkan cara agar Bagas mau berlatih tanpa dia tau kalau dia sedang latihan. Emi ingin melatih Bagas perlahan tetapi tidak mau membenani Bagas.


" Apa yang harus aku lakukan ya? "


Masih sibuk dengan pikirannya, Emi di kagetkan dengan panggilan telpon dari saudara iparnya.


" Tumben. Ada apa ya.. "


Sebelum mengangkat telpon itu, Emi sudah mulai curiga dengan adik iparnya. Karena dia tidak biasanya menghungi dirinya begini.


" Halo... "


" Halo kak, apa kakak Bagas, masih di rumah sakit?"


" Tidak kami baru sampai rumah. Ada apa Di? "


Adi nama adik ipar dari Emi. Dia adalah saudara tiri dari Bagas. Biasanya dia tidak akan peduli dengan Bagas. Tapi kali ini tumben dia menghubungi dan menanyakan Bagas.

__ADS_1


" Aku akan kerumah kakak ya.. Aku ingin main saja kesana dan melihat keadaan Kak Bagas. "


Walaupun curiga, Emi tetap bersikap baik dengan adik iparnya. Dia tidak mungkin melarang Adi untuk bertemu dengan kakaknya.


" Datang saja Di.. "


" Baiklah. "


Setelah telpon di putus, Emi langsung melamun. Dia tidak mau bila nanti Adi membuat masalah di rumahnya dan membuat Bagas tambah kepikiran dan akhirnya kondisinya semakin memburuk.


" Bagaimana caranya agar dia tidak melihat Bagas ya... aku tidak mau jug Bagas mengetahui Adi datang kerumah ini. Jangan sampai dia membuat onar di rumah dan mempengaruhi Bagas. "


Setelah Emi mengingat kalau obat yang di konsumsi Bagas itu membuat efek mengantuk, Emi lalu membatalkan niatnya untuk melatih Bagas dulu. Nanti saat Adi sudah pulang, baru akan melatih Bagas.


" Sudah lah.. biar Bagas tidur saja dulu. Aku tidak mau mengambil resiko untuk kesehatan Bagas. Apapun nanti yang terjadi, aku akan hadapi sendiri.


Emi lalu kemabli ke kakamar dan meberikan Bagas minum susu dan obatnya. Dengan sayang Emi mengelus lembut kepala Bagas. Seolah dia sedang menidurkan bayi besarnya.


Karen elusan lembut Emi, sedikit demi sedikit mata Bagas mulai tertutup. Dan Bagas tertidur dengan tenang.


" Maaf bila aku banyak menyembunyikan rahasia dari kamu sekarang. Tapi ini semua demi diri kamu juga. Aku tidak ingin kesehatan kamu menurun lagi. Cukup aku merasakan kehawatiran yang besar saat di rumah sakit waktu ini. "


Setelah mengatakan hal itu, Emi mencium kening Bagas dan beranjak keluar kamar. Saat di laur, Emi mulai membereskan barang barang yang dia bawa dari rumah sakit sebelumnya dan merapikannya.


Tak berselang berapa lama, pintu rumahnya ada yang mengetuk. Dan sudah dapat Emi temabk itu adalah Adi adiknya Bagas.


" Hai kak.. "


" Iya.. masuk Di.. "


Mereka akhirnya duduk di ruang tamu. Dan Adi seperti mencari sesuatu saat dia sudah duduk disana.

__ADS_1


" Kamu mencari apa Di? "


" Ahhh tidak kak, aku hanya ingin tau dimana kakak Bagas. "


" Dia sedang beristitahat di dalam kamar. Ada apa ya kamu tiba tiba ingi datang ke rumah ini? "


Karena melihat gelagat mencurigakan dari Adi, membuat Emi menjadi semakin waspada. Dia takut bila Adi nanti berbuat yang aneh aneh pada dirinya.


" Hanya ingin melihat Kakak Bagas saja. Kenpa sih kak, kakak kayak curiga sekali sama aku. "


" Ooohhh begitu, maaf Di. Tapi kedatangan kamu yang tiba tiba dan ini jarang terjadi membaut aku penasaran. Sebenarnya ada apa? "


Adi tau dia akan terus di tanyai begini oleh Emi. Jadi dia langsung saja berterus terang. Dia juga tidak mungkin berlama lama ada di rumah kakaknya.


" Aku datang untuk meminta SK kakak Bagas. Ibu perlu uang untuk biaya membangun rumah. Jadi bawa sini SK kak Bagas. "


Dengan tidak tau malunya Adi mengatakan hal itu. Dia bahkan tidak ada menengok Bagas saat di rumah sakit. Tapi sekarang berani meminta sesuatu yang tidak boleh dia minta.


" Di... SK kak Bagas ada di Bank.. Bila kamu mau, kamu bisa tebus di bank. SK itu sudah kakak carikan uang untuk pengobatan Bagas. Bila ibu memang perlu uang, bisa usahakan sendiri. Kakak tidak bisa membantu."


" Kenapa kamu berani beraninya menggunakan SK kakak aku untuk meminjam uang ha? Sekarang mana uangnya? Rumah sakit semua gratis kan.. Sini bawa uangnya itu. "


Emosi Emi sudah tidak bisa terbendung lagi. Adik iparnya ini memang sangat kurang ajar. Maka dari itu Emi dari awal sudah merasakan perasaan yang tidak nyaman.


" ADI... dengar ya.. saya menggunakan SK Bagas untuk meminjam uang itu karena memang untuk pengobatannya. Itu bukan untuk foya foya. Asal kamu tau, berapa banyak yang orang tua kamu berikan untuk pengobatan anaknya? tidak ada. Tidak sepeserpun orang tua kamu memberika Bagas uang untuk berobat. Apa kamu pikir semua pengobatan Bagas geratis? ada banyak hal yang tidak di tanggung di pengobatan itu. Jangan datang membuat masalah saja kamu. Aku tidak terima dengan sikap kurang ajar kamu ini. "


Adi cukup kaget dengan apa yang Emi katakan. Dia tidak menyangka wanita yang biasanya hanya diam dan menurut dengan keluarganya akan berkata demikian.


Biasanya apa yang mereka minta akan selalu di berikan oleh Emi dan Bagas. Bahkan tidak pernah perhitungan sama sekali.


" Waahhh Wahhh ternyata begini sifat asli kamu kakak ipar. Sungguh sangat kasar dan tidak baik. Apa kak Bagas tau akan sikap istrinya ini? waaahhh kau menunjukan diri kamu yang asli saat ini. Wanita yang kasar. Dan tidak menghargai keluarga suaminya. Kau hanya akan peduli pada keluarga mu saja."

__ADS_1


Perkataan Adi sangat melukai hati Emi. Kurang apalagi coba Emi saat ini. Emi terus berusaha agar menerima segala tindakan buruk mereka selama ini. Tapi kali ini dia sudah tidak sanggup lagi. Jadi dia melawan.


__ADS_2