Debaran Ini Selamanya

Debaran Ini Selamanya
Menunggu


__ADS_3

Selesai dengan segala pemeriksaanya, Bagas dan Emu di suruh menunggu di rumah sakit dulu untuk mengetahui hasil dari pemeriksaanya.


" Yank... karna kita harus menunggu hasilnya di rumah sakit ini. Bagaimana bila kita ke Kantin dulu dan kamu makan dulu. Supaya kamu bisa meminum obat setelahnya. "


" Apakah akan lama menunggu hasilnya? "


Emi tau kalau Bagas sangat tidak betah berada di rumah sakit. Apalagi dengan suasana yang begitu ramai.


" Kita tunggu saja dulu ya... Semua pemeriksaan sudah kita lakukan. Lagian ini untuk mengetahui bagaimana perkembangan kamu keseluruhannya. Bila memang memungkinkan, kamu akan segera di kemo. "


Emi berkata demikian sambil terus menuntun Bagas berjalan menuju kantin. Mereka harus mengisi perutnya dulu sebelum hari semakin siang dan Bagas nanti bisa kesakitan lagi.


" Apa kalau aku mengikuti kemoterapi penyakit aku akan menghilang? "


" Kemp bertujuan untuk membunuh sel jaringan yang masih berada di dalam tubuh kita yang tidak bisa di angkat waktu oprasi. Kamu tenang saja. Aku selalu akan ada di sebelah kamu dengan mendukung kamu penuh. Aku ingin kita bersama dalam waktu yang lama Yank.... "


Apa yang di inginkan Emi juga di inginkan oleh Bagas. Hanya saja keraguan menghampiri hatinya saat mengingat ingat bagaimana orang yang menjalani kemo itu. Dia tidak siap bila nanti harus botak dan lemah tak berdaya lagi.


Emi tau kehawatiran Bagas. Tapi dia tidak mengatakan apapun. Dan hanya berjalan sambil mengelus tangan Bagas.


Emi tidak bisa menjanjikan sesuatu yang mustahil untuk Bagas.Maka dari itu dia hanya menjawab sewajarnya saja tentang pertanyaan Bagas. Lagipula dia juga sedang cemas dengan hasil pemeriksaan Bagas kali ini.

__ADS_1


Karena dia masih mengingat apa pembicaraan dokter bedah dulu waktu di ruangan Jemmy.


" Aku berharap semoga semua bisa membaik lagi dan kami bisa kembali seperti dahulu lagi. Aku sangat yakin akan keajaiban Tuhan. Beliau tidak akan mengabaikan umatnya dan akan selalu membantu yang mau berusaha dan berjuang. Kali ini aku akan buktikan keajaiban itu nyata. "


Emi meneguhkan hatinya dengan berkata begitu di dalam hatinya. Walaupun dia sudah sadar kalau keajaiban sudah dia dapatkan dengan Bagas yang sudah bisa bergerak seperti saat ini.


Sebelumnya dia bahkan sudah hampir menyerah dan berpikir untuk menerima saja takdirnya yang melihat suaminya tak berdaya di dalam kamar sendirian.


Tapi keajaiban itu muncul dan Bagas sekarang sudah bisa bergerak begini. Emi sangat bersyukur akan hal itu. Tapi keinginan manusia tidak pernah ada habisnya. Di berikan hal begitu oleh Tuhannya. Dia malah meminta lebih lagi. Dan kali ini kesembuhan untuk Bagas yang dia minta.


Sedangkan Emi bersembunyi di balik kata *Hanya ingin yang terbaik untuk suamiku dan kebahagiaanya. * Emi hanya tidak mau mengakui saja bila dia yang belum siap untuk kehilangan dan egonya yang menyuruh dia melakukan berbagai cara untuk menyelamatkan Bagas.


Jemmy melihat Emi dan Bagas sedang dalam perjalanan ke kantin rymah sakit hanya menggelengkan kepalanya. Dia tidak ada menghampiri Emi dan Bagas. Dia malah berusaha menghindar untuk kali ini.


Jemmy memang masih peduli pada temannya. Hanya saja dia tidak tega melihat pe deritaan Bagas nanti bila dia merasakan sudah berjuang tapi tidak membuahkan hasil.


Jemmy hampir lupa akan dirinya yang bukan Tuhan karena dia menyuruh Emi sebelumnya untuk menyerah kepada Bagas. Tapi ternyata keajaibam itu datang pada Bagas dan saat ini Jemmy berusaha untuk menjauh sedikit dari masalah keluarga Emi.


Dia tidak mau melibatkan hubungan personal dengan profesionalnya lagi. Jadi menghindar lebih baik.


" Aku berharap kamu bisa menghadapi segalanya dengan tegar nanti Mi... bagaimana pun keadaanya berjuanglag demi pria yang kamu cintai. Aku salut dan bangga akan cinta kalian berdua. Tapi bila hanya saling menyakiti itu rasanya bukan cinta lagi tapi ambisi. Semoga nanti kamu bisa cepat sadar akan hal itu. "

__ADS_1


Jemmy mengetahui semua kabar Emi akhir akhir ini dari teman kerjanya Emi. Mereka mengatakan Emi sangat memaksakan dirinya dalam berkerja dan mencari biaya untuk pengobatan Bagas.


Dia bahkan tidak mau meminta bantuan dari orang tuanya untuk mengobati Bagas. Orang tua Bagas saja sudah tidak peduli padanya. Tapi cinta Emi membuat dia harus berjuang lebih keras lagi untuk menyembuhkan Bagas.


Sedangkan Bagas terlihat semakin tidak mau terbuka kepad Emi. Hubungan mereka memang bila di perhatikan secara sepintas akan terlihat saling mendukung dan menguatkan. Bahkan berjuang bersama.


Tetapi bila di lihat lebih dekat lagi, mereka hanya memasang topeng baik baik saja di hadapa pasangan mereka masing masing.


Baik Bagas atau Emi tidak saling jujur dengan keadaan mereka masing masing. Bagas hanya ingin menenangkan Emi dengan berkata dia baik baik saja. Dan Emu juga melakuka hal itu. Dia tidak mau membebani Bagas lebih banyak lagi. Dan menanggung segalanya sendiri.


Sesampainya di kantin. Mereka akhirnya makan dengan lahap dan saling menyuapi. Tapi dari tatapan mata keduanya, Emi dan Bagas sama sama ingin menikmati waktu ini sebaik mungkin. Karena waktu sebenatr saja sangat berarti untuk mereka.


Emi yang merasa tidak bisa menahan tangisannya, dia meminta ijin ketoilet kepada Bagas sebentar.


" Yank... aku ketoilet sebentar ya.. aku ingin buang air kecil. "


Bagas hanya tersenyum dan mengelus kepala Emi. Dia juga sedang menahan tangisnya saat ini. Maka dari itu dia tidak bisa untuk berbicara.


Emi lalu pergi dengan tergesa gesa dengan membawa air matanya kedalam toilet. Dia tidak mau ada yang melihat dirinya menangis di perjalanan menuju toilet.


" Bagas... aku tidak tau apa yang akan terjadi kedepannya. Tapi di saat aku menikmati waktu bersama kamu begini, aku selalu di hantui oleh rasa kehilangan itu. Mengingat bagaimana dulu kamu berada di ICU berjuang hidup disana. Aku merasa tidak sanggup bila menghadapi situasi begitu lagi. Aku belum siap. Perkataan dokter itu juga membuat aku semakin berpikir yang aneh aneh. Aku harap hasil kali ini semua baik dan kita bisa melakukan apa yang kita inginkan kedepannya."

__ADS_1


Emu terus menumpahkan air matanya di dalam bilik toilet. Dan dia juga menutup bibirnya agar isakanya tidak terdengar keluar.


Bagas dia menatap kosong kearah depan setelah kepergian Emi. Dia sebenarnya sudah beberapa kali bermimpi buruk dan dia belum mengatakan apa apa pada Emi selma ini. Semua mimpi itu memang di bilang bunga tidur. Tapi bagi Bagas, itu sebuah pertanda untuk dirinya. Karna dirinya berulang kali memimpikan hal yang sama. Dan selalu meminta waktu di dalam mimpi itu.


__ADS_2