Debaran Ini Selamanya

Debaran Ini Selamanya
Aku Akan Melindungi Mu


__ADS_3

Hari berlalu semenjak Emi menangis terisak di depan Bagas, sejak saat itu Bagas selalu menunjukan perhatian kecil pada Emi. Dia ingin memberikan kenangan indah untuk Emi.


Tapi karena kepekaan wanita, Emi tau suaminya sedang tidak baik baik saja. Dia ingin mengajak Bagas jalan jalan di luar tapi Bagas tidak pernah mau untuk di ajak keluar.


Perkembangan cukup baik di alami Bagas selama peroses terapi. Banyak hal yang betkembang. Dari cara bicara yang mulai lancar dan berjalan sudah bisa pelan pelan. Semua hal itu membuat ada harapan kecil di hati Bagas untuk kembali sehat lagi dan bisa bersama Emi selamanya.


Tapi dia masih belum percaya diri dengan kondisinya saat ini. Tubuh yang dulunya kekar dan agak berisi, sekarang kurus dan terlihat lemah. Jai Bagas malu untuk bertemu dengan orang lain. Rasa cemburu di hatinya juga semakin besar.


Karena ketidak mampuan dirinya seperti dulu, membuat Bagas lebih sering cemburu pada Emi. Emi sebenarnya tidak masalah dengan semua kecemburuan Bagas. Hanya saja, kadang hal itu tidak wajar.


Saat Emi ingin berbicara dengan dokter terapi Bagas, Bagas langsung menunjukan wajah tidak sukanya. Bahkan Bagas lebih sering mendiami Emi bila itu terjadi. Dia seperti menghadapi anak kecil saat ini.


" Yank... mau makan dulu? "


Bagas yang masih mogok bicara dengan Emi membuat dia terus diam. Itu karena Emi mengatakan kalau dia akan lanjut berkerja lagi. Dia tidak bisa meninggalkan pekerjaanya terlalu lama. Jadi Dia ingin kembali berkerja untuk mendapatkan pemasukan.


Bagas salah paham dan berpikir Emi hanya sudah malas dan lelah menemani dia. Padahal bila di pikirkan lagi, mereka tidak punya pemasukan apapun. Jadi bagaimana bisa bertahan hidup kalau terus begitu.


" Sayang... apa kamu masih marah karena aku ingin berkerja? "


Bagas diam tapi Emi melanjutkan penjelasannya walaupun dia seperti bicara sendiri.


" Aku ingin kembali berkerja, karena kita tidak ada pemasukan apapun. Bagaimana nanti kedepannya bila tidak berkerja? Jadi aku ingin berkerja. Aku mau tetap mempertahankan pekerjaan aku itu yank.. apa aku boleh? "

__ADS_1


Bagas sadar dengan keegoisan dirinya tidak akan bisa dia mendapatkan apapun. Selain itu perkataan Emi seolah membuat dirinya sadar kalau yang saat ini bisa membiayai kebutuhan mereka hanya Emi.


Jadi Bagas tidak seharusnya bertindak seperti sekarang ini. Bagas harus lebih paham dengan apa yang di alami saat ini. Dan membiarkan Emi kembali berkerja untuk nanti membiayai kebutuhan mereka. Dan biaya pengobatan juga tidak sedikit. Jadi itu juga memaksa Bagas agar menerimanya.


" Sayang... jangan kaawatirkan apapun. Aku tidak akan meninggalkan diri mu apapun yang terjadi. Kita sudah banyak melewati suka dan duka bersama. Mana mungkin aku akan meninggalkan kamu saat ini. Bila memang aku akan meninggalkan kamu, kenapa baru sekarang? disaat kamu sudah mulai bisa seperti ini. Kenapa tidak dari dulu saat kamu tidak bisa apa apa dan tidak berdaya. Tolong coba pahami ini yank.. "


Semua yang Emi katakan membuat Bagas menangis sedih. Dia sudah sangat keterlaluan selama ini bersikap kepada Emi. Semua karena sikap cemburu dirinya pada Emi yang berlebihan. Selain itu, Bagas juga tidak percaya diri melihat penampilan dia sekarang.


Sedangkan Emi, dia sangat cantik dan sehat. Jadi kecemburuan itu merusak pikiran dirinya. Dia semakin berpikiran buruk saat mendengarkan omongan orang orang tentang dirinya dan Emi.


Banyak yang mengomentari mereka dengan mengatakan Emi seharusnya mencari suami yang bisa menjaga dirinya dan melindunginya dengan baik. Dan tidak perlu bersusah payah mengurus Bagas yang penyakitan.


Bagas menjadi semakin tidak percaya diri setelah mendengar perkataan yang seperti itu. Dia sebelumnya sudah berharap mati dan dia putus asa. Tapi kali ini kata otu tidak ada lagi. Tapi di gantikan oleh kemarahan yang besar dengan keadaanya.


" Maaf. "


Emi sadar kalau suaminya menyesal. Dan perkataan dia mungkin sudah menyinggung suaminya. Tapi dia membiarkan hal itu dan lebih memilih untuk memberikan Bagas waktu untuk berpikir dengan tenang dulu.


Sejujurnya, hutang yang Emi tanggung tidaklah sedikit. Jadi di saat suaminya lebih baik seperti sekarang, Emi harus memulai semuanya kembali.


" Yank... seperti yang kamu ketahui, sebelum kamu sakit kita sudah punya hutang. Jadi itu yang menuntut aku saat ini untuk berkerja lebih keras lagi. Jadi aku harap kamu paham ya yank.."


" Aku sudah banyak merepotkan kamu. Maafkan aku yank.. Aku merasa tidak percaya diri saat besanding dengan kamu saat ini. Aku takut dengan penilaian orang mengenai kita. Semua perkataan mereka menyakiti aku. Jadi itu yang membuat masalah besar di kita saat ini."

__ADS_1


Emi mendengarkan penjelasan Bagas dan menghela napas lelah. Dia juga tau akan hal itu. Di paham bagaimana perasaan Bagas saat mendengar semua hinaan dengan kondisi dia yang seperti sekarang ini.


Tapi mau bagaimana lagi, memang begitu orang saat ini. Dia tidak bisa melakukan apapun untuk menutup bibir orang yang mencemooh mereka. Emi hanya punya dua tangan yang bisa di pakai untuk menutup telinganya.


Tapi sayang dia tidak mengatakn hal itu pada Bagas. Hingga Bagas merasa buruk akan hal itu.


" Sayang.. dengar ya... kita tidak bisa menghentikan apa yang mereka bicarakan soal kita. Tapi kita bisa menutup telinga kita agar tidak mendengar apa yang mereka katakan. Kamu percaya aku. Kita yang menjalani bukan mereka. Jadi kamu hanya perlu percaya dengan aku saja. Paham yank? "


Semua permasalahan mereka ingin Emi selesaikan sebelum dia nantinya berkerja kembali dan meninggalkan Bagas.


" Yank, aku rasa kita sebaiknya menyuruh Sekar tinggal di rumah ini bersama kita. Bagaimana menurut kamu? "


" Kenapa harus? "


" Biar kita tidak berdua saja di rumah. Dan bila aku berkerja, kamu tidak kesepian. Bukan maksud aku mengatakan aku tidak bisa mengurus kamu lagi. Aku akan mengurus kamu seperti biasa. Dan semua kebutuhan kamu aku yang akan memenuhi. Hanya saja, Sekar aku suruh tinggal untuk menemani kamu. Dan kamu tidak sendirian."


" Aku tidak keberatan sendirian. "


Emi tidak bisa membiarkan hal itu terjadi karena dia takut Bagas akan berbuat yang tidak tidak saat sendirian. Tekanan dan rasa tidak percaya Bagas bisa mendorong dirinya berbuat nekad saat ini.


Jadi Emi berdebat dengan Bagas sampai Bagas nanti menyetujui apa yang dia mau.


" Lakukan apapun itu kemauan kamu. Aku sudah tidak bisa mengubah apapun lagi bukan. Aku hanya punya kamu jadi hanya kamu yang bisa aku turuti sekarang. "

__ADS_1


__ADS_2