Debaran Ini Selamanya

Debaran Ini Selamanya
Kenapa Kau Memaksa ku


__ADS_3

Hubungan Emi dan Bagas semakin hari semakin memburuk karena emosi Bagas yang tidak setabil dan tekanan yang Emi alami.


Kadang demi bisa bernapas tenang, Emi sengaja pergi keluar rumah denga bilang membeli barang di warung agar dia bisa meninggalkan Bagas sebentar. Dan yang mengurus Bagas adalah Sekar saat itu.


Tapi memang Bagas yang tidak pernah mau menanggapi orang lain, dia tidak bisa berjauhan dari Emi dalam waktu yang lama. Itu juga yang membuat Emi tidak bisa berkerja lagi dan pihak rumah sakit memutuskan dia di istrirahatkan dulu.


Emi bisa kembali lagi nanti berkerja bila maslahnya sudah selesai.Tapi bila belum, dia tidak berkerja dan tidak di gaji lagi. Berbeda dengan sebelumnya yang Emi masih di gaji walau sudah lama tidak berkerja. Itu di hitung cuti dulu oleh rumah sakti.


Tapi saat ini kebijalan sudah berubah. Karena terlalu lama Emi libur dan membebani temannya yang lain. Jadi pihak rumah sakit mengambil keputusan ini.


Sejujurnya Emi merasa keberatan. Karena dia akan mulai kekurangan pemasukan untuk biaya hidupnya. Tapi mau bagaimana lagi. Dia harus menerima semua yang sudah di putuskan oleh atasannya. Dia juga sadar dia sudah banyak merepotkan mereka selama ini.


" Emi... komo kedua akan di lakukan sekutar 2 minggu lagi. Apa kondisi suami kamu sudah lebih baik? Sudah kamu berikan susu dan obat yang di resepkan? "


Saat ini Emi sedang berada di ruangan Dokter spesialis yang menangani Bagas. Dia ingin menanyakan mengenai perubahan siakap Bagas selama ini.


Dia merasa sangat berat untuk merawat Bagas yang sekarang dari pada yang dulu. Dulu Bagas masih terlihat sayang pada dia dan masih memperhatikan dirinya. Tapi saat ini dia lebih sering di bentak bahkan di diami oleh Bagas karena masalah sepele.


" Semua sudah saya lakukan dok. Hanya saja. kenapa terjadi perubahan suasana hati kepada Bagas akhir akhir ini ya dok? "


" Apa dia tambah cepat marah dan bertindak kekanak kanakan? "

__ADS_1


" Untuk cepat marah iya dok... dia cepat marah. Tapi untuk bertingkah kekanak kanakan itu tidak terlalu. "


* Kau tau Emi... saat kau bisa berjalan dan tiba tiba lumpuh tidak bisa melakukan apapun. Saat itu kau akan selalu meminta kematian pada Tuhan. Saya yakin Bagas juga seperti itu dulu. Setelah itu dia di berikan kesempatan untuk kembali bisa berjalan dan berkativitas walau tidak sepenuhnya kembali normal. Bagaimana perasaanya? Dia pasti bersyukur sekali akan hal itu. "


Emi terus mendengarkan semua perkataan dokter itu dan memikirkannya lagi. Semua yang di katakan oleh dokter itu memang semua benar. Itu pernah di alami oleh Bagas selama ini.


" Sekaranv tiba tiba dia melakukan pengobatan lagi dan kembali tidak bisa melakukan apapun. Apa yang dia rasakan? Hancur terluka dan menyesal telah mengambil keputusan untuk berobat. Siapa yang menyuruhnya berobat, dia juga berpikir karena orang yang mendorong dia berobat itu lah kondisinya semakin buruk saat ini."


Emi paham akhirnya kemaraham Bagas itu dari mana. Dia ternyata masih kesal karena Emi mengambil keputusan ini. Dan dia selalu membujuk Bagas agar mengikuti semua pengobatan yang ada.


" Intinya Emi... Bagas belum bisa menerima dirinya yang kembali tidak berdaya. Penolakan di dalam hatinya membuat emosi dia tidak setabil dan menganggap semua salah di matanya. Di saat kamu mengatakan sesuatu yang baik pun dia akan selalu menganggap kamu salah. Apa kamu pernah memposisikan diri kamu saat berada di posisi dia? bagaimana perasaan kamu? Jujur saja saya sebelumnya juga sudah mengatakan segala resiko yang aka terjadi dan kemungkinan sembuh untuk Bagas itu seberapa pada kamu. Tapi kamu tetap memilih jalan ini. "


Emi dia tidak ada menjawab lagi. Terlihat jelas kalau dia saat ini sedang kacau dan butuh teman untuk di ajak bicara dan melepaskan bebannya.


" Tidak dok... saya hanya perlu istirahat saja. "


Penolakan Emi jelas tidak bisa dokter itu rubah lagi. Dia hanya menyarankan. Tapi bila pasien tidak mau mengikuti ya dia tidak bisa melakukan apapun.


" Baiklah.. atur pola makan dan istirahat Bagas dengan baik.. saya harap dia 2 minggu lagi bisa lebih baik lagi untuk menjalani kemo berikutnya."


Emi menganggukan kepalanya dan keluar dari ruangan itu setelah mengucapkan terimakasi.

__ADS_1


Emi tidak langsung pulang melainkan dia duduk di taman rumah sakit. Dia merasa sangat beban untuk kembali kerumah saat ini. Dia merasa banyak beban di bahunya yang menekan dia untuk tidak melakukan apapun.


" Apa kamu menyalahkan aku untuk keadaan kamu saat ini yank? Aku hanya ingin melakukan yang terbaik dalam pengobatan kamu. Tapi resikonya begini. Aku tidak masalah bila harus merawat kamu yang lumpuh dan tidak bisa melakukan apapun. Tapi yang membuat aku beban adalah sikap kamu yang tidak mau berkerjasama denga aku dalam melakukan segalanya. Kamu selalu menyalahkan aku dalam berbagai hal. Sehingga saat ini rumah terasa sangat menyesakan untuk aku. "


Emi masih memikirkan segala yang terjadi dan perkataan dokter yang mengatakan Bagas itu sebenarnya merasa dia melakukan kesalahan dan belum terima akan keadaan sekarang.


" Kalau kamu belum bisa menerima keadaan kamu seperti ini, aku harus bagaimana? topeng yang aku pakai saat di hadapan kamu sangat membebani aku. Aku tidak bisa membentak kamu marah pada kamu atau menunjukan rasa tidak suka aku.Karena kamu sangat mudah untuk tersinggung dalam segala hal. Aku juga sama lelahnya Bagas... Tapi siapa yang bisa aku ajak bicara saat ini? "


Cukup lama Emi berada di taman itu dan akhirnya dia kembali kerumah karena sudah berkali kali di hubungi oleh Sekar menyuruh dia cepat pulang karena Bagas ingin dia ada di sebelahnya.


Di dalam perjalanan, Emi melihat Ibu Ayu sedang membeli buah di pinggir jalan. Dan mereka bertatapan mata. Jadi dengan terpaksa ibu Ayu menyapa Emi.


Walaupun ibu Ayu masih berusaha menghindari Emi karena merasa bersalah karena meninggalkan anaknya lagi.


" Emi.... kamu habis darimana? "


" Konsul dokter bu... "


" Bagaimana keadaan Bagas? ibu... "


" Bagas baik baik saja bu... jangan khawatirkan dia. Ada saya yang akan selalu berada di dekata Bagas apapun yang terjadi. "

__ADS_1


Ibu Ayu tau kalau dia sedang di sindir oleh Emi. Tapi dia tau itu adalah fakta yang tidak bisa dia ubah. Dia meninggakan anaknya demi kebahagiaan dirinya yang tidak tau sampai kapan.


Karena semenjak kejadian pertengkaran ibu Ayu dan suaminya karena Adi, Sampai saat ini Ibu Ayu masih di anggap seperti orang asing di rumah itu. Semua sikap dan perilaku suaminya dulu telah berubah kepadanya.


__ADS_2