Debaran Ini Selamanya

Debaran Ini Selamanya
Kita Beda Alam


__ADS_3

Emi mengikuti segala proses dari upacara terakhir Bagas. Dan sampai pada dia mengantarkan Bagas menuju tempat kremasi Emi masih bisa menahan rasa marah yang dia rasakan pada keluarga ibu Ayu.


Tapi, puncak dari kemarahan Emi yang tidak bisa dia tahan lagi adalah disaat dia melihat suaminya yang sudah di masukan kedalam tempat krenasi itu dan dia sedang menangis, adik iparnya mendekati dirinya dan mengambil kesempatan pada dirinya dengan memeluk dia dari samping. Dan orang yang melihat hal itu berpikir kalau itu sebagai bentuk penguatan dari keluarga.


Padahal Adi melakukan hal itu untuk mendapatkan kesempatan agar bisa menyentuh Emi. Emi yang emosinya tidak tertahan lagi langsung menghempaskan tangan Adi dari bahunya. Emi tidak terima dengan perlakuan Adi yang seperti itu. Sudah cukup untuk dirinya mentolelir sikap Adi selama ini.


" Kau... Bila kau tidak bisa menghormati aku sebagai kakak ipar mu. Setidaknya hargai mendiang suami aku saat ini. Dia hari ini sedang du berikan penghormatan terakhir. Tapi kau malah dengan lancang mencoba mengambil kesempatan akan diriku. Jangan kira aku tidak berani menegur sikap kamu yang kurang ajar begini di tempat ini Adi. Aku bisa melakukan apapun yang menurut aku benar selama itu adalah benar. Aku tidak takut akan hinaan dan celaan yang orang berikan pada aku. Karena yang tau apa yang aku alami selama ini hanya orang terdekat aku saja. Jangan pernah mencoba memancing amarah aku lagi kalau kau tidak mau mendapatkan balasan nantinya. "


Orang yang melihat bagaimana cara Emi menegur Adi mulai mencibir dirinya. Ada yang mengatakan sombong. Tidak tau diri dan tidak bisa menghargai keluarga suaminya.


Emi mendengar semua itu tapi tidak mau ambil pusing. Tapi bapak Bajra tidak. Dia sudah dari lama memang memendam kemarahannya pada keluarga Bagas. Dan sampai pada titik ini dia sudah tidak bisa lagi mendengar putrinya di hina lagi.


" Kalian semua hanya bisa berkomentar dengan apa yang kalian lihat saja. Kalian tidak tau apa yang sebenarnya terjadi selama ini. Siapa kalian semua yang berani menghakimi putri aku? siapa kalian yang berani menilai buruk putri aku? apa kalian akan bisa melakukan apa yang putri aku lakukan selama ini? mengomentari kehidupan orang lain memang sangat mudah untuk kalian. Itu karena kalian tidak ada menjalani apa yang orang lain alami. Jadi apa hak kalian saat ini mencibir putri ku? "

__ADS_1


Bapak Bajra benar benar pasang badan untuk putrinya. Selama ini bapak Bajra selalu menahan diri karena mengingat harus menjaga perasaan Bagas. Tapi saat ini Bagas sudah tidak ada lagi dan dia ingin memberikan keadilan pada putrinya.


Orang orang disana tidak ada yang bisa menjawab apa yang bapak Bajra katakan. Mereka hanya terdiam tidak berani bersuara lagi. Cukup untuk mereka menggunjingkan Emi untuk sekarang.


" Apa kalian pernah tau, bagaimana keluarga itu sebelumnya memperlakukan putra mereka? pernahkah kalian tau dimana ibunya saat anaknya meninggal? Apa kalian tau siapa yang selama ini merawat dan menjaga Bagas? Berapa kali mereka melihat dan mengantar Bagas berobat. Apa kalian tau hak itu? Jangan selalu merndahkan orang yang selalu diam saja saat kalian bicarakan. Kalian hanya melihat luarnya saja. Belum tau dalamnya seperti apa. Jadi jangan selalu berkomentar negatif mengenai hal ini. "


Emi sudah tidak kuat lagi berada di sekitar orang orang itu. Selesai semua upacaranya Emi lantas pergi meninggalkan semua orang tanpa ada mengucapkan terimakasi atau permintaan maaf. Dia terlalu sakit saat ini. Semua orang ingin di mengerti dan di hargai. Tanpa mereka mau menghargai dirinya.


" Maaf yank... aku sudah tidak bisa lagi menahan segalanya. Aku hanya ingin mereka sekarang mulai membuka mata dan tidak asal menilai aku sebelah mata lagi. "


Sesampainya dia di rumah, Emi membuka pintu dan seperti melihat bayangan Bagas di sana. Kebiasaan Bagas sewaktu dia masih sehat. Bagas selalu menyambut dia bila dia pulang lebih belakangan dari Bagas. Senyum hangat dan sapaan mesra itu seperti kaset yang di putar di kepala Emi saat ini.


" Kita memang beda alam saat ini Yank.. tapi aku akan menepati janji aku pada kamu kalau aku akan menjaga hati aku hanya untuk kamu saja. Kita akan bertemu nanti di tempat yang lebih indah dan aku akan menunggu saat itu tiba. "

__ADS_1


Emi diam sambil melamun du ruang tamu. Dia masih tidak berani masuk kedalam kamarnya karena dia masih merasakan Bagas tidur di sana seoerti sebelumnya.


Tatapan mata Emi sangat kosong saat ini. Kehidupan di mata itu seolah sudah tidak ada lagi. Pulang kerumahnya ini malah membuat dia mengingat semua kenangan dirinya dengan Bagas selama ini.


Bapak Bajra yang baru sampai di rumah Emi, dia melihat putrinya terdiam merenung di ruang keluarga. Dia tidak tega melihat putrinya seperti itu terus. Jadi dia berinisiatif mengajak Emi kembali ke rumahnya dulu sebelum kondisi Emi membaik. Setidaknya di rumah mereka Emi tidak akan sendirian dan akan selalu ada yang mengawasi dia nanti.


Bapak Bajra mengemasi semua pakaian yang bisa dia bawa untuk Emi dan akan segera mengajak Emi pindah dari tempat itu.


" Emi... mari nak.. kita pulang ke rumah bapak dulu ya.. tidak baik kamu masih tinggal dirumah ini sendirian. Kenangan Bagas akan selalu membuat kamu sedih. Nanti bila kamu sudah lebih baik, kamu bisa kembali lagi kerumah ini. Tapi untuk sekarang kita kerumah dulu ya nak.. "


Emi tidak ada merespons apapun. Dia mengikuti bapaknya pergi dari tempat itu. Emi bahkan sudah tidak menangis lagi sejak sampai di rumah dia tadi. Itu karena pikiran Emi terlalu larut dalam kenangan bersama Bagas.


Di rumah ibu Ayu, saat ini Adi sedang mengamuk. Dia membanting banyak barang karena dia merasa kesal karena perlakuan Emi dan bapaknya tadi. Adi merasa hina dan di permalukan oleh Emi dan keluarganya. Citra baik yang sudah dari lama mereka bangun di hadapan masyarakat seketika hilang karena ucapan bapak dari Emi tadi.

__ADS_1


" Aku akan pastikan keluarga kalian menderita setelah ini. Kalian berani mempermalukan aku sampai seperti ini. Kalian akan menerima balasan yang lebih dari yang aku rasakan nanti. Dulu mungkin aku gagal melakukan semua rencana aku. Tapi saat ini aku akan buktikan semua rencana aku akan berjalan dengan mulus. "


Adi benar benar seperti orang yang sudah gila. Dia haus akan pengakuan dan kekuasaan. Dia bahkan bisa mengandalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang dia mau.


__ADS_2