Dendam Mafia

Dendam Mafia
Chapter 10 New World 3


__ADS_3

Sudah satu bulan Belle bekerja, suasana kantor yang menyenangkan, semua staf karyawan memuji kemampuan Belle dalam menjalankan perusahaan. Kemajuan perusahaan meningkat dengan pesat, setiap minggu Belle mengeluarkan model baju baru, menarik perhatian media. Majalah fashion London dipenuhi dengan karya milik Belle, namun Belle masih enggan untuk memberikan tanggapan media tentang karyanya. Ia akan memberikan tanggapan di media ketika acara fashion show perdana milik Belle sendiri.


Kebangkitan si Genius Master of Fashion, Valerie.


Judul majalah yang diterbitkan oleh dunia fashion tersebut membuat gaduh semua orang. Banyak yang mencari tahu tentang Valerie, kematian Valerie dan hasil karya Valerie semasa ia masih hidup. Semua produk habis terjual dalam waktu hitungan menit, dari fashion, perhiasan sampai jepit rambut, tidak tersisa sedikitpun.


Belle merasa bangga dengan ibunya, tanggapan positif dari masyarakat serta pecinta fashion di seluruh dunia membuat Belle semakin semangat untuk meneruskan nama ibunya.


Permintaan pasar yang tinggi, membuat Belle kewalahan. Mulai dari toko fashion sampai website perusahaan, mengajukan permohonan untuk memproduksi ulang semua design milik Valerie.


"Bell... sudah ada 84 toko besar di seluruh dunia meminta produksi ulang, dari design perdana sampai design yang kita keluarkan baru-baru ini." Billy dengan gugup meletakkan dokumen permohonan di meja Belle.


"Aku tidak bisa memutuskannya sendiri. Aku akan membicarakan hal ini dengan Mr. Carl terlebih dahulu."


"Tapi mereka meminta keputusan secepatnya, agar mereka bisa menangani para penggila fashion."


Belle mencoba menghubungi Mr. Carl, karena design pertama kali adalah design gabungan antara ibunya dan Mr. Carl, dia tidak bisa melangkahi Mr. Carl untuk hal ini.


" Kebetulan sekali, ada yang mau aku bicarakan juga denganmu Bell. Kau cukup gila membuat gempar seluruh dunia fashion, bahkan kami harus mencari ide berbulan-bulan untuk bisa mengacaukan dunia fashion, tapi kamu hanya perlu satu bulan dan itu kau melakukannya sendiri. Hahaha... " Mr. Carl duduk di sofa yang berada di ruang kerja Belle.


" Aku hanya ingin mewujudkan design milik ibu, dan aku juga tidak berharap akan sekacau ini. Silakan dibaca Mr. Carl. Ini semua adalah dokumen permohonan produksi ulang dari beberapa toko di seluruh dunia, serta masih banyak permohonan di website store milik perusahaan." Belle menyerahkan map merah kepada Mr. Carl.


" Luar biasa. Lalu kenapa kau memberikan dokumen ini? Kau bisa memutuskan sendiri."


" Mereka meminta produksi dari design lama, mulai dari design keluaran pertama. Setahuku itu juga design gabungan antara anda dengan ibu saya. Tidak sopan jika saya memutuskan sendiri untuk hal ini, karena itu juga merupakan karya anda."


Mr. Carl mengangguk paham. Apa yang Belle katakan sangat masuk akal dan jujur. Perkataan Belle mengingatkannya kepada perkataan Valerie 10 tahun yang lalu, sangat mirip. Valerie sempat menanyakan hal yang sama kepadanya.

__ADS_1


" Baiklah, ayo kita produksi ulang, berapa banyak yang harus kita produksi?" Mr. Carl setuju untuk memenuhi permintaan pasar.


"Untuk masing-masing toko, mereka meminta 50 pcs per modelnya. Belum lagi permintaan dari website store perusahaan. Kita mengutamakan toko yang sudah mengajukan permohonan terlebih dahulu. Nanti biar saya yang mengurus daftar permintaan di website store." Dengan cekatan Belle memberikan jalan keluar untuk menyelesaikan permohonan para konsumen.


" Tugasku untuk mengontrol produksi masal. Hah... aku kira tidak ada lagi pekerjaan untukku yang sudah mulai menua ini, terimakasih Belle, kau sudah memberikan aku pekerjaan. Ok let's go, mari kita melemaskan otot yang sudah lama jadi pengangguran ini." Mr. Carl bangkit dari duduknya.


" Hahaha... selamat bekerja pak tua, semoga ototmu tidak malas." Belle tertawa mendengar kata-kata Mr. Carl, ada raut bahagia di wajah Mr. Carl, membuat Belle semakin senang melakukan pekerjaannya.


Kabar tentang produksi masal ini sudah terdengar keseluruh isi kantor. Dan telah sampai ke telinga Tuan Jhon dan Hera. Hera sangat geram mendengar kabar tersebut. Supply pakaian yang Hera produksi untuk perusahaan secara sepihak dihentikan, memang tidak ada perjanjian tertulis, tapi ini sudah menjadi langganan tetap di perusahaan Diamond. Tidak disangka dalam waktu satu bulan cukup membuat butik Hera mengalami kerugian lebih dari 60%.


"Ini tidak bisa di biarkan, aku harus cepat bergerak." Hera berjalan mondar mandir kebingungan mencari ide apa yang bisa ia lakukan untuk menutup kerugiannya.


Hera membuka ponsel dan ia menemukan ada kesempatan masuk ke tim produksi, seketika Hera memiliki ide untuk rencananya.


Hera datang ke perusahaan Diamond Fashion, dia langsung menemui Mr. Carl dan meminta untuk ikut serta dalam tim produksi.


" Ah kebetulan aku sedang mencari orang untuk tim produksi, karena selama ini cukup hanya satu tim, tapi sekarang aku butuh setidaknya tiga tim untuk tim produksi. Dan aku yakin kamu mumpuni berada di tim produksi, kamu bisa langsung pergi ke kantor manager tim produksi dan tanyakan apa yang bisa kamu bantu, bilang saja kamu sudah dapat izin dariku." Mr. Carl terlalu sibuk untuk meneliti maksud Hera untuk bergabung, terlebih dalam situasi mendesak seperti sekarang.


" Baik paman, aku akan kesana sekarang, have a nice day, paman!" Hera melesat keluar dari ruangan Mr. Carl dan pergi menuju ruang manager produksi.


Karena posisi Tuan Jhon dan pengalaman Hera, manager produksi memasukkan Hera ke dalam tim design. Tidak hanya itu, Hera mendapatkan posisi sebagai kepala tim design. Semua karyawan setuju. Mereka tidak tahu kalau Hera akan berbuat licik untuk menjatuhkan Belle dan perusahaan Diamond.


Hera dikenal sebagai orang yang baik dan ramah, rajin bekerja serta mudah bergaul. Itu membuat para karyawan tidak menaruh curiga kepadaHera. Mereka dengan sangat senang menerima Hera menjadi kepala tim design.


Hera melihat ada beberapa design lama, dan ia tidak tertarik, terlebih itu adalah design milik Mr. Carl. Hera penuh perhitungan, jadi untuk awal dia membiarkan semua berjalan tanpa masalah.


Dalam waktu singkat, Hera menjadi artis dikantor, dan seluruh karyawan menyukainya. Tujuan awal Hera sudah tercapai, dia mendapatkan perhatian lebih dari seluruh karyawan dikantor.

__ADS_1


Belle mengetahui keberadaan Hera, dan dia tidak menanggapi apapun tentang Hera. Belle hanya memperhatikan dari jauh dan selalu waspada terhadap Hera. Billy mengetahui rencana Belle.


"Bell, dia sangat pintar berakting menjadi malaikat, rasanya ingin aku jambak rambutnya." Billy geram melihat tingkah Hera yang polos dibuat-buat.


"Jangan lakukan apapun tanpa seizinku, atau kau yang akan aku jambak." Belle menyeringai.


Billy "..."


"Kau jahat sekali! Coba kau perhatikan ular itu, betapa pintarnya dia bertingkah seperti gadis polos yang rapuh. Menjijikan!" Billy terus menerus mencibir Hera.


Belle menyunggingkan bibirnya. "Aku lebih heran kenapa sahabatku ini punya waktu luang untuk mengomentari orang lain."


"Tapi Bell, aku..."


Sebelum Billy melanjutkan ucapannya, Belle sudah memotongnya terlebih dulu. "Tolong bawakan data permintaan produk dari konsumen yang ada di website store."


"Belle! Aku merasa tidak ada waktu untuk bernafas." Billy menggerutu kepada Belle.


"Bill..."


"Ada apa lagi bos?"


"Inhale exhale... inhale exhale..." Tangan Belle ikut naik turun. Bilky mengikuti arahan Belle.


"Sekarang kau sudah bisa bernafaskan? Jangan lupa untuk bernafas, aku tidak mau ada mayat di kantorku."


Bilky melotot. "Gadis sialan!"

__ADS_1


"Hahaha..." Belle tertawa lebar melihat sahabatnya berhasil kena perangkapnya.


__ADS_2