
Alech memerintahkan anak buahnya untuk membakar butik Hera yang berada di London, Brussels dan Jerman.
"Habisi semua tanpa sisa, lakukan seperti biasa." Perintah Alech kepada anak buahnya.
"Baik bos!"
Ketika kebakaran itu terjadi, tuan Jhon sedang tidur dengan lelap. Tapi Hera tidak bisa tidur, hatinya gelisah dan dia mengamuk tanpa sebab selama berjam-jam.
Para pelayan sudah tidak tahan dengan kegaduhan di dalam kamar Hera, ketika jam sudah menunjukkan pukul lima pagi, pengawal tuan Jhon memberanikan diri untuk membangunkan tuan Jhon.
"Tuan ... Tuan ... Maaf mengganggu, tapi nona Hera mengamuk lagi selama empat jam tiada henti, kami tidak berani untuk masuk ke dalam kamarnya." Pengawal itu berbicara dengan suara lelah.
Tuan Jhon keluar dari kamarnya, dari kejauhan memang terdengar cukup gaduh dari kamar Hera. Tuan Jhon masuk ke kamar Hera tanpa rasa takut.
Ketika tuan Jhon masuk ke kamar Hera, Hera sudah tersungkur di lantai, kamarnya sudah berantakan. Kepala Hera berdarah karena benturan lantai.
"Sayang ... Ada apa? Kenapa kau seperti ini? Lihat, kau terluka." Tuan Jhon mengangkat wajah Hera.
"Ayah! Semuanya sudah hilang! Semuanya hancur! Gaunku rusak!" Hera menunjuk ke gambar yang ia buat.
"Tidak apa-apa, nanti kita buat lagi yang lebih bagus, gaun pengantin seperti gaun putri dari kerajaan. Ayah akan membuatkannya untukmu." Tuan Jhon berusaha menenangkan.
"Tidak! Tidak ayah! Semuanya telah hancur!" Hera berteriak lalu menangis dengan keras.
Tuan Jhon mengambil kotak obat lalu menyuntikkan obat penenang di lengan Hera. Hera merasakan lemas dan tak lama kemudian ia tertidur di lantai. Tuan Jhon membawa Hera ke tempat tidur.
" Bersihkan semua dan obati lukanya," Kata tuan Jhon kepada pelayannya.
__ADS_1
Tuan Jhon memgambil gambar gaun yang Hera buat dan dia berusaha untuk menggambar gaun itu semirip mungkin. Ketika tuan Jhon sedang fokus menggambar, tiba-tiba pengawal tuan Jhon masuk ke ruang kerjanya.
" Tuan, ada kabar buruk. Butik nona Hera terbakar habis, butik di London, Brussels dan Jerman."
"Biarkan saja." Tuan Jhon menjawab tanpa melihat pengawalnya.
Tuan Jhon menghela nafas berat. Dia menyadari ini semua terjadi karena balasan atas perbuatannya selama ini. Tuan Jhon tidak menyayangkan butik Hera terbakar, memang sudah tidak ada gunanya lagi untuk meneruskan, nama Hera sudah tercoreng di dunia fashion, dan Hera mengalami gangguan jiwa, lebih baik butik itu terbakar bersama kenangan buruk bagaimana mendapatkan semua itu.
Kata-kata Hera barusan tiba-tiba terngiang di telinga tuan Jhon.
"Mungkin Hera sudah memiliki firasat tentang butiknya yang terbakar. Dia menjadi tidak terkendali semalaman."
***
Kota London sangat sejuk siang ini, langit yang biru begitu tenang. Alech dan Belle sibuk menata kantor safir.
"Siapkan semua di atas meja." Tuan Jakob datang ke kantor safir dengan membawa makanan khas Turki untuk dibagikan ke semua orang yang sedang bekerja.
"Ah ... Alech pekerjaanmu semalam sangat bagus, semua orang menjadi heboh di luar sana. Tapi kenapa tidak ada pergerakan dari tikus itu?" Tuan Jakob mengetahui segalanya tapi dia adalah orang yang suka berpura-pura tidak mengetahui apapun.
"Hahaha ... Tuan Jakob benar-benar tidak tahu atau hanya basa basi kepadaku?" Alech tertawa geli.
"Aku? Tentu saja tidak tahu, karena aku tidak tahu maka aku bertanya padamu."
"Lalu siapa ini?" Alech memberikan beberapa foto kepada tuan Jakob.
"Hmm ... Siapa ya? Sepertinya aku pernah lihat." Tuan Jakob masih berpura-pura.
__ADS_1
Belle kesal dengan tingkah ayahnya. Ia mengeluarkan arloji dan mengarahkan ke foto itu.
"Sini pak tua biar aku beritahu. Ke enam orang ini tertulis bekerja untuk Mr. Jakob Emred, pengusaha sukses nomor satu di Asia. Apa anda masih mencoba pura-pura, pak tua?"
"Astaga bahkan anakku tidak berpihak padaku, dia lebih memilih membela pacarnya. Anak macam apa dia?" Tuan Jakob menggerutu.
"Meskipun anda tidak mengakui mereka tapi bagaimana benda seperti ini bersama mereka?" Alech memberikan detail gambar ketika anak buahnya melemparkan sesuatu seperti granat namun berisikan cairan pemicu api untuk semakin besar.
"Hahahaha ... Aku mengaku kalah kepada kalian. Ini sangat memalukan." Tuan Jakob tertawa terbahak-bahak.
Alech menceritakan detail pergerakan anak buahnya kepada Belle. Dia tidak menggunakan minyak atau bensin untuk menghancurkan butik Hera, dia menggunakan smoke lighters, bom yang berisikan bubuk pembakar. Api yang dihasilkan oleh alat itu akan tetap membesar selama enam jam, tidak bisa padam dengan air selama bubuk itu masih ada, dan akan berhenti setelah bubuk itu habis terbakar.
Alech membuatnya sendiri, ini adalah hasil dari didikan para mafia di Rusia. Alech adalah orang yang sangat mengerikan dan kejam, dia bisa menjadi pembunuh berdarah dingin, tidak kenal ampun dan maaf. Tidak ada satupun yang bisa mencegah Alech, namun setelah bertemu dengan Belle, ia pun tahu bahwa Belle adalah orang yang tepat untuknya. Alech sangat tunduk dengan kata-kata Belle yang seperti sihir untuknya.
Selain smoke lighters, Alech juga sangat mahir membuat senjata tak bersuara dan beberapa racun, dia lebih suka bergerak dengan tenang. Tapi yang paling menyenangkan untuk Alech adalah menggunakan racun untuk membuat seseorang mengalami gangguan jiwa, setelah satu tahun orang tersebut akan mengalami kerusakan saraf dan meninggal.
***
Seminggu sebelum grand opening perusahaan safir, semua undangan sudah dikirimkan. Tuan Jhon mendapatkan undangan tersebut. Dia terkejut.
"Bukankah kantor pusat di Amerika juga dikabarkan mengalami penurunan saham? Kenapa dia cukup mampu dan punya nyali membuka cabangnya di London lagi?" Kata tuan Jhon kepada sekertarisnya.
"Saya tidak tahu apa yang terjadi, tapi nona Luna anak dari tuan Brian serta keponakan tuan Brian yang akan memimpin perusahaan safir."
"Apa kamu yakin? Bukankah informasi yang aku dapat, dia sudah tidak memiliki apapun? Untuk makan dan berobat saja tidak bisa?" Tuan Jhon semakin bingung. Ia mengibaskan tangannya tanda bahwa sekertarisnya harus keluar dari ruangannya
Sekertaris tuan Jhon menunduk hormat dan segera keluar dari ruangan.
__ADS_1
Rasa dendam yang tuan Jhon pendam masih membara di hatinya. Mendengar safir bangkit lagi seperti percikan bensin yang membuat api di dalam hatinya semakin besar. Mengingat penghinaan yang ia terima semasa kuliah, pandangan orang-orang yang meremehkannya dan karena Brian serta keluarga Brian membuat istrinya pergi meninggalkannya dan Hera.
"Tidak bisa aku biarkan! Aku sudah pernah menghancurkan safir sekali dan mereka meminta aku untuk mengancurkannya ke dua kalinya, maka akan aku lakukan." Tuan Jhon sudah bertekad untuk menghancurkan safir sampai ke akarnya. Setidaknya dia harus melihat keadaan safir yang berada di Londin terlebih dahulu. Ia juga berniat untuk meminta bantuan Ayahnya yang sekarang tinggal di California.