
MARKAS BESAR MAFIA SECRET, AMERIKA SERIKAT -
Semua anggota sudah berkumpul untuk saling pamer dan menunjukkan kekuatan mereka masing-masing. Namun mereka masih kalah dengan kekuatan Joseph yang nyaris sempurna dalam hal senjata serta teknologi.
Joseph sudah membuat perangkap di negara-negara yang belum ia kunjungi untuk menarik perhatian Esmat. Ia tidak sadar bahwa usahanya akan sia-sia.
Esmat dengan kelompoknya mengikuti permainan yang Joseph buat. Keributan yang secara bergantian membuat Joseph tertipu dengan gerakan Esmat yang meniru strategi Joseph.
"Sebelum aku menghadiri acara, aku ingin mengunjungi mantan kekasihku dulu." Shei meminta izin kepada Joseph.
"Pergilah, aku tunggu di tempat pameran." Joseph melangkah meninggalkan Shei di ruang kerjanya.
Shei segera berjalan mengunjungi kamar Alech. "Aku sudah memutuskan untuk berada dipihakmu."
Alech memicingkan matanya. "Lalu?"
"Aku akan berusaha menyelamatkanmu dari sini, tapi aku tidak menjamin apapun. Aku hanya tahu celah di tempat ini dan jalur yang aman untukmu pergi dari sini." Shei mengatakan sedikit tergesa-gesa.
Alech menyadari ada seseorang di balik pintu. Ia berkedip ke arah Shei untuk memberikan kode. "Aku akan membalas semua kejahatanmu ketika orang-orangku menjemput aku di sini. Dan cukup kau merayu seperti rubah betina!"
Shei sedikit bingung apa yang sedang Alech katakan. Tapi ia langsung menyadari ketika bibir Alech tersenyum dan bergerak tanpa suara mengatakan "terimakasih."
Shei tertawa sangat keras. Ia merasakan dunianya seperti film. "Dasar kau laki-laki breng sek. Kau akan lihat apa yang terjadi jika kau tidak tunduk kepada Joseph, kau akan melihat wanita kesayanganmu mati di depan matamu."
Alech terkejut mendengar kata-kata Shei, ia bertanya-tanya dalam hati, apa yang sudah Joseph lakukan kepada Belle.
" Apa maksudmu?" kata Alech dengan suara yang keras.
"Joseph akan membawa wanitamu kesini dan dia akan menderita jauh lebih parah darimu dan ibunya." Shei menggelengkan kepalanya menandakan bahwa Joseph gagal.
Setelah bermain drama dengan Alech, Shei keluar dari kamarnya dan mendapati anak buah Joseph ada di luar kamar sedang menunggunya.
"Oh ada apa kamu di sini? Memata-mataiku? Kamu pikir aku akan menjadi kucing tak tahu diri?" Shei mengerutkan alisnya.
"Ma maaf, aku sedikit curiga padamu." Anak buah Joseph tergagap.
"Cih! Dasar tidak berguna." Shei meninggalkan anak buah Joseph yang masih berada di depan kamar.
Isaac dan Belle masuk ke markas dengan menyamar sebagai anggota mafia secret. Tidak ada yang curiga sama sekali atas penyamaran mereka. Belle berjalan di belakang Isaac.
Tiba-tiba tangan mereka ditarik oleh seseorang.
"Aku akan membantu kalian," bisik Shei seraya menempelkan jari telunjuknya ke depan bibirnya.
__ADS_1
Alech melihat Shei membawa dua orang yang ia kenal. Ia melambaikan tangannya, tanda harus bergegas.
Ketika mereka berada di ambang pintu tiba-tiba alarm berbunyi sangat keras dan membuat seluruh anggota mafia secret mengeluarkan pistol yang mereka simpan di balik jasnya.
"Sial!" Belle mengumpat setengah berbisik.
Terdengar suara tembakan yang beradu di aula pameran.
"Ayo kita harus cepat bergerak!" desak Isaac yang berjalan berada di belakang Shei dan Alech.
Mereka segera lari ke arah lapangan di mana suara helikopter terdengar untuk menjemputnya.
Belle, dan Shei menaiki tangga yang tergantung di helikopter, mereka sudah berada di dalam helikopter milik Isaac.
Isaac menyusul di bawah mereka dan Alech menyusulnya. Namun suara tembakan terdengar dari kejauhan.
Peluru menembus kaki Alech. "Tinggalkan aku! Pergi dari sini sekarang juga!" teriak Alech
"Kau gila! Aku menjemputmu kesini dan mau membawamu pulang!" Belle kesal dengan kata-kata Alech.
Belle mengeluarkan senapan laras panjang sniper dan menembak seseorang yang telah menembak Alech.
"Turunkan helikopter sekarang juga!" Perintah Isaac kepada anak buahnya.
Shei membantu Alech untuk mesuk ke helikopter dengan cara menariknya dari atas.
Ketika helikopter Isaac hendak pergi, tiba-tiba terdengar suara suara tembakan dari markas yamg mengarahkan ke helikopter mereka.
"Dimana Esmat?" tanya Alech kepada Isaac.
Arloji Belle dan Isaac berbunyi. Ada pesan dari Esmat.
"Lempar sekarang."
Isaac paham dengan kata-kata Esmat. Ia melempar satu bom ke markas Joseph, dan ledakan besar sangat menyakiti telinga mereka. Satu bom cukup untuk meledakan markas karena di sana, di markas Joseph penuh dengan bahan peledak.
Tidak hanya sampai di sini. Joseph yang berhasil keluar dari markas dengan helikopter miliknya itu sedang mengikuti helikopter Isaac. Ia melemparkan bom ke arah helikopter Isaac.
"Keluaaaarrrr!!" Belle menjerit dan menarik Alech.
Isaac yang berhasil membawa Shei keluar dari helikopter, menarik parasut dengan lancar.
"Pegang tanganku jangan sampai lepas!" Belle tetap menggenggam tangan Alech.
"Tarik parasutmu!" teriak Alech.
Belle berusaha menekan tombol untuk membuka parasutnya namun sangat susah karena ia harus terus menggenggam tangan Alech.
__ADS_1
"Lepaskan aku!" Alech berteriak dan mencoba melepaskan tangannya.
"Tidak! Kau gila!" Belle masih berusaha menekan tombol namun tidak berhasil, tenaganya kurang.
"Aku tidak bisa bertahan lagi." Alech melepaskan tangan Belle dan terjun bebas.
Belle melihat kaki Alech seperti selembar kain. "Sial! Kakimu!" teriak Belle.
Akhirnya Belle berhasil membuka parasutnya dan berniat untuk menangkap Alech, namun sudah terlambat.
"Aleeeeeeeech!!" Belle berteriak histeris.
Isaac yang melihat dari kejauhan tidak bisa melakukan apapun untuk adiknya itu. Ia menekan arlojinya.
"Bell, ia jatuh ke lautan lepas, kita bisa menyelamatkannya jangan khawatir." Isaac mencoba menenangkan adiknya.
"Tapi kakinya patah, kak," kata Belle menangis.
Isaac terkejut mendengar ucapan Belle. Akan menjadi sulit untuk bertahan dengan kaki yang patah.
Setelah mereka mendarat, bantuan dari Esmat datang.
"Alech! Selamatkan dia! Kakinya patah! Di laut!" Belle sangat panik dan tidak bisa berbicara dengan jelas.
Setengah jam kemudian jet ski datang dan menuju ke lautan yang tenang.
Belle, Isaac dan Shei menunggu selama empat jam. Mereka mulai gelisah.
"Kak ..." Belle menatap kakaknya.
"Jangan cemas, kita bisa menemukannya." Isaac mengusap tangan Belle.
"Tapi ini sudah empat jam." Belle terisak.
Suara helikopter terdengar sayup dan semakin mendekati helikoper Joseph.
Esmat melemparkan bom ke dalam helikopter Joseph dan semua yang ada di dalam helikopter meledak, berhamburan seperti kertas terbang di udara.
Helikoper Esmat menuju ke tempat di mana cucu-cucunya mendarat. Ia mengerutkan dahinya ketika melihat jet ski milik Isaac yang berada di tengah lautan. Esmat melihat sinyal arloji kedua cucunya saling berdekatan.
"Ayo kita cari anak nakal itu!" perintah Esmat kepada anak buahnya.
Helikopter Esmat berkeliling melihat hamparan laut yang biru namun tidak ada apapun di tengah laut kecuali jet ski.
Esmat dan jet ski kembali setelah delapan jam pencarian.
Belle yang melihat mereka tidak membawa Alech kembali, badannya menjadi lemas dan limbung.
__ADS_1