
"Sayang, kita belum mengembalikan hadiah terakhir untuk mereka." Tiba-tiba Alech mengingatkan Belle tentang kebakaran itu.
"Aku sedang mencari rumah mereka yang pantas untuk kita jadikan target." Belle menutup majalahnya yang sedang ia baca.
"Kalau begitu kenapa tidak kita bakar saja semuanya. Toh mereka harus membayar semua perbuatan yang sudah dilakukan kepada semua orang. Mereka sudah banyak dosa."
Belle berfikir sebentar dan tiba-tiba dia mendapat ide. "Ayo kita cari orang yang sudah mereka celakai. Ada berapa banyak kejahatan yang sudah mereka lakukan."
"Oh sekarang pacarku beralih profesi menjadi detective? Tidak buruk." Alech menggoda Belle dengan wajah datar.
"Sialan! Pacar macam apa kau tidak memahami keunggulan pacar sendiri." Belle memukul pundak Alech.
Alech membawa Belle ke ruang bawah tanah. Dia menyalakan salah satu komputer dan mulai mencari korban tuan Jhon. Tidak membutuhkan waktu lama Alech menemukan semua data informasi korban.
Belle terlonjak kaget melihat banyaknya korban. Dari pembunuhan, penculikan, serta kebangkrutan dari sebuah perusahaan, memang tidak terlalu besar tapi ini adalah perusahaan 20 generasi pengrajin perhiasaan legendaris.
"Aku penasaran dengan perusahaan safir, kenapa mereka bisa bangkrut?"
"Kamu mau membaca sendiri di kolom berita atau mau aku yang menjelaskan?" Alech menawarkan dua option kepada Belle.
"Aku lebih suka jika tuan Alech yang menjelaskan. Pasti sangat lengkap dari siapapun." Belle merayu Alech dengan sangat manja.
"Berhentilah merayuku, aku lemah tidak berdaya jika kau merayuku seperti itu." Alech menunjukan wajah memelas.
"Hahaha ... Oke cukup untuk bermesraan. Jadi sekarang tolong jelaskan padaku."
"Kamu tahu? Perusahaan safir adalah milik kakekku? Memang sudah turun temurun, dan seharusnya sekarang yang memimpin adalah pamanku. Perusahaan safir memang tidak terlalu besar di sini, tapi sangat besar di Amerika, tapi kami membatasai akses untuk pasar Eropa, karena kerugian yang kita alami 80% dari saham di Eropa. Jhon membeli saham safir Eropa sebesar 10% selang 2 tahun dia membeli 40% dari pemegang saham lainnya, tentu saja dengan cara kotor, dia membunuh dan menculik 3 orang pemegang saham dan memaksa mereka untuk menjualnya. Jadi dia memiliki saham 50% atau setengah dari perusahaan. Dia memproduksi perhiasan dengan model standar yang didesign oleh Hera, harga jual yang sangat rendah tapi bahan yang dia gunakan adalah bahan kualitas tinggi. Pamanku sangat marah dan dia berusaha membeli saham milik Jhon, tapi rencana pamanku sudah sampai lebih dulu ke telinga Jhon sebelum pamanku bergerak, Jhon menabrak mobil milik pamanku dan sekarang pamanku mengalami stroke. 2 tahun setelah kejadian itu, perusahaan bangkrut karena anak dari pamanku terhasut oleh Jhon."
__ADS_1
Belle mencerna cerita Alech. " Kenapa kau diam saja? Tidak melakukan apapun?"
" Aku terlambat, aku tidak mengetahui ada permasalahan ini karena aku berada di Rusia, aku tinggal di sana selama 10 tahun untuk berlatih militer. Ketika aku pulang, semua sudah hancur dan aku kehilangan ke dua orang tuaku." Suaranya terdengar penuh dengan penyesalan.
" Sorry, aku tidak bermaksud untuk menambah rasa bersalahmu." Belle memeluk Alech.
" It's ok, aku sudah baik-baik saja. Aku justru merasakan sesuatu yang janggal tentang kematian orang tuaku. Mereka tidak ditemukan sampai sekarang jenazah orang tuaku entah kemana."
" Ayo kita cari bersama, karena aku juga ingin tahu siapa yang membunuh ibuku."
" Terus ... Bagaimana dengan Jhon?" Alech penasaran dengan rencana Belle.
" Ayo kita temui pamanmu dan anaknya. Aku berencana ingin membalas Jhon dengan mengembalikan safir kembali."
" Ide bagus!"
Mereka pergi menuju ke rumah paman Alech. Sebelum mereka sampai di rumah paman, mobil Alech berhenti disebuah restoran kecil. Tidak lama kemudian muncullah gadis cantik berambut panjang berwarna cokelat, dia berjalan ke arah mobil Alech dan membuka pintu mobil penumpang.
"Kak, kau terlambat menjemputku, " Kata Luna dengan manja.
"Maaf, karena aku pikir kau masih kerja jadi aku memperlambat mobilnya. Oh ya kenalkan ini Isabella."
Belle menoleh ke kursi belakang. "Hallo, aku Isabella panggil saja Belle. Nice to meet you."
"Wow! Kau Isabella? Ternyata aslinya jauh lebih sangat cantik dari pada dilihat dari layar tv. Ohya, aku Luna. Nice to meet you too."
Di perjalanan menuju rumah Luna, Alech menceritakan tujuannya mengunjungi ayah Luna dan Luna. Selama ini Luna lah yang menjadi juru bicara ayahnya. Alech juga menceritakan bagaimana Jhon dan Hera memperlakukan Belle.
__ADS_1
" Dasar ba****n tua tidak ada henti-hentinya membuat dosa." Luna sangat marah kepada Jhon atas apa yang dia lakukan kepada keluarganya dan Belle.
"Aku hanya ingin membalas apa yang sudah dia lakukan kepadaku dua kali lipat." Belle mempertegas tujuannya.
"Aku akan membantumu, aku juga ingin membalas tua bangka itu!" Luna sangat bersemangat.
Tidak lama kemudian mereka sampai di rumah Luna, rumah yang tadinya terlihat hangat sekarang terasa sangat dingin seperti tidak ada penghuni.
Mereka masuk ke rumah Luna dengan rasa bercampur aduk. Ayah Luna, tuan Brian adalah pengusaha yang jujur serta berbakat dalam berbisnis. Dia sempat mendapat penghargaan pembisnis muda yang genius.
Belle melihat deretan penghargaan yang terpajang di dinding milik tuan Brian, dan juga foto tuan Brian semasa masih muda, terlihat gagah dan tampan. Belle tidak sengaja melihat foto tuan Brian bersama ibunya. Dia semakin penasaran apa hubungan tuan Brian dan ibunya.
"Ayo duduk, aku akan membawa ayah keluar dari kamar." Luna meletakkan minuman di atas meja.
Rumah Luna hanya memiliki tiga orang pelayan, tidak sebanyak waktu ayah Luna masih menjadi direktur safir. Hati Belle semakin sakit melihat kondisi tuan Brian saat ini. Begitu juga dengan Alech, dia terkejut dengan kondisi pamannya.
Luna membawa ayahnya ke ruang tamu dengan kursi roda. "Ayah, Alech datang mengunjungi ayah dan gadis cantik itu adalah Isabella."
Tuan Brian kaget mendengar nama Isabella. Ia menatap Alech dan Belle secara bergantian. Mata tuan Brian menitikan air mata, tangannya melambai ke arah Belle, tanda bahwa Belle untuk mendekat.
Belle memandang Luna dan Alech bergantian, mereka menganggukkan kepala. Belle pun mendekat, menekuk lutut agar sejajar dengan tuan Brian yang duduk di kursi roda. Tuan Brian memeluk Belle dengan kaku karena kondisinya, ia menangis sesenggukkan. Belle semakin bingung kenapa tuan Brian seperti ini. Ada apa sebenarnya.
"Luna, aku ingin bertanya. Kenapa ada foto ibuku bersama dengan ayahmu?" Belle melirik foto yang terpajang di dinding.
"Apa Alech belum cerita kepadamu?" Luna melihat Alech dengan kesal.
Belle melirik Alech seolah berkata "Kau punya hutang penjelasan kepadaku."
__ADS_1
Alech melihat Belle dengan wajah memelas seperti anak kucing.