Dendam Mafia

Dendam Mafia
Chapter 16 Semua akan aku kembalikan 3


__ADS_3

Waktu sudah menunjukkan pukul 8. Profil Belle sedang ditampilkan, tapi semua tamu undangan sibuk melihan ponselnya masing-masing. Mereka mulai berbisik satu sama lain melihat berita itu.


"GAMBAR ASLI SANG DESIGNER TERNAMA HERA TERUNGKAP!"


Berita yang cukup mengejutkan, bahwa Hera tidak pandai dalam menggambar, bahkan terlihat seperti gambar anak sekolah dasar. Ini sudah mempermalukan para designer, dan menodai para pecinta fashion. Para tetua fashion dan designer merasa terhina, wajah mereka merah menahan amarah, tapi mereka tidak bisa meninggalkan tempat karena acara masih berlangsung.


Belle memberikan waktu mereka untuk membaca selama 30 menit. Setelah itu lighting menyoroti panggung catwalk dan pembawa acara mempersilahkan para model untuk tampil.


Hera berlari ke luar gedung dan pergi menggunakan mobilnya dengan kecepatan penuh. Ini waktu untuk Alech bergerak.


Alech menelepon bawahannya "Sekarang!"


Tak lama kemudian Belle masuk ke ruangannya dengan senyuman lega.


"Miss kenapa anda sudah kembali?" Goda Alech.


"Aku hanya mau mengambil sesuatu." Belle membuka tasnya dan mengeluarkan bros berlian milik mendiang ibunya, dan dia memasangkan di baju sebelah kanan tepat di dadanya. Lalu ia keluar tanpa mengatakan apapun kepada Alech.


Alech tahu bahwa Belle sangat gugup dan tidak ingin dicerca banyak pertanyaan.


Belle naik panggung beserta para model, ia berdiri di tengah para model. Banyak tamu yang memberikan Belle bouquet bung. Belle terharu akan apresiasi dari para tamu undangan.


Ketika berita tentang Hera sedang hangat dibicarakan, teralihkan dengan prestasi Belle yang luar biasa. Secara otomatis semua orang membandingkan Hera dan Belle. Ini adalah rencana Belle, menunjukkan dimana tempat Hera yang seharusnya.


Billy duduk di tempat tidur rumah sakit dan menatap layar tv yang sedang menyiarkan fashion show perdana Belle. Sebelumnya dia juga melihat berita online tentang Hera. Billy tersenyum puas melihat semuanya.


"Belle memang gadis pintar yang bisa djandalkan, aku jadi ingin menemuinya dan memeluk Belle." Billy bergumam.


~ Rumah Belle ~


Setelah Belle menyelesaikan acara fashion show dan dia sedang duduk santaj di taman rumah ditemani oleh Alech, tiba-tiba ponselnya memperlihatkan notifikasi berita terkini.


"Hera, Designer Ternama Mengalami Kecelakaan Lalulintas."

__ADS_1


Belle menolah dan menatap Alech yang sedang duduk di sampingnya tanpa berkata apa-apa. Alech paham dengan pandangan yang Belle lemparkan kepadanya.


"Ah soal itu memang aku yang melakukannya. Gigi dibayar dengan gigi. Begitu lebih baik." Alech mengangkat bahunya acuh tak acuh.


"Baguslah, aku tidak perlu membuang tenaga untuk mengurusnya lagi. Terimakasih sayang." Belle memluk tangan Alech dengan manja.


"Kapan Billy akan pulang?"


"Besok pagi dia akan keluar dari rumah sakit, setelah kunjungan dokter pagi hari."


"Ayo kita jemput dia besok." Alech mengganti posisi duduknya.


"Oke. Besok aku tidak pergi ke kantor, aku ingin beristirahat di rumah, jadi aku bisa meluangkan waktu bersama Billy." Belle menghela nafas ringan, lelah karena beberapa hari yang lalu kejadian buruk terus menimpanya.


Keesokan harinya, Belle bangun terlambat, jam sudah menunjukkan pukul 10 pagi, ia bergegas untuk menjemput Billy. Belle menuruni tangga dan melihat meja makan yang penuh dengan makanan, tidak jauh dari sana ada dua pria duduk di ruang keluarga. Belle paham dengan postur itu.


"Billy!" Belle berteriak dari arah dapur.


Alech dan Billy menoleh ke arah Belle. Dengan langkah panjang Belle menghampiri Billy.


"Aku sudah sembuh, dan aku di sini untuk mengganggu kalian!" Billy menari berputar-putar seperti anak kecil.


Belle langsung memeluk Billy dengan erat. " Maafkan aku. Aku tidak bisa melihatmu terluka lagi karena aku."


"Aku baik-baik saja, Alech sudah menceritakan semuanya. Oh! Tentu aku sangat senang karena kalian mengembalikan apa yang dia lakukan kepada kita." Billy mengusap punggung Bella dengan lembut.


"Ehm ... Sudah cukup berpelukan, aku sedikit cemburu, bagaimanapun juga Billy seorang laki-laki dan memiliki itu." Alech melipat tangannya di depan dada.


" Hahaha ... Sayang, itu Billy tidak berfungsi dengan baik di hadapan wanita, justru aku khawatir ketika Billy sedang berdua denganmu."


" Sialan kalian! Berhenti menggoda orang yang baru sembuh! Aku lapar dan ingin makan." Billy menggerutu dan berjalan ke arah meja makan.


~ Rumah Sakit ~

__ADS_1


Tangan Hera mengalami patah tulang, serta kakinya lumpuh sementara. Dia sangat frustasi dengan keadaannya. Emosinya tidak setabil, Hera selalu marah dan melempar sesuatu ketika ada seseorang yang datang ke ruangannya.


"Kalian sudah menemukan siapa yang menabraknya?" Tuan Jhon menanyakan kepada para anak buahnya.


"Menurut informasi, plat mobil itu adalah plat mobil bekas tang sudah rusak dan berada dj pembuangan mobil bekas."


"Sialan! Apa kalian juga sudah dapat rekaman panggilan milik Isabella?"


"Sudah Tuan tapi dia tidak melakukan panggilan ke orang lain, hanya beberapa orang yang dia hubungi."


"Siapa saja?"


"Pacarnya dan Billy, orang yang kita tabrak."


Tuan Jhon memijat pelipis dengan pelan, dia merasa semua seperti karma, dibalas dengan kejadian yang sama. Tuan Jhon mencoba meredakan berita tentang gambar asli milik Hera, tapi tidak ada hasil juga. Dia jiga berusaha menutupi kondisi Hera sekarang dengan hati-hati, tapi ternyata berita sudah menyebar luas. Melacak yang menyebarkan gambar Hera pun juga tidak di ketahui.


"Ayah! Sudah ada kabar siapa yang menabrakku?"


"Belum. Ini semua dilakukan dengan sangat hati-hati dan teliti."


"Apa ini tidak cukup aneh? Dalam hitungan jam, aku mendapatkan balasan atas apa yang sudah aku perbuat ke Belle." Hera mencoba berfikir keras.


"Sepertinya Belle tidak ada waktu untuk meladeni kamu. Dia terlalu sibuk untuk acaranya yang tanpa cacat sedikitpun."


"Kenapa berita itu muncul disaat acara Belle berlangsung. Secara otomatis aku sudah menjadi sampah di dunia fashion, dan Belle mendapatk keuntungannya." Hera tidak bisa lagi menahan amarah.


"Mulai sekarang kita harus lebih hati-hati lagi." Tuan Jhon beeusaha memperingatkan anaknya.


"Ayah tolong lihat baik-baik." Hera mengambil kalung dari tasnya. Dia mencuri kalung milik Belle sebelum dia kabur dari acara.


"Dasar anak bodoh! Kenapa kau mengambil kalung buatan Valerie!"


"Aku sudah merencanakannya, aku akan menjual kalung ini di pasar gelap, orang-orang di sana akan berebut untul memiliki kalung ini."

__ADS_1


Dengan bangga Hera merencanakan keuntungan yang besar dari apa yang sudah dia ambil. Hera tidak bisa membedakan perhiasan asli dan palsu. Semua kalung yang Belle bawa ke acara, semuanya hanya tiruan, kalung-kalung yang asli masih aman di ruang pemyimpanan aksesoris di rumahnya. Tentu saja Belle mengetahui kalau Hera mengambil beberapa kalung imitasi tersebut, dan dia membiarkan itu terjadi.


Belle sudah memprediksi bahwa Hera akan menjualnya. Entah apa yang akan terjadi jika Hera benar-benar menjual kalung-kalung itu di pasar gelap.


__ADS_2