Dendam Mafia

Dendam Mafia
Chapter 26 Kembalinya Ayah Alech 1


__ADS_3

Setelah jam makan siang, Belle mendapatkan email balasan yang berisikan bahwa Yohji setuju dengan ajakan Belle untuk bertemu. Dengan kebetulan Yohji sedang berada di London. Tidak perlu menunggu lama, Belle langsung menghubungi Yohji dan membuat janji pertemuan jam tiga sore.


Belle sudah reservasi tempat di restoran Bloomsbury street kitchen, karena Yohji yang sedang berada di the British Museum jadi Belle memesan tempat di dekat Museum itu. Ia bersiap untuk pergi kesana lebih awal, karena membutuhkan waktu kurang lebih setengah jam untuk sampai di sana dengan menggunakan mobil.



Belle sampai lebih awal tiga puluh menit dari waktu yang ditentukan. Ia mempersiapkan beberapa design untuk dijadikan bahan meeting.


Tepat pukul tiga sore, Yohji datang dan langsung mengenali Belle. Karena Belle sudah terkenal di majalah dunia fashion sebagai pendatang baru yang berbakat.


"Konnichiwa Isabella." Yohji membungkuk di depan Belle.


"Hallo master Yohji." Belle juga membungkuk memberikan salam sesuai adat Jepang.


Belle mengikuti adat orang Jepang yang selalu membungkukkan badan ketika menyapa.


"Akhirnya aku bisa bertemu denganmu." Yohji duduk di depan Belle.


"Terimakasih master, anda sudah meluangkan waktunya untuk bertemu dengan saya di tengah kesibukan anda." Belle tersenyum ramah.


"Aku sudah berniat ingin bertemu denganmu setelah rancanganmu ikut berpartisipasi dalam acara ulang tahun perusahaan diamond. Tapi aku belum sempat untuk menghubungimu."


"Saya tersanjung mendengarnya. Sudah seharusnya saya yang menemui anda seperti ini." Wajah Belle terlihat tenang namun ramah dan sopan saat berbicara.


"Aku tidak suka jika kita berbicara formal, panggil saja aku kakek." Yohji memang sangat unik, gaya yang nyentrik sesuai dengan pribadinya yang bebas dan santai.


"Baik kek, panggil saja saya Belle." Belle mengikuti kemauan Yohji dengan senang hati.


Waiters menghidangkan menu yang Belle pesan, makanan Mediterranean dan Japanese small plates. Yohji terkejut melihat makanan yang tersedia di meja.


"Belle, terimakasih sudah memberikan makanan terbaik. Semua makanan ini adalah makanan yang aku suka."

__ADS_1


"Syukurlah kek jika kau menyukainya. Mari kita makan dulu sebelum melanjutkan obrolan kita. Sebelum Belle bertemu Yohji, ia sudah mencari tahu makanan yang Yohji suka, ternyata tidak sulit dan semua yang Yohji suka ada di restoran ini.


Setelah mereka menghabiskan makanannya dan Yohji berada di suasana hati yang baik, barulah Belle membicarakan tentang kerja samanya.


Belle menyampaikan tujuannya dan memberikan design pakaian yang ia buat. Yohji sangat senang melihat design pakaian dengan perpaduan nyentrik namun lembut.


Tanpa butuh waktu lama, Belle dan Yohji melakukan kesepakatan dan kontrak kerja sama. Mereka berencana untuk melakukan fashion show hasil dari rancangan mereka berdua dalam waktu tiga bulan lagi.


Yohji meminta agar dirinya sendiri yang memantau pembuatan pakaian yang akan di pamerkan. Belle sangat terkesan dengan permintaan Yohji serta loyalitas yang ia miliki.


***


Jakob dan Marcus berhasil membawa Jhon ke markas Jakob, dengan keadaan setengah sadar. Setelah Jhon selesai memakamkan Hera, Jakob dan Marcus langsung menculik Jhon.


"Ka kalian!" Jhon sangat ketakutan melihat Marcus dan Jakob saat ia tersadar.


"Dimana kau menyembunyikan Giselle dan Valerie?" Suara Jakob sangat dingin.


Jakob menyalakan video, di mana Jhon sedang membawa Giselle dan Valerie masuk ke dalam pesawat menuju Amerika.


Jhon terkejut melihat itu. Bagaimana semua pergerakannya bisa ketahuan oleh Jakob dan Marcus. Ia semakin ketakutan, dan menyadari betapa mengerikannya Jakob dan Marcus.


Jakob mendapatkan rekaman itu setelah ia menghabiskan waktu sebulan. Itupun dengan bantuan Belle.


"Jadi kau masih mau berpura-pura?" Marcus berjalan memutari Jhon.


Jhon " ... "


"Aku berusaha berbaik hati kepadamu, tapi kenapa kau mempersulit dirimu sendiri? Setelah kau mengatakan di mana Giselle dan Valerie berada, kami akan melepakanmu." Jakob memberikan tawaran kepada Jhon.


"Aku akan memberitahu tapi tolong lepaskan aku."

__ADS_1


"Dasar bodoh! Kami akan melepaskanmu setelah kami menemukan Giselle dan Valerie." Marcus sudah tidak sabar dengan Jhon.


"Me mereka ada di Phuket, Thailand." Jhon menyerah demi nyawanya.


Jakob dan Marcus keluar dari markas dan kembali ke rumah Jakob. Jakob mengambil ponselnya dan menelepon Isaac.


Isaac adalah kakak kandung Belle yang selama ini ia sembunyikan dari semua orang termasuk Belle. Setelah Isaac lahir, Valerie meminta agar Isaac harus segera di bawa ke Rusia, karena kondisi waktu itu sedang tidak bagus untuk keluarganya. Dengan perlindungan dari ayah Jakob, Isaac berhasil terselamatkan.


"Nak, pergi ke Phuket dan temukan ibumu serta Giselle disana."


"Baik ayah."


Tanpa bertanya apapun, Isaac pergi ke Phuket dengan menyamar sebagai wisatawan. Isaac paham dengan daerah itu, karena dia memiliki beberapa markas tersembunyi di sana. Markas yang ia buat tanpa sepengetahuan kakek dan ayahnya, dan hanya dia yang tahu.


Setelah Isaac sampai di Phuket, dia mendatangi markasnya dan mulai melacak markas Joseph, Isaac menemukan ada tujuh markas milik Joseph.


Joseph yang sedang duduk santai, menghisap cerutu di rumahnya tidak menyadari bahwa bahaya akan datang kepadanya. Dia juga tidak menunjukkan rasa sedih akan kehilangan cucunya sendiri, Hera. Bahkan dia tidak menghadiri acara pemakaman cucunya itu.


"Ayah! Lepaskan aku! Anakku meninggal, tapi kenapa aku tidak boleh melihatnya untuk yang terakhir kali?" Diana menggedor-gedor pintu kamarnya yang terkunci dari luar.


Diana adalah istri Jhon, ibu dari Hera. Keluarga Jhon tidak menyukai Diana karena dia tidak sepintar Giselle dan Valerie. Meskipun dia cantik dan lembut namun IQ di bawah rata-rata. Ia berasal dari keluarga biasa. Jhon menikahinya karena Diana mirip dengan Valerie.


Selama pernikahan Diana dengan Jhon, ia selalu di perlakukan tidak baik. Jhon akan memperlakukan Diana dengan sangat lembut hanya di saat Jhon sedang mabuk. Namun Jhon selalu memanggil Diana dengan nama Valerie di saat ia sedang tidak sadar.


Kala itu Diana berusaha melarikan diri dari rumah Jhon dan mengancam akan melaporkan Jhon ke polisi dengan tuduhan penganiayaan. Tapi Jhon meminta ayahnya untuk membawa Diana ke Amerika. Sekarang Diana menjadi tahanan di rumah Joseph.


Di rumah ayah mertuanya itu, meskipun Joseph tidak pernah menyentuhnya dan memberikan apa yang ia butuhkan dengan gantinya Diana tidak diperbolehkan untuk keluar dari kamarnya, bahkan bertemu dengan Hera. Joseph menghapus identitas Diana untuk berjaga-jaga kalau Diana akan kabur lagi dari Amerika.


Awalnya Diana tidak tahu bahwa Jhon memiliki ayah seorang mafia. Yang ia tahu bahwa Jhon adalah anak dari seorang pengusaha di Amerika. Diana berharap hidupnya akan lebih baik jika menikah dengan Jhon. Jhon bersikap sangat baik dan lembut selama mereka pacaran, bahkan Jhon selalu memberikan barang-barang mewah serta membiayai kuliah Diana sampai selesai. Betapa naifnya Diana.


Tidak disangka justru sekarang hidup Diana sangat berantakan.

__ADS_1


__ADS_2