Dendam Mafia

Dendam Mafia
Chapter 8 New World 1


__ADS_3

Dua minggu setelah acara ulang tahun perusahaan Mr. Carl, Belle menghabiskan waktu di apartmentnya. Merancang baju musim panas, melanjutkan hobinya bermain komputer, dan setiap sabtu, minggu Alech datang untuk mengajak Belle bermain board games. Semenjak Alech sering datang ke apartment, Billy jadi meluangkan waktu di akhir pekan hanya untuk bermain, ya.. Billy sangat menyukai permainan board games. Mulai dari Castle of Burgundy, Catan, dan Istanbul. Billy selalu menagih games baru kepada Alech.


Hidup Belle semakin berwarna semenjak mengenal Alech, banyak hal menarik yang Alech berikan kepadanya. Dia semakin nyaman bersama Alech, tanpa disadari Belle yakin untuk jatuh cinta kepada Alech.


Hari ini Alech datang untuk menjemput Belle, dia mengajak Belle untuk makan di salah satu restoran pinggir pantai.


"Sudah siap?" Alech bergegas berdiri setelah melihat Belle keluar dari kamarnya.


"Let's go... Aku sudah lapar, hahahaha..." Belle mengenakan sepatu dan mengikuti Alech dari belakang.


Seperti biasa, mereka pergi menggunakan motor milik Alech. Tak butuh waktu lama untuk mereka sampai di restoran yang sudah di reservasi oleh Alech. Mereka sangat menikmati makanannya. Restoran yang menjual berbagai menu makanan di seluruh dunia ini sangat terkenal akan rasanya yang original, cukup sepadan dengan harganya.


"Setelah ini ayo kita melihat-lihat pantai dan siapa tahu ada cafe yang nyaman untuk menikmati ea krim." Alech memanggil waiters untuk memberikan tagihan.


Belle hanya mengangguk, tanda bahwa ia setuju ajakan Alech.


Mereka berjalan menyusuri pinggir pantai, tidak cukup terik namun terasa hangat, angin yang bertiup terasa segar.


Cafe ea krim yang Alech bicarakan tidak cukup ramai, cafe yang berwarna warni seperti es krim membuat orang yang melihat merasa nyaman untuk berada disana. Cafe dua lantai dengan balkon yang beratapkan pohon anggur itu menambah sejuk suasana.


"Belle, aku suka padamu." Alech menatap Belle dengan intens.


"Uhuk... uhuk... Sorry, apa yang barusan aku dengar?" Belle tersedak es krim mendengar pernyataan Alech yang mendadak.


"Aku menyukaimu Bell, wanna be my girl?" Alech meraih tangan Belle dan menggenggam dengan erat.


"Alech, aku juga menyukaimu, dan... ya aku mau jadi pacarmu." Wajah Belle memerah, menjawab dengan gugup membuatnya terlihat imut.

__ADS_1


Alech mencium tangan Belle. "Terimakasih beb, aku sudah menantikan saat ini."


Belle hanya tersenyum mendengar kata-kata Alech. Rasa canggung menyelimuti suasana, ini kali pertama Belle memiliki pacar, jadi dia tidak tahu apa yang harus ia lakukan.


"Sayang, temanku akan datang kesini, dia melihat motorku terparkir di parkiran depan, jadi dia ingin bergabung bersama kita. Bagaimana menurutmu?"


"It's ok Alech, justru aku senang kita bisa ramai-ramai makan es krim."


"Hahaha... kau manis sekali. Ok aku akan memberitahu temanku."


Alech mengirimkan pesan ke temannya, dan tak lama kemudian ia datang.


"Sayang... ini Daniel, teman kuliahku dulu." Alech mengenalkan mereka berdua.


"Niel, ini Isabella. Ummm... dia pacarku."


"Hi Daniel, aku Isabella panggil saja Belle."


Mereka bertiga berbincang layaknya teman lama, terlebih Belle adalah orang yang mudah beradaptasi dengan orang baru.


***


Kantor Mr. Carl


Rapat direksi para pemegang saham diadakan seperti biasa, setelah ulang tahun perusahaan. Pemegang saham yang sah beranggotakan sepuluh orang, termasuk Belle.


" Kita berhasil menaikkan saham perusahaan dengan sangat drastis, wanita itu sungguh berbakat dan mungkin dia bisa jadi karyawan eksekutif kita." Dengan semangat salah satu pemegang saham memberikan saran agar Belle menjadi karyawan di perusahaan.

__ADS_1


Mr. Carl tersenyum bangga.


" Dia adalah pemegang saham terbesar kita, menggantikan ibunya. Dia sama seperti ibunya, tidak diragukan lagi."


Para pemegang saham terlonjak kaget, siapa yang menyangka bahwa memang Belle memiliki pengaruh besar untuk saat ini seperti mendiang ibunya.


" Lalu kenapa dia tidak datang dirapat kali ini? Atau mungkin dia belum tahu kalau dia adalah pemegang saham terbesar?" Pemegang saham yang lainnya menanyakan ketidak hadiran Belle.


"Aku sudah memberitahunya, dan dia belum menghubungiku, dia mengatakan bahwa dia butuh waktu untuk mempelajari perusahaan, aku memaklumi keputusannya, ini dunia baru untuknya," Kata Mr. Carl dengan santai.


Tuan Jhon menatap sinis ke arah Mr. Carl. Tuan Jhon adalah salah satu pemegang saham terbesar nomor tiga setelah Belle dan Mr. Carl, dia juga memiliki anak yang terjun ke dunia fashion, Hera bekerja di perusahaan Mr. Carl dan ia juga memiliki butik sendiri, namun Hera tidak membuat atau mendesign pakaian, dia meminta pegawainya untuk melakukan itu semua dan di claim sebagai hasil karya Hera.


Tuan Jhon merasa Belle adalah saingan dari anak kesayangannya itu, dan menganggap bahwa Belle adalah ancaman untuk bisnis Hera. Tuan Jhon merasa tidak tenang akan kehadiran Belle di dunia fashion. Sepanjang perjalanan pulang, kepalanya terasa pening, mencari ide agar Belle tidak menjadi pusat perhatian melebihi Hera. Untuk saat ini Hera adalah designer nomor 1 di kota London, tentu saja dengan bantuan Tuan Jhon, segala cara licik dilakukan untuk memberikan nama pada anaknya itu.


Mr. Carl mengetahui semua apa yang sudah Tuan Jhon lakukan untuk anaknya, namun ia tidak perduli, selama Tuan Jhon tidak merugikan perusahaan atau mengganggu orang-orangnya. Tapi sekarang Mr. Carl cemas, entah apa yang akan dilakukan Tuan Jhon untuk mengganggu Belle kedepannya.


"Aku sengaja memanggilmu kesini, karena para pemegang saham terlalu berisik menanyakan ketidak hadiranmu di rapat para pemegang saham tadi pagi," kata Mr. Carl kepada Belle yang tengah duduk di sofa abu-abu.


"Maafkan aku Mr, aku baru saja selesai mempelajari dokumen-dokumen yang anda berikan."


"Lalu, kapan kau akan siap menjalankan perusahaan?"


"Besok, mulai besok aku akan mengambil semua tanggung jawabku di perusahaan." Belle menjawab dengan tegas.


Senyum Mr. Carl mengembang, "Bagus, aku yakin kamu bisa bekerja dengan baik dan aku harap kau tetap membuat desaign untuk meramaikan dunia fashion. Karena kedepannya cukup sulit untukmu. Ada salah satu pemegang saham namanya Jhon, dia tua bangka yang licik, dan Hera adalah anak kesayangannya, kamu pasti sudah dengar tentang Hera, dua orang itu yang harus kau waspadai, ayah dan anak sama saja pembuat onar, dia sudah menunjukkan rasa tidak suka atas kehadiranmu dan menganggap kau sebagai ancaman untuk karir Hera, tapi kau jangan takut, aku ada di pihakmu, katakan saja kepadaku jika kamu butuh bantuan."


" Jangan khawatir Mr. Carl aku akan menangani mereka jika mereka berbuat licik kepadaku, aku sudah mempersiapkan kemungkinan seperti itu terjadi."

__ADS_1


Belle sudah mengetahui seluk beluk para pemegang saham sampai ke keluarga, memang yang paling berbahaya adalah Tuan Jhon yang sebagai otak kejahatan sehingga anaknya tidak bisa terkalahkan.


__ADS_2