Dendam Mafia

Dendam Mafia
Chapter 20 Berhentilah sampai di sini 1


__ADS_3

Alech segera pergi ke Amerika demi mendapatkan surat resmi membuka cabang di London lagi. Niat Alech disambut baik oleh keluarga besar dan kakek Alech. Karena mereka tahu kemampuan Alech di atas rata-rata, dan Alech yang akan menjalankan perusahaan itu maka tidak ada yang perlu dipertimbangkan lagi.


Sementara itu, Belle menjalankan tugasnya untuk membicarakan kerja sama dengan perusahan safir ke para pemegang saham diamond kecuali tuan Jhon. Berkat Belle yang pintar bernegosiasi, semua pemegang saham menyetujui untuk melakukan kerja sama dengan perusahan safir. Persiapan untuk mendirikan kembali perusahaan safir sudah delapan puluh persen. Tuan Jakob dan Mr. Carl juga ikut serta membantu Alech dan Belle untuk mendirikan kembali perusahaan safir.


~ Rumah Isabella ~


"Ayah, kau sudah datang? Kenapa tidak langsung menghubungiku?" Belle terkejut, ternyata ayahnya sudah ada di rumah dengan pakaian santai, kaos putih dan celana kain hitam favoritnya.


"Ayah tidak mau mengganggu rapatmu, jadi ayah langsung datang ke rumah."


"Ayah sudah makan?" Tanya Belle.


"Jangan khawatirkan ayah, ayah bisa cari makan sendiri." Tuan Jakob menjawab dengan cuek.


Belle tahu kenapa ayahnya berbicara ketus kepadanya. Ia langsung memeluk ayahnya dengan erat.


"Aku tahu ayah ingin dipeluk, tapi cobalah untuk mengatakannya, jangan seperti gadis yang menjengkelkan." Goda Belle.


"Hahaha ... Gadis nakal, kau mencoba mempermainkan ayahmu sendiri, hah?" Tuan Jakob menepuk punggung Belle dengan keras.


"Aw! Ayah! Itu menyakitkan, ternyata tenaga pak tua ini masih sangat besar." Belle melepaskan pelukannya dan menjauh dari ayahnya.


"Sini kau gadis nakal! Sudah mengolok ayah sendiri seperti gadis lalu pak tua, terus apa lagi?" Tuan Jakob mengangkat tangannya, bersiap untuk memukul Belle.


Belle berlari menghindari ayahnya, namun tuan Jakob tidak menyerah, dia mengejar Belle.


"Baiklah! Baiklah! Ampun tuan Jakob yang kasar! Aku menyerah!" Sambil berlari memutari satu set sofa Belle menyatakan menyerah kepada ayahnya.


Tuan Jakob terengah-engah mengejar Belle, begitu juga dengan Belle. Tiba-tiba Belle tertawa ringan.


"Hehehe ... Ayah, sudah berapa lama kita tidak seperti anak kecil seperti ini." Belle duduk dan bersandar di sofa.


"Entahlah, sudah cukup lama." Tuan Jakob mengatur nafasnya dan duduk di samping Belle.


"Ayah, aku akan pergi mandi, lalu kita bisa membicarakan tentang safir dengan Alech." Belle berdiri dan berjalan menuju kamarnya.


"Siapkan juga bir!" Tuan Jakob berteriak meminta bir kepada Belle yang sudah sampai di lantai dua.

__ADS_1


"Baik bos!"


Tuan Jakob melihat-lihat rumahnya sendiri. Masih sama tidak ada yang berubah, yang berubah hanya tidak ada kehadiran istrinya dan kakak Belle yang selama ini ia sembunyikan.


"Seandainya kalian ada di sini dan tidak harus terpisah, pasti kita akan menjadi keluarga yang sangat bahagia." Kata-kata yang selalu diucapkan oleh tuan Jakob di dalam hatinya.


Suara ketukan pintu membuyarkan angan-angan indah tuan Jakob.


Tok tok tok


Anak buah tuan Jakob membuka pintu, lalu mempersilahkan Alech untuk masuk.


" Tuan Jakob, lama tidak bertemu." Alech menjabat tangan tuan Jakob.


"Terimakasih nak, kau sudah menjaga putriku dan membantunya."


"My pleasure."


"Ayo kita ke ruang kerja, Belle akan menyusul." Tuan Jakob berjalan menuju ruang kerja yang diikuti oleh Alech.


"Well ... Sudah lengkap, ayo kita mulai." Belle meletakan botol bir di meja.


Alech menyerahkan dokumen yang ia bawa dari Amerika.


"Semua sudah siap, dan gedung safir yang dulu butuh waktu lama untuk direnovasi. Saya berniat untuk mencari gedung baru, tapi belum ada yang menjual gedung perkantoran." Alech menjelaskan kepada tuan Jakob dan Belle.


"Untuk itu kau tidak usah khawatir seperti anak remaja yang sedang bimbang." Tuan Jakob melirik Belle.


"Pffttt ... Oh ini cara balas dendam ayah, menarik!" Belle menggumam.


Alech kaget dengan jawaban tuan Jakob, ia tertakikik dan melirik Belle. "Anak dan ayah sama saja."


"Tolong fokus dan kalian berhentilah menatapku. Ayah sudah punya solusi, lalu dimana tempatnya?" Belle meluruskan percakapan.


"Lokasinya ada di samping diamond fashion. Itu gedung milikku, yang aku sewakan kepada Carl, tadi aku sudah berbicara padanya dan dia akan segera mengosongkan tempat itu. Aku beri dia waktu tiga hari untuk berkemas." Tuan Jakob menjawab dengan santai.


Belle tercengang mendengar penjelasan ayahnya. Ternyata ayahnya lebih menakutkan melebihi penagih hutang.

__ADS_1


"Well ... Semua sudah beres, mungkin kita butuh waktu sekitar satu minggu untuk mengumumkan kembalinya safir dan grand opening." Belle mencoba mengkalkulasikan waktu.


Tiba-tiba tuan Jakob memanggil anak buahnya, tidak lama kemudian anak buah tuan Jakob membawa tiga koper besar ke dalam ruang kerja. Alech dan Belle saling bertatapan, tidak tahu apa yang sedang direncanakan oleh tuan Jakob.


Anak buah tuan Jakob membuka ketiga koper itu, Belle terlonjak kaget. Di dalam koper-koper itu berisikan kotak perhiasan penuh.


"Ini adalah hasil buatan dari safir, perhiasan ini didesign oleh istriku dan dikerjakan oleh safir. Sebenarnya masih ada sembilan koper lagi, tapi aku malas membawanya. Tiga koper sudah lebih dari cukup untuk grand opening." Tuan Jakob mengangkat bahunya acuh.


" Ayah! Kenapa tidak ayah bawa semua?" Belle sedikit kesal kepada ayahnya. Namun dia berusaha tetap tenang.


" Aku tidak mau dibilang pamer jadi aku hanya membawa sedikit."


" Katakan apa yang ayah pikirkan?" Belle sudah malas untuk menebak-nebak pikiran ayahnya.


" Anakku sayang, bukankah beresiko untuk membawa semua? Aku tidak takut mereka akan dicuri, tapi bagaimana kalau ada orang yang menawar mereka dengan harga tinggi? Aku tidak tega melihat orang memohon dan tidak tega juga untuk melepaskan perhiasan-perhiasan yang malang itu." Wajah tuan Jakob memelas seperti anak kecil. Itu cukup membuat Belle frustasi.


" Hah ... Aku selalu dibuat pusing oleh ayah. Aku benar-benar menyerah jika berhadapan dengan ayah. Bagaimana ibu bisa menjinakkan ayah." Belle menghela nafas panjang.


" Ummm ... Maaf tuan dan nona, simpan dulu keluh kesah kalian. Aku akan menyampaikan beberapa hal lagi. Para pengrajin yang dulu bekerja di safir London ternyata semua ditarik ke kantor pusat di Amerika, dan mereka bersedia untuk kembali ke London dengan penuh harapan, jadi kita harus cepat bergerak."


Belle dan tuan Jakob paham maksud dari perkataan Alech.


"Semua sudah beres dan tidak ada masalah lain. Bagaimana kalau sekarang kita melakukan sesuatu yang menyenangkan." Tuan Jakob mencoba mengatakan idenya.


"Aku sudah tahu pikiran ayah, lakukanlah tapi ingat tidak lebih dari tiga tempat." Belle memperingatkan ayahnya.


Alech paham dengan obrolan ini. Dia tersenyum puas, karena ini yang dia tunggu-tunggu. Ia menahan tidak untuk melakukannya karena Belle melarangnya, dan dia tidak mau membuat Belle kecewa. Tapi tuan Jakob bisa membujuk Belle.


"Alech, tugasmu membereskan tiga tempat. Lakukan dengan rapi dan bersih." Tuan Jakob memerintahkan kepada Alech. Dia tahu Alech sudah menantikannya.


"Baik tuan Jakob, aku akan lakukan dengan baik malam ini."


"Pembicaraan kita sudah selesai. Aku ingin menonton kejadian menarik malam ini dan makan pop corn." Tuan Jakob terlihat sangat puas.


Belle hanya bisa menghela nafas panjang, melihat kelakuan ayahnya yang tidak bisa dikendalikan.


"Take your time. Aku akan beristirahat dulu." Belle keluar dari ruang kerja dan memijat pelipisnya.

__ADS_1


__ADS_2