Dendam Mafia

Dendam Mafia
Chapter 30


__ADS_3

LE QUECUM BAR


Setelah Belle diundang untuk menjadi pembicara kuliah umum di Central Saint Martin, ia pergi ke sebuah bar dekat river thames untuk menghilangkan penatnya.


Petikan gitar yang terdengar dari luar bar seolah menarik para pejalan kaki untuk datang.



Belle duduk tidak jauh dari panggung. Melihat dengan cermat jemari gitaris yang saling beradu. Alunan melodi yang merdu membuat suasana semakin nyaman, memanjakan telinga para pengunjung.


"Silahkan, ini menunya. Sepertinya kamu baru pernah datang ke sini." Bartender wanita menyodorkan menu.


"Thanks. Iya ini pertama kali aku datang ke sini." Belle tersenyum ke arah bartender wanita itu dengan ramah.


"Good! Datanglah kapanpun, di sini selalu menampilkan live musik untuk para pelanggan."


"Umm ... Ada rekomendasi cocktail yang cocok untukku?"


"Anda datang sendiri?" Tanya bartender wanita, dan berfikir cocktail yang cocok untuk Belle yang datang sendiri.


"Ya aku datang sendiri."


"Kalau begitu mungkin ini cocok untukmu, cocktail sangria aman untuk wanita yang datang sendiri, rasanya lembut namun tidak memabukkan. Ada apel, pir, dan jeruk yang ditambahkan ke sangria anggur merah serta resep rahasia yang aku racik sendiri." Bartender mengedipkan satu matanya. Senyumnya yang lebar memperlihatkan gigi kelincinya, bartender manis nan ramah itu.


Belle tersenyum senang. "Ok, aku percayakan padamu."


Tidak menunggu lama, bartender wanita tadi membawakan cocktail sangria pesanan Belle.



Bartender wanita itu tersenyum dan meletakkan cocktail di atas meja. "Ini dia pesananmu."


"Oh terimakasih."


"Di sini area merokok, kau bisa menikmati cocktail ini, live musik, dan rokokmu. Oh ya namaku Amelia."


Belle mengangguk. "Aku Belle."


Mereka berjabat tangan dan tersenyum satu sama lain.


Amelia gadis berambut hitam dan bermata abu-abu. Mungkin umurnya sekitar dua puluh tahunan. Masih sangat muda dan berbakat dalam meracik cocktail.


Salah satu gitaris menatap Belle dan senyuman samar terbit di bibirnya. Setelah mereka menyelesaikan satu lagu, gitaris itu menunjuk Belle untuk bernyanyi.


"Aku akan mengajak salah satu pengunjung untuk menyanyikan satu buah lagu. Mungkin nona yang duduk sendiri di sana bisa naik ke atas stage?"


Belle menoleh ke belakang dengan wajah tenang. Namun di belakang Belle hanya ada meja bartender.


"Aku?" tanya Belle sambil menunjuk ke dirinya sendiri.


"Ya kamu." Gitaris itu tersenyum dan melambaikan tangan ke arah Belle untuk naik ke atas stage.


Belle membung nafas berat untuk mengurangi rasa gugupnya, ia berdiri dari tempat duduknya. Ia berjalan ke arah gitaris itu dan duduk di sebelahnya.


"Kau pilih lagu dan aku akan mengikutimu dengan gitarku," kata gitaris itu.


Sesaat Belle berfikir, ia langsung memilih satu lagu. "Bisa kau iringi lagu Bradley Cooper dan Lady Gaga, I'll never love again, untukku?"


"Sure, with my pleasure." Gitaris itu tersenyum dan ia mulai mengatur gitarnya.


Wish I could, I could've said goodbye


I would've said what I wanted to


Maybe even cried for you


If I knew it would be the last time


I would've broke my heart in two

__ADS_1


Tryna save a part of you


Don't wanna feel another touch


Don't wanna start another fire


No other name fallin' off my lips


Don't wanna give my heart away


To another stranger


Or let another day begin


Won't even let the sunlight in


No, I'll never love again


I'll never love again, oh, oh, oh, oh


When we first met


I never thought that I would fall


I never thought that I'd find myself


Lying in your arms, mm, mm


And I wanna pretend that it's not true


Oh, baby, that you're gone


'Cause my world keeps turnin', and turnin', and turnin'


And I'm not movin' on


Don't wanna feel another touch


Don't wanna start another fire


No other name fallin' off my lips


Don't wanna give my heart away


To another stranger


Or let another day begin


Won't even let the sunlight in


No, I'll never love


I don't wanna know this feelin'


Unless it's you and me


I don't wanna waste a moment, ooh


And I don't wanna give somebody else the better part of me


I would rather wait for you, ooh


Don't wanna feel another touch


Don't wanna start another fire


Baby, unless they are your lips


Don't wanna give my heart away

__ADS_1


To another stranger


Don't let another day begin


Won't let the sunlight in


Oh, I'll never love again


Never love again


Never love again


Oh, I'll never love again


(hayoo siapa yang ikut nyanyi... 🤣)


Semua pengunjung bertepuk tangan setelah Belle menyelesaikan lagu itu. Belle berdiri dan membungkuk. "Terimakasih."


Belle turun dari stage menuju ke mejanya. Ia menyesap cocktail untuk membasahi tenggorokannya.


"Hey Bell, suaramu sangat bagus dan aku terbawa suasana." Amelia menepuk pundak Belle dan duduk di sampingnya.


"Thanks. Syukurlah kalau kau menikmati lagu tadi dengan suaraku." Belle terkekeh.


Gitaris itu mendekat ke meja Belle, dan di sambut hangat oleh Amelia. "Hai Pill! Permainan gitarmu sangat menakjubkan seperti biasanya, selalu menyihir para pengunjung."


"Hahaha ... Kau selalu mengatakan itu sampai aku bosan mendengarnya," ucap gitaris itu dengan tertawa.


"Boleh aku duduk di sini?" Gitaris itu meminta izin kepada Belle.


"Tentu."


"Kalau begitu aku akan kembali ke meja bar untuk membuatkan cocktail spesial kesukaanmu, Pill." Amelia bangkit dan bergegas menuju meja bar.


"Aku filip, panggil saja Pill." Gitaris itu memperkenalkan diri kepada Belle. "Suaramu sangat merdu, aku tidak perlu bersusah payah mengimbangi nada suaramu."


"Aku Isabella, panggil saja Belle. Thanks atas sindiranmu." Belle tersenyum mendengar pujian dari seseorang yang berhasil membuatnya gugup.


"Hahaha ... Aku tidak sedang menyindirmu, suaramu terdengar merdu dan sangat menyentuh. Atau lagu itu ..."


Dengan sigap Belle mengalihkan topik. "Kau sangat mahir bermain gitar, pasti kau terbiasa berkeliling untuk live musik."


Pill tersenyum paham. "Ya, hobi yang menjadi penghasilan, mungkin."


Amelia datang membawa cocktail Fig Bourbon Cider Smash favorit Pill.


"Bagaimana kabar anakmu, Pill? Sudah lama aku tidak melihatnya datang bersamamu." Amel meletakkan cocktail dan duduk di tengah-tengah Belle dan Pill.


Pill menyesap cocktail sambil memejamkan mata. "Cocktailmu selalu enak seperti biasa. Anakku sedang pergi ke rumah kakeknya di Perancis."


Belle tidak banyak berbincang, dia menikmati cocktail dan sesekali menimpali obrolan Amelia dengan Pill.


"Sepertinya aku harus pergi. Terimakasih untuk cocktail super lezat ini, Amelia. Nice to meet you Pill." Belle mengeluarkan 100 euro dan ia letakkan di atas meja.


.


.


.


Belle masuk ke studio dengan langkah gontai. Ia sedikit mabuk malam ini.


"Dari mana saja kau gadis nakal?" Billy yang mendengar Belle pulang, keluar dari kamarnya.


Belle tidak menjawab pertanyaan Billy. Ia sudah meringsek di atas sofa dan tertidur.


Tanpa Belle sadari, Alech memperhatikan Belle selama di bar dan mengikutinya sampai ke studio.


" Sampai kapan kau akan menghindariku?" Alech yang masih di dalam mobil menatap studio Belle dengan perasaan bersalahnya.

__ADS_1


__ADS_2