Dendam Mafia

Dendam Mafia
Chapter 7 - New world


__ADS_3

Tepat dua bulan, tujuh hari Belle menyelesaikan sepuluh gaun yang Mr. Carl minta. Belle menyelesaikan dengan sempurna, terkesan unik dan elegan.


Belle bernafas dengan ringan, tunggu satu minggu lagi untuk acara perusahaan. Ia duduk dengan santai di balkon apartment miliknya, menikmati bir dan rokok sambil memandang bangunan tinggi di kota London.


Ting tong, ting tong


Belle bergegas membuka pintu apartemen.


"Hey Alech, ayo masuk."


"Hey Belle, bagaimana kabarmu?" Sebelum masuk Alech mencium pipi Belle dengan lembut.


"Umm... Kabarku baik, dan semua sudah selesai." Belle menutup pintu lalu bergegas menyusul Alech ke dapur.


"Apa yang kau bawa? Sepertinya enak?" Belle mengendus makanan yang masih didalam kantong kertas.


Sambil mengeluarkan makanan dari kantong kertas "Ini bebek panggang, tadi aku mampir ke sebuah resto Turki yang cukup terkenal di dekat apartemen ku."


"Wow luar biasa! I love it so much. Sudah lama aku tidak makan bebek panggang." Belle langsung duduk dan menunggu Alech menyiapkan makanan, seperti anak kecil yang menanti ibunya untuk menyuapi.


"Hahaha... Ayo makan." Alech menyodorkan piring untuk Belle.


"Di mana Billy?" Mata Alech menelusuri ke seluruh ruangan.


"Jangan tanyakan lagi, jelas dia pergi kerja dan setelahnya pergi kerumah pacarnya, mungkin."

__ADS_1


Setelah mereka makan, Alech bergegas mencuci piring dan menyusul Belle ke balkon.


"Thanx Alech, makanannya sungguh lezat." Belle mengecap mulutnya, masih ada sisa rasa makanan di dalam mulutnya.


"U're welcome. Bagaimana gaunmu? Sudah selesai?" Alech menoleh kebelakang untuk melihat manekin yang bergaun cukup cantik.


"Yap. Sudah jadi semua, tinggal menunggu pesta perayaan perusahaan Mr. Carl." Belle menghisap rokoknya dan menghebuskan asap dengan perasaan lega.


Hari Perayaan


Semua sibuk untuk mempersiapkan red carpet, termasuk Belle. Dia sibuk sedari pagi di ruang make up membantu para model mengenakan gaun-gaun miliknya.


Sebentar lagi akan tiba giliran gaun milik Belle tampil di red carpet. Para model terlihat percaya diri menggunakan gaun milik Belle.


" Thanx so much. Mohon bantuannya Cintya." Belle membungkuk hormat kepada Cintya dan para model lainnya.


Cintya memeluk Belle. " Dengan senang hati miss... Kami akan melakukan yang terbaik untukmu."


Pembawa acara melanjutkan tugasnya. "Setelah ini kita akan melihat gaun-gaun karya dari Miss Isabella, wanita mudah yang berbakat serta pendatang baru di dunia fashion. Langsung saja kita tampilkan karya Miss Isabella yang bertema Mother Of Heaven."


Para model berjalan satu persatu keluar dari balik panggung menuju panggung catwalk, mereka memamerkan hasil karya Belle dengan penuh penjiwaan, inner-beauty mereka memancarkan dengan kuatnya menambah kemewahan dari gaun-gaun itu, seakan gaun itu menyampaikan pesan tersendiri kepada penonton yang hadir.


Orang-orang tercengang, kagum melihat gaun-gaun Belle. Mereka pecinta fashion sudah lama tidak melihat karya yang sangat menyentuh hati.


Belle tersenyum bangga dan puas di balik panggung, ia melihat dari layar tv yang menyiarkan semua dari depan panggung.

__ADS_1


Sebagai penutup dari karya Belle, ia naik ke atas panggung untuk mendapatkan apresiasi dari penonton. Ketika Belle naik ke atas panggung, para penonton memberikan standing applause untuk Belle. Mr. Carl naik ke atas panggung memberikan bunga, begitu juga dengan para model serta hampir semua penonton memberikan bunga kepada Belle. Tidak disangka sahabatnya Billy dan juga Alech datang ke acara itu dan mereka memberikan bouquet bunga super besar kepada Belle. Rasa hari dan bahagia menyeruak dari dalam hati Belle, tanpa sadar ia meneteskan air mata.


Acara selesai dengan lancar dan penuh dengan kejutan. Belle yang sedang bersiap pulang di hampiri oleh para model. Para model sangat senang apa yang terjadi di atas panggung dan memberikan support kepada Belle untuk terus membuat gaun yang lebih dahsyat.


"Miss... kami senang hari ini dan kami juga ikut berbahagia atas karya pertamamu, betapa beruntungnya kami mengenakan gaun yang luar biasa itu. Kami siap menjadi model atas gaun-gaunmu selanjutnya." Para model menjabat tangan dan memeluk Belle.


"Nak... apa kau bisa ke ruanganku sebentar?" Mr. Carl meminta Belle untuk ke ruangannya.


Tanpa basa basi Belle masuk ke ruangan Mr. Carl, dan disambut pelukan hangat dari Mr. Carl.


"Belle, terimakasih nak, kau sungguh menakjubkan. Berkatmu aku juga mendapatkan keuntungan, nilai sahamku naik 5%. Ini sesuatu di luar pemikiranku, aku tidak pernah berfikir untuk kenaikan saham, tapi kau membawa keberuntungan. Mungkin ini waktunya aku memberikan hadiah sesuai dengan permintaan mendiang ibumu." Terlihat jelas Mr. Carl sangat puas dengan karya Belle. Ia mengeluarkan map yang berisikan dokumen, dan menyerahkan kepada Belle.


" Apa ini Mr?" Belle masih bingung kertas apa yang di berikan oleh Mr. Carl.


" Bacalah dulu, nanti akan aku jelaskan." Mr. Carl menyodorkan rokok dan memberikan bir untuk Belle.


Belle menyalakan rokoknya dan meneguh bir di hadapannya, sambil membaca dokumen. " Diamond Fashion, berada di bawah perusahaan Mr. Carl memiliki saham 40% dari perusahaan tersebut, pemilik saham terbesar adalah ibuku? Apa-apaan ini?" Belle tidak bisa mencerna semua yang ia baca, ini semua terlalu cepat dan mendadak.


"Jadi ibumu dan aku bekerja sama membangun perusahaan fashion ini, dan ibumu mendirikan anak perusahaan yang bernama Diamond Fashion, ibumu sukses menjadi pemegang saham terbesar dibandingkan aku, aku hanya sebagai perwakilan saja, setelah kamu menunjukkan bahwa kamu mampu di dunia fashion maka tugasku sebagai wakil sudah selesai, dan ini semua akan di limpahkan kepadamu. Itu permintaan ibumu dan sudah disetujui oleh semua pemegang saham yang lainnya" Mr. Carl menjelaskan dengan sangat hati-hati.


"Mr... Tolong beri aku waktu untuk mencerna semuanya sendiri, ketika aku sudah bisa berfikir jernih, aku akan datang kesini dan meminta penjelasan yang lebih detail. Untuk sekarang aku lelah dan ingin pulang. See you Mr. Carl!" Belle keluar dari kantor dengan perasaan yang bercampur aduk.


Hari ini adalah hari yang tidak bisa ia lupakan sepanjang hidupnya, semua yang Belle terima hari ini sungguh di luar ekspetasi, terlebih tentang dokumen, saham, dan perusahaan. Ini semua benar-benar tidak diduga. Belle hanya menghela nafas panjang. Untuk saat ini dia hanya ingin beristirahat dengan nyaman dan tenang setelah beberapa bulan belakangan ini.


Perlahan Belle mulai menutup matanya dan tidur dengan perasaan bangga, puas dan bahagia. Bagi Belle ini adalah tidur paling berkualitas di sepanjang hidupnga.

__ADS_1


__ADS_2