
Dania membuka pintu kamar rawat bersama Firza, Dania meminta Firza mengantar nya untuk bertemu dengan Luna, setelah Firza menemui nya.
"Dania." Sapa Luna.
Dania berjalan mendekat ke arah Luna yang sedang terbaring lemah di atas tempat tidur, Luna tersenyum tangan nya mencoba meraih tangan Dania, tapi Dania malah menjauh dan membuat Firza tersentak kaget.
"Nggak, saya benci sama kamu. " Ucap Dania menjauh.
"Dania, maafkan saya. " Ucap Luna.
"Kamu jahat Luna, mencintai sampai kamu hamil. Dan kalian itu berdua jahat, kamu juga Firza. " Ucap Dania.
"Maafkan saya, maafkan saya Dania. Maaf kan kami berdua, kami saling mencintai." Ucap Firza.
"Tapi cara kalian itu salah, kalian bohongin saya. Dan kamu Luna, dengan sakit kamu seperti ini apa saya akan memaafkan kamu? Tidak karena saya terlanjur sakit hati dan di permalukan oleh banyak orang. Saya benci kalian berdua, benci. " Bentak Dania dan langsung pergi meninggalkan kamar rawat Luna.
"Dania, tunggu. " Ucap Luna dengan suara lemah.
"Hiks.. hiks.. hiks.. maafkan saya Dania. " Isak Luna , Firza pun langsung memeluk tubuh Luna.
"Sudah ya, jangan menangis. Biarkan dia luapkan emosi nya. " Ucap Firza.
"Hubungan kita ini memang dari awal, hubungan yang membuat semua orang tidak suka. "
"Biarkan mereka tidak suka, asal kita bahagia."
****
"Ayah, Bunda ijinkan saya menikah dengan Luna. " Ucap Firza di depan kedua orang tua nya.
"Dari awal kan sudah bilang tidak setuju." Ucap Pak Wahyu.
"Ayah Ibu hanya menyetujui kamu menikah dengan Dania bukan Luna. " Ucap Ibu Wike.
"Ayah Bunda ini kenapa sih, bukan nya dari kecil kalian juga saya sama Luna, perhatian karena anak dari sahabat Ayah sama ibu, kenapa malah sekarang kalian menjauhi saya."
"Firza, kamu dekat hanya sebatas sahabat bukan untuk di jadikan seorang istri. Dan kamu tahu, Luna bukan anak dari Sinta dan Prabu. Ayah hanya ingin kamu menikah dengan Dania, itu saja. " Ucap Pak Wahyu.
"Menikah demi suntikan dana, iya kan Ayah. Asal Ayah dan Ibu tahu, kalian tidak bisa menolak Luna, karena Lun sedang hamil anak saya. " Ucap Firza membuat kedua orang tua nya terkejut.
__ADS_1
"Maksud kamu apa Firza, jangan mengada - ngada kamu. " Ucap Ibu Wike.
"Kamu mau Ayah cepat mati..!! "
"Luna hamil, dia hamil anak saya. Kami memang sering melakukan nya. " Ucap Firza jujur.
"Kamu benar - benar Firza. " Bentak Pak Wahyu.
"Kamu memang anak yang ingin kedua orang tua kamu mati perlahan. " Ucap Ibu Wike.
"Maaf kan saya, Bu, Ayah saya sangat mencintai Luna, dan Ayah sama Ibu harus tahu. Luna sedang sakit, dia terkena Leukimia."
"Sudah hamil, kanker dan kamu menikah dengan perempuan tidak berdaya. Kamu mau menghabiskan waktu bersama wanita yang umur nya tidak panjang lagi. " Ucap Pak Wahyu.
"Iya, saya akan habiskan waktu bersama Luna. Biarkan saya mendampingi dia, saya yakin Luna juga akan sembuh. "
*****
"Om, Tante saya ingin menikah dengan Luna.Saya sudah bilang sama Ayah dan Ibu. " Ucap Firza saat sekarang berada di rumah sakit.
"Apa mereka setuju? " Tanya Pak Prabu.
Firza menggeleng kan kepala nya , sedangkan Pak Prabu menarik nafas panjang.
"Saya tetap akan menikah dengan Luna, anak di dalam kandungan Luna, akan butuh saya nanti. " Jawab Firza.
"Pah, kita nikah kan saja . " Bujuk Ibu Sinta.
"Baik, tapi Om ingin ada saksi dari salah satu keluarga kamu. "
*****
"Ada apa kamu kemari Prabu? " Tanya Pak Wahyu sinis.
"Wahyu, kita ini memang sekarang tidak seperti dulu. Persahabatan kita renggang karena kisah percintaan anak kita, tapi percintaan mereka di belakang nya ada sebuah akibat dari tingkah laku orang tua nya. Dan anak kita menjadi korban nya. " Jawab Pak Prabu.
"Sudahlah jangan bertele - tele, ada apa? "
"Anak kita akan menikah, Firza kemarin sudah datang menemui kami. "
__ADS_1
"Anak itu memang kurang ajar, kalau saya tidak setuju bagaimana? "
"Wahyu, walau Luna bukan anak kandung saya, dia saya didik menjadi seorang Dokter yang hebat. Dia itu cerdas, dia itu membuat bangga orang tua nya. Bahkan masyarakat kini mengenal dia, dan banyak pasien yang suka untuk di obati sama Luna."
"Itu dulu, bukan sekarang. Kalau dia Dokter hebat kenapa dia bisa sakit, seharusnya dia juga bisa rawat diri. "
"Dokter juga manusia, punya kelebihan dan kekurangan dan tubuh nya pun bisa lemah. Wahyu, coba kamu pikirkan lagi, bila posisi anak kamu perempuan, dia hamil dan dari pihak pria tidak menyetujui, bagaimana tindakan kamu? Apakah hanya diam saja atau seperti saya. Kamu pikir kembali, dan ingat kita ini salah, salah besar telah merebut kebahagiaan anak kita, kamu ijinkan Firza menikah dengan anak saya. Biarkan mereka bahagia. "
"Saya akan ijinkan, tapi saya tidak akan pernah anggap anak kamu menantu. "
"Baik, tapi saya anggap anak kamu itu anak saya juga. Kamu itu memaksa menikah kan Firza dan Dania bukan untuk anak kamu tapi kepentingan kamu sendiri yang hanya mengejar dunia. Sekarang kamu sedang jatuh, dan ini kamu rasakan berada di titik terendah. "
"Kamu begitu senang cara bicara nya, kamu pasti tertawa bukan."Ucap Pak Wahyu menatap tidak suka Prabu.
"Saya tidak pernah berpikir licik seperti Surya, saya tahu kamu berjuang dari Nol beda dengan Surya. Tapi asal kamu ingat, saya sebagai sahabat kamu tidak pernah menusuk dari belakang atau bertindak seperti Surya."
*****
Luna pun di make up cantik oleh Mamah nya, riasan sangat sederhana tanpa balutan pakaian pengantin.
Didepan cermin Luna menatap wajahnya yang sekarang semakin tirus karena kurus tubuh nya.
"Mah, Luna masih cantik kan? " Tanya Luna sambil memegang cermin.
"Masih sayang, buktinya Firza mau menikah sama kamu. " Jawab Ibu Sinta.
"Firza menikah karena rasa tanggung jawab Mah. " Ucap Luna.
"Kata siapa karena tanggung jawab, hamil tidak nya juga saya tetap akan menikah sama kamu. Baik sakit atau tidak saya tetap menikah sama kamu. Perubahan di tubuh kamu tidak membuat saya ini akan pergi meninggalkan kamu, saya akan tetap mencintai kamu. Menerima kamu apa adanya. " Ucap Firza.
"Terima kasih. " Ucap Luna tersenyum.
"Cinta saya tidak akan pernah berubah, bagaimana kondisi kamu cinta ini akan tetap ada untuk kamu. "
Ibu Sinta melihat dengan sangat terharu, hingga meneteskan air mata nya, berharap Luna akan kembali seperti dulu.
*****
"Bagaimana, pengantin pria sudah siap? "Tanya Pak penghulu.
__ADS_1
" Sudah siap Pak. " Jawab Firza.
Kedua orang tua Firza tidak datang, hanya di wakilkan oleh Aldi, dan teman nya Robby. Terlihat Luna sambil bersandar di kepala ranjang dengan kondisi yang lemah.