Detak Jantung Terakhir

Detak Jantung Terakhir
Cemburu


__ADS_3

"Kita ke depan yuk, nanti Dania sama Bang Aldi curiga. " Ucap Luna dan Firza pun melepaskan pelukan nya.


"Yuk, tapi jangan cemburu ya. " Ucap Firza.


"Iya, saya kuat - kuat kan agar tidak cemburu." Ucap Luna tersenyum.


Mereka pun berjalan ke arah teras depan penginapan dengan jarak Luna berjalan duluan, lalu Firza berjalan di belakang Luna.


"Lah, barengan. Lama banget kamu Firza di kamar mandi kayak cewek. " Celetuk Aldi.


"Biasa Bang, buang air besar dulu. " Ucap Firza.


"Eh.. kita makan siang yuk. " Ajak Dania.


"Dania, serius saya ini baru kemari. Ini kita kembali lagi pukul berapa? " Tanya Aldi.


"Sore nanti kita balik. " Jawab Dania.


"Yuk makan, lapar. " Ucap Dania langsung berdiri.


"Yuk akh makan, lapar nih. " Ucap Luna.


Mereka pun akhirnya makan, dengan menu aneka hasil laut. Lalu mereka makan di satu meja dengan posisi mereka saling berhadapan, Luna berhadapan dengan Aldi sedangkan Dania berhadapan dengan Firza.


Firza menoleh saat tangan Aldi mengelap sudut bibir Luna yang terdapat sambal, Firza langsung menyudahi makan nya.


"Kok, nggak habis? " Tanya Dania.


"Tiba - tiba kenyang. " Jawab Firza.


Luna menatap ke arah Firza dan lalu melanjutkan makan nya lagi, Aldi yang tidak tahu apa - apa mengajak nya mengobrol.


****


"Makasih Dania, sudah ajak kita liburan. Ya walau bayar masing - masing. " Ucap Luna.


"Sama - sama, nanti kapan - kapan kita jalan - jalan lagi ya. " Ucap Dania.


"Jalan - jalan tapi buat schedule dulu biar kita ini enak persiapan uang. Untung persediaan dompet tebel ya nggak Bang, kalau kempes kita pulang berenang. " Ucap Firza.


"Yuk, nanti ke malam an. " Ucap Aldi.


Firza pun mengantarkan pulang ke rumah masing-masing hingga Luna yang terakhir di bawa nya ke arah rumah Firza.


"Ini jalan rumah kamu yank? " Ucap Luna.


"Iya, saya ingin ngajak kamu ribut. " Ucap Firza.


"Ribut apa? Ehm... pasti masalah pas liburan."


"Iya, di depan saya Bang Aldi main lap itu sudut bibir. "


"Sayang, kan hubungan kita Backstreet. Kamu tahu kan Dania mencintai kamu , saya tidak ingin Dania sakit hati atau kecewa. "


"Terus tentang perasaan kita, apa kita akan seperti ini terus? "


"Tunggu waktu yang tepat, saya belum siap."

__ADS_1


Mobil pun masuk ke rumah pribadi milik Firza, rumah minimalis yang di bangun dengan hasil keringat sendiri.


Luna dan Firza pun masuk kedalam rumah, Firza mengunci pintu rumah nya dan langsung memeluk tubuh Luna.


"Yank, kamu jangan begini. " Ucap Luna saat Firza menciumi tengkuk leher nya.


"Rasanya cemburu seperti ini." Ucap Firza membalikkan tubuh Luna hingga kini mereka saling berhadapan.


Luna mengalungkan kedua tangan nya di leher Firza sedangkan Firza memeluk pinggang Luna hingga tubuh mereka kini sangat dekat.


"Ini pelajaran buat yang bikin cemburu." Firza langsung mencium bibir Luna dengan saling ******* dan memainkan lidah.


"Ini juga sama buat yang udah bikin cemburu." Luna mencium bibir Firza dengan menggigit nya hingga Firza me****mas pa******ra Luna dengan sontak kaget.


"Nakal ya. " Ucap Luna melotot kan mata nya.


"Memang kamu gadis nakal nya Bang Firza." Firza mengangkat tubuh Luna ala bridal style dengan bibir mereka saling berciuman dengan berjalan menuju ke arah Kamar.


***


"Yank, aduh gawat ini sudah jam 4 pagi. Mamah sama Papah bisa marah sama saya." Ucap Luna langsung memakai pakaian nya dengan bergegas.


"Jam berapa ini? " Tanya Firza dengan suara khas orang bangun tidur.


"Jam 4 pagi. " Jawab Luna langsung menyisir rambut nya.


"Apa, jam 4 pagi. " Firza pun langsung bergegas memakai kaos dan celana nya.


"Mau kemana?" Tanya Luna.


"Mau antar pulang. " Jawab Firza.


"Yank, jam 4 pagi loh. Kamu cewek, jalanan masih sepi. "


"Kalau antar pulang, Mamah papah curiga tahu. "


"Saya antar, sampai belokan. "


****


Luna membuka pintu gerbang yang tidak di kunci berjalan perlahan agar tidak di ketahui oleh Mamah Papah nya.


Dengan pelan Luna membuka pintu rumah , dan saat melangkah ke arah tangga lampu ruang tengah menyala.


"Papah." Ucap Luna.


"Dari mana kamu? "


"Habis dari rumah sakit pah, tadi mendadak dapat panggilan bantuan Dokter ada kecelakaan. "


"Kecelakaan? Papah kok nggak tahu."


"Kecelakaan, itu Pah satu rumah terjebak kebakaran."


"Dokter jaga di rumah sakit besar begitu kurang? "


"Nggak sih, kan jadwal nya Luna. Udah y Pah mau tidur dulu. " Ucap Luna langsung berlari masuk kedalam kamar.

__ADS_1


"Ini gara - gara semalam. " Ucap Luna langsung membuka kancing pakaian nya satu persatu hingga memperlihatkan dada nya penuh dengan tanda merah yang di berikan oleh Firza.


Luna tersenyum mengingat kejadian tadi malam, hingga mereka melakukan nya beberapa kali.


*****


"Kenapa kamu? " Tanya Aldi.


"Pegel Bang. " Jawab Aldi.


"Pegal kemarin? "


"Iya capek banget. "


"Saya saja pulang - pulang langsung tidur, capek banget. "


"Habis pada kemana sih? " Tanya Robby.


"Liburan Rob, sambil PDKT. " Jawab Aldi dan langsung Firza melirik ke arah Aldi.


"Firza, itu di leher kamu merah kenapa? " Tanya Robby, refleks Firza langsung memegang nya dari ingat semalam Luna menggigit nya tepat yang di pegang nya.


"Oh ini, kena gatal - gatal. " Ucap Firza bohong.


*****


Luna berjalan menuju ke arah ruang rawat yang terdengar sebuah keributan, terlihat seorang pasien wanita tua sedang memarahi Dania, hingga terlihat obat- obat an yang tercecer di lantai.


"Ada apa? " Tanya Luna.


"Nah, saya hanya ingin di rawat sama Dokter Luna bukan Dokter seperti kamu. " Jawab Wanita tua yang bernama Oh Anna.


"Bu Oh, maaf kenapa sama Dokter Dania? " Tanya Luna.


"Dokter Luna, Dokter Dania itu kasar dan Dokter tahu obat dari dia membuat saya lama di rawat sedangkan obat yang dari Dokter Luna cepat sembuh. Dan Dokter tahu, obat yang dia berikan membuat saya menggigil dengan jantung berdebar kencang. " Jawab Ibu Oh.


"Saya itu benar kasih resep, dan tidak pernah kasar. Hanya masukan jarum suntik ke selang infus karena obat nya terasa perih saja. " Ucap Dania mencari pembelaan.


"Maaf Dok, ibu saya kemari ini hanya ingin Dokter Luna yang periksa, dan di rawat Dokter Luna bukan Dokter Dania. " Ucap Anak Ibu Oh bernama Steven.


"Nanti saya pertimbangkan lagi, karena sekarang Ibu Oh ada di bawah penanganan Dokter Dania. " Ucap Luna sambil memeriksa laporan Ibu Oh.


"Kamu tahu kan penyakit Ibu Oh itu? " Tanya Luna.


"Iya, Hypertensi, gula darah yang tinggi bahkan jantung. " Jawab Dania.


"Komplikasi tepat nya, tolong obat ini kamu ganti, dan kurangi dosis nya, pasien tidak kuat memakai obat ini. rekam medis nya ada kan, sebelum di periksa kamu pelajari rekam medis nya. "


"Kalau ini pasien kamu, seharusnya saat daftar bilang mau di tangani Dokter Luna."


"Dia awal nya di larikan ke UGD kan, dan Dokter umum disini tidak hanya saya saja. Kecuali saat chek up dia pasti mintanya ke saya. "


"Terus? "


"Dia pasien kamu, saya hanya kasih saran itu saja. "


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2