
"Kamu benar, nggak capek habis ada jadwal tadi malam? " Tanya Firza sambil memakai sepatu nya.
"Iya, nggak apa - apa. Kamu ada tugas mendadak kan? " Jawab Dania kembali bertanya.
"Iya, nanti sih Mamah mertua yang akan tinggal disini, kasihan kalau Luna sendiri. Kamu tahu kan kondisi nya semakin hari semakin drop. "
"Status kanker gimana? "
"Stadium 4."
"Terus? "
"Saya sudah berusaha untuk memberikan yang terbaik buat Luna, tapi jujur kalau sampai itu terjadi Saya belum siap. "
"Insya Allah, Luna pasti sembuh. "
"Makasih ya, sore Mamah baru sampai. "
"Iya, santai saja. "
"Kamu kalau mau istirahat, istirahat saja. Tapi jangan jauh - jauh dari Luna. "
"Iya."
Firza pun masuk kembali kedalam kamar nya, Luna sedang berbaring di atas tempat tidur sambil tersenyum ke arah Firza.
"Sayang, berangkat dulu ya, nanti Luna akan jaga kamu. " Ucap Firza sambil membelai pipi Luna.
"Malam sudah di rumah kan? " Tanya Luna pelan.
"Sudah, malam sudah di rumah. Sekarang mau ada tugas mendadak, ada pengamanan. Mau di bawakan apa pulang nya? "
"Mau kamu pulang saja. "
"Tunggu, sekarang berangkat. " Firza mencium kening Luna lalu turun ke bibir.
"Dan, titip Luna. "
*****
"Kita lihat tv ya, kamu suka kan acara TV cerita kisah nyata begitu. " Ucap Dania sambil memencet tombol remote.
"Dan, kalau mau istirahat, tidur saja. "
"Iya, santai saja. "
Terdengar suara orang masuk, Dania langsung menaruh remote nya kembali.
"Firza pulang lagi apa ya? Saya lihat dulu. " Ucap Dania langsung keluar kamar.
"Dania, ya ampun kamu disini? " Ucap Ibu Wike, Dania langsung mencium tangan Ibu Wike.
"Apa kabar sayang? " Tanya Ibu Wike langsung membawa Dania untuk duduk di sofa.
"Alhamdulillah baik, Tante gimana kabarnya? " Jawab Dani kembali bertanya.
"Alhamdulillah, kabar Tante baik, dan Om sekarang di rumah sakit - sakit an. "
__ADS_1
"Sakit apa Tante? "
"Jantung nya kumat. "
"Sudah berobat? "
"Sudah, kalau kamu nggak keberatan, kamu saja yang menjadi Dokter Om Wahyu. Siapa tahu kalau kamu Dokter nya, Om bisa sembuh. "
"Maaf kan, Bunda sama Ayah Tante. "
"Sudah, memang kami yang salah. Punya banyak hutang. " Ucap Ibu Wike.
"Kamu kok bisa ada disini? Firza mana? " Ucap Ibu Wike sambil mencari Firza.
"Firza kan sedang Dinas, saya temani Luna. " Ucap Dania.
"Dia itu merepotkan, istri tidak bisa apa - apa masih saja di pertahankan. Seharusnya kamu jadi istri nya, apalagi sekarang kan, kamu dekat lagi sama Firza. Bagaimana kalau hubungan kalian lebih dari sekedar sahabat."
"Sudahlah Tante, saya tidak mau memaksakan diri atau Firza untuk mencintai saya. Dan Saya hanya ingin, melihat Luna Dan Firza bahagia. Mungkin di depan, sudah ada jodoh Saya yang sedang menunggu di ujung jalan. "
"Kamu ini, padahal Tante sama Om berharap kamu yang menjadi istri Firza. "
"Nggak akan Tante, saya pun sadar. "
****
"Ada Ibu? " Ucap Luna.
"Iya, sekarang sedang duduk. " Ucap Dania.
"Kamu bisa bantu saya ke kursi roda? "
"Maaf ya, makasih. "
"Sama - sama. "
Dania pun membantu Luna untuk bangun, dan duduk di atas kursi roda, setelah berusaha akhirnya Dania bisa membantu Luna untuk duduk di kursi roda.
"Bunda." Sapa Luna saat sampai di ruang keluarga.
"Astaga." Ucap Ibu Wike, tersentak kaget saat melihat tubuh Luna makin kurus, dengan rambut botak nya.
"Ini kamu? " Tunjuk Ibu Wike.
"Iya, ini Luna menantu Ibu. " Ucap Luna.
"Kamu kenapa jadi jelek begini. " Ucap Ibu Wike sedangkan Luna hanya tersenyum.
"Luna memang jelek sekarang. " Ucap Luna.
"Tante " Ucap Dania menatap tajam ke arah Ibu Wike.
"Cepat sembuh, jangan banyak merepotkan orang. " Ucap Ibu Wike.
"Saya juga ingin sembuh, hanya saja penyakit ini nggak sembuh - sembuh. " Ucap Luna.
"Luna, mending kita masuk kamar lagi, Tante kalau mau pulang tolong pintu di tutup lagi ya. Saya mengantuk banget, belum tidur. " Ucap Dania langsung mendorong kursi roda masuk kedalam kamar.
__ADS_1
"Iya, Tante pulang. " Ucap Ibu Wike.
****
"Makasih Dania, sudah mau di repot kan." Ucap Ibu Sinta.
"Sama - sama Tante, Luna sudah minum obat. Dia sedang istirahat. " Ucap Dania.
"Tante, maaf kan Dania. Kalau Dania salah. " Ucap Dania kembali.
"Tante sudah maaf kan kamu kok" Ucap Ibu Wike.
"Makasih banyak Tante, Dania memang salah."
"Kita lupakan sayang, yang sudah - sudah ya. "
*****
"Mah, Dania sudah pulang? " Tanya Firza saat baru sampai.
"Sudah, dari habis maghrib. Kamu makan dulu. " Jawab Ibu Sinta.
"Kenyang Mah, tadi baru saja makan. "
"Oh, ya udah mamah masukin kedalam lemari makan ya, nanti kalau malam mau makan ada di dalam lemari. "
"Iya Mah, Papah kok jarang kesini? "
"Papah kan sekarang sering keluar kota sama Lunar negeri, menghadiri beberapa seminar Dokter, kemarin saja kunjungan di salah satu rumah sakit di Afrika. Dua bulan sekarang Papah full jadwal, baru bulan depan kosong."
"Oh, pantas nggak lihat - lihat. Firza nggak tanya kirain sibuk pembangunan rumah sakit baru. "
"Nggak, Firza mamah boleh tanya? "
"Tanya saja Mah, kenapa? "
"Dania sama kalian berdua sudah akrab lagi? "
"Sudah Mah, Dania kemari minta maaf. "
"Tapi kamu nggak ada niat menikah sama Dania kan? "
"Nggak lah Mah, ngapain nikah sama dia. Dania juga sudah lupakan masalah perasaan nya. "
"Syukur lah, Mamah takut kamu tinggalkan Luna. "
"Mah, jujur Luna menjodohkan saya dengan anak Profesor Nugroho, namanya Casandra, dia seorang wartawan. Jujur, Casandra suka sama Firza. Dan Luna juga tahu, Luna berusaha untuk membantu Casandra dekat sama Firza. Mamah bisa lihat sendiri kan,Mamah lihat Luna yang membuat masalah dari awal, begini itu cara saya nanti meninggal kan dia. Demi Allah Mah, saya nggak ada niat meninggal kan Luna. "
"Mamah paham nak, Mamah nggak mau intinya kamu menikah sama Dania, Casandra atau siapa kek untuk saat ini. Temani Luna, hingga waktu tertentu, Luna itu butuh kamu. "
"Firza janji, nggak akan tinggalkan Luna. "
"Makasih sayang. "
.
.
__ADS_1
.