
"Om, tolong dengar kan saya dulu. Tolong sampai kan pada Luna, kalau saya di jebak oleh Dania. " Ucap Firza yang terus mengejar Pak Mario.
"Om, ada bukti nya. Ini suara asli Dania, saksi nya Bang Aldi. Om lihat kan bagaimana kondisi fisik saya saat ini. " Ucap Firza, dan akhirnya membuat Pak Mario pun berhenti.
Dania pun menatap dari jauh, dan mendengar suara Firza yang lantang tentang peristiwa malam itu.
"Tolong Om, dengar kan rekaman ini. " Ucap Firza langsung menunjukkan sebuah rekaman pada Pak Mario.
Pak Mario lalu meminta ke sekretaris nya untuk membuka rekaman tersebut dan mendengar kan nya bersama - sama.
Pak Mario, mendengar kan rekaman tersebut sambil menatap ke arah Dania, sadar sedang di tatap Dania menundukkan wajahnya dan lalu memalingkan.
"Om sekarang tahu kan kalau saya tidak salah." Ucap Firza.
"Om akan bawa bukti ini, tapi Om nggak akan kasih tahu kamu, dimana Luna. "
"Nggak apa - apa Om, yang penting Luna tahu."
"Ok, Kamu pulang. Dan bawa dia keluar, kalau tidak mau saya akan panggil security. "
"Siap Om. "
*****
"Kamu benar - benar tidak punya harga diri ya sekarang. " Ucap Firza pada Dania.
"Iya, saya sudah tidak memiliki harga diri, karena saya ingin bisa hidup dan makan. " Ucap Dania.
"Jadi hidup kamu sekarang sengsara, karma jatuh pada keluarga kamu. "
"Karma, kamu bilang karma. Kamu yang kena karma. "
"Kamu nggak ingat, bagaimana orang tua kamu hina keluarga saya dengan kesombongan orang tua kamu. Sekarang kamu paham kan, karma sedang terjadi pada keluarga kamu. " Ucap Firza.
"Apa semua orang benar - benar membenci saya, karena saya awal dari segala masalah? "
"Kamu tanya? Saya jawab iya. "
*****
Ibu Sinta menerima rekaman video pembicaraan Firza dan Dania, Pak Prabu pun mendengar kan nya.
"Firza nggak salah. " Ucap Ibu Sinta.
"Saya tidak ingin berhubungan lagi dengan keluarga Wahyu, apalagi Surya. " Ucap Pak Prabu.
"Papah, mau tetap mendukung perceraian? "
"Iya, kamu jangan kasih bukti rekaman ini ke Luna. "
"Kalau Luna tahu kebenarannya, dia pasti akan marah. "
__ADS_1
"Dia suatu saat akan mengerti, betapa sakit nya kedua orang tua nya memiliki sahabat palsu. "
"Pah, barang kali kita kasih tahu Firza, kondisi Luna. Mungkin Papah nanti bisa bicara sama Firza baik - baik. "
"Nggak, ingat jangan kasih tahu. " Ucap Pak Prabu langsung pergi meninggalkan Ibu Sinta.
*****
Firza menunggu telepon dari seseorang namun hingga satu minggu setelah pertemuan dengan adik Ibu Sinta, Pak Mario. Firza belum juga ada kabar, Firza berkali-kali melihat ponsel nya namun tak kunjung ada notif pesan atau panggilan.
"Rekaman nya sampai tidak ya. " Ucap Firza.
Firza pun langsung berjalan ke arah motor nya, dan pergi meninggalkan rumah nya. Di perjalanan pikiran Firza sudah tidak karuan, motor nya melesat sangat kencang, hingga sampai di kediaman rumah Pak Mario.
"Firza." Sapa Elisa istri Pak Mario. Firza pun mencium punggung tangan adik Ipar mamah mertua nya.
"Om ada Tante? " Tanya Firza.
"Om, baru berangkat pagi, ke luar negeri. " Jawab Elisa dengan logat bahasa yang berbeda, karena Elisa blasteran namun lama tinggal di luar negeri.
"Begini Tante, apa Om Mario sudah memberikan rekaman pada Luna atau Mamah Papah, tentang masalah saya sama Dania itu sebenarnya, saya di jebak Dania. Dan asli nya, saya itu tidak melakukan hal seperti itu."
"Tante mendengar nya, suami Tante sudah kasih ke Kak Sinta, jangan khawatir. "
"Tapi kenapa sampai sekarang belum ada kabar dari sana? "
"Kalau itu Tante tidak tahu, maaf ya. "
"Maaf Tante tidak bisa bilang. "
"Tante, tolong. Sekali saja saya ingin melihat istri saya, tolong tante, tolong. " Ucap Firza memohon.
Ibu Elisa diam, dan menatap kasihan pada Firza dengan mata berkaca - kaca.
"Baik Tante akan bilang, dia ada di negara K, di rumah sakit Samantha Hospital. Kamu datang saja ke sana, di lantai 5 kamar nomer 106.kamu bisa temui Luna di sana. "
"Makasih Tante, makasih. " Ucap Firza sambil mencium punggung tangan nya.
*****
"Kamu kasih tahu? " Bentak Pak Mario dari seberang.
"Maaf kan saya, tapi apa salah nya kalau Firza meminta ingin bertemu dengan istri nya. Dia masih punya hak. " Ucap Ibu Elisa.
"Kapan dia akan datang kesini? "
"Saya tidak tahu, yang jelas dia akan kesana."
"Buat pusing saja, kelakuan ponakan. "
"Yang buat pusing ini adalah kita nya, tinggal katakan yang sebenarnya pada Luna jujur saja, beres kan. "
__ADS_1
"Tapi Kak Prabu, ingin mereka tetap cerai."
"Bujuk Kak Prabu, kasihan mereka. "
*****
"Jadi kamu, akan berangkat sekarang kesana?" Ucap Aldi saat melihat sepupu nya sedang berkemas.
"Iya, saya berangkat sekarang. " Ucap Firza.
"Ingat, minggu depan kamu sudah harus berangkat ke tempat tugas yang baru. " Ucap Firza.
"Saya akan selesai kan masalah ini, setelah itu saya kembali. "
"Kamu sudah siap semua nya? "
"Siap, apapun terjadi. Tapi saya masih berharap, Luna mau kembali. Karena saya tidak salah. "
"Hati - hati. "
"Iya, Bang. Yuk kita berangkat. "
*****
"Saya sudah mengemis pada Om Mario, tapi tetap tidak bisa. " Ucap Dania.
"Kamu datangi, Leo. Pasti Leo akan luluh, karena Leo itu orang nya gampang kasihan." Ucap Ibu Rika.
"Nggak akan bund, Om Leo pasti sama. "
"Kan belum di coba. "
"Nggak Bund, apalagi Om Mario tahu kebenarannya, bahkan saya memohon dia malah pergi. Sama hal nya dengan Om Leo, pasti sama. " Ucap Dania.
"Susah banget sih, mentang - mentang raja bisnis, hampir investor dalam maupun luar negeri bekerja sama dengan Brawijaya Group jadi seperti orang sok penting. Coba kalau kamu tidak melakukan kesalahan, pasti Ayah kamu berada di deretan pengusaha sukses lain nya. "
"Kita sekarang sudah tidak bisa apa - apa lagi."
"Ya itu karena kamu, kita miskin jadi nggak bisa berbuat apa - apa, uang yang buat kita bisa bertindak "
*****
Firza pun sampai di negara K, perjalanan memakan waktu 14 jam membuat Firza tidak sabar untuk segera sampai.
Musim yang berbeda, Negara K sedang berada di musim dingin. Dengan jaket tebal, suhu yang berada di 10 derajat celcius, membuat Firza memakai berlapis - lapis pakaian.
Firza pun mencari taksi yang akan membawa nya ke rumah sakit yang di beri tahu oleh Ibu Elisa.
Taksi pun berhenti tepat di depan nya, dan Firza pun naik ke dalam taksi tersebut, dan meminta supir untuk mengantarnya ke Samantha Hospital.
"Semoga saja, kamu sekarang kondisi yang baik Luna, saya kangen sama kamu. " Ucap Firza pelan.
__ADS_1