
"Kamu makan lah, pasti kamu lapar. " Ucap Ibu Sinta memberikan sepiring stick dan kentang rebus balur keju.
"Mamah, nggak ada stok beras, biasa nya Mamah ada. Karena sering nya tidur di rumah sakit, jadi Mamah hanya stok seadanya. " Ucap Ibu Sinta.
"Ini juga makasih, untung saja ada Mamah. Hotel dekat sini penuh semua. " Ucap Firza sambil memakan nya.
"Mamah, sewa apartemen disini, selama pengobatan Luna. Pemilik apartemen ini teman Papah, dia pindah ke negara tetangga. Namun Apartemen nya di sewa - sewa kan, kebetulan kosong jadi kami sewa selama di sini. " Ucap Ibu Sinta.
Firza merogoh dompet nya, dan memberikan kartu ATM pada Ibu Sinta, dan membuat Ibu Sinta bingung.
"Maksud nya apa ini? " Tanya Ibu Sinta.
"Mah, ini ada tabungan Firza, barang kali buat biaya berobat disini, nanti Firza akan transfer setiap bulan nya. Walau beberapa juta disini, cukup lah buat berobat Luna. " Jawab Firza menjelaskan.
"Nggak perlu, kamu simpan saja. "
"Nggak Mah, tolong terima. Ini sebagai bukti saya itu suami yang bertanggung jawab."
"Baik, mamah terima.Mamah gunakan saja, nanti kalau butuh lagi tinggal bilang sama Firza, tapi Firza janji kok, bakal setiap bulan gaji nya bakal masuk ke rekening. Dan nomer pin nya, tanggal pernikahan saya dan Luna."
"Iya, makasih. "
"Tolong rahasiakan ini. "
"Mamah janji, kamu besok ambil penerbangan pertama ya, pagi kamu sudah ada di bandara. Mamah sengaja pesan kan tiket penerbangan pagi, karena Papah pukul 9 dia biasa nya pulang ke rumah. "
"Nggak apa - apa Mah, saya paham kok."
"Kamu nanti bisa langsung istirahat, Mamah mau kembali ke rumah sakit. Kamu santai saja ya, tenang Papah besok baru pulang. "
"Iya Mah. "
*****
"Kamu yakin, ingin cerai sama Firza? " Tanya Ibu Sinta.
__ADS_1
"Iya Mah, dari pada begini. Papah sama Mamah juga sudah di tipu sama persahabatan. " Jawab Luna.
"Tapi kamu masih cinta kan? "
"Masih cinta, tapi percuma menjalani hidup berkeluarga kalau mertua berubah saat melihat kondisi. Benar kata Papah. "
"Yang menjalani itu kalian berdua loh, bukan orang tua nya. "
"Luna hanya ingin pernikahan, dari kedua belah pihak orang tua menerima ikhlas menantu nya. "
"Mamah hanya ingin bilang, jangan menyesal suatu saat. "
*****
"Mah, makasih ya. " Ucap Firza saat akan pulang.
"Sama - sama, hati - hati ya di jalan. " Ucap Ibu Sinta.
"Tolong Mah, nomer nya jangan di blokir atau hilang kontak. "
Taksi pun berhenti tepat di depan Firza, Firza pun masuk kedalam taksi, Ibu Sinta menatap taksi yang membawa Firza hingga jauh tidak terlihat.
*****
"Mah, Papah pulang dulu, mau istirahat sebentar, terus Papah mau ada kunjungan bersama Mahasiswa kedokteran dari tanah air. "Ucap Pak Prabu.
" Papah, kembali lagi jam berapa? "
"malam mah, nanti kabari saja, kalau Luna kenapa - napa. "
"Iya, pasti Mamah kasih kabar. "
"Firza apa sudah pulang? " Tanya Luna tiba - tiba.
"Sudah, kemarin kan langsung di suruh pulang. " Jawab Ibu Sinta.
__ADS_1
"Nanti siang jadwal kemoterapi, kamu siap kan diri biar nggak kaget setelah nya. "
"Kalau boleh minta, stop kemo. Kulit Luna tambah berubah, belum rasa mual nya. "
"Kalau sudah sembuh 100 persen, nanti nggak akan kemoterapi lagi. " Ucap Ibu Sinta sambil tersenyum.
*****
"Telat sih Bang. " Ucap Firza yang sudah di dalam mobil milik Aldi.
"Tadi macet, jadi Abang telat. " Ucap Aldi.
"Bagaimana Luna? "
"Dia minta cerai Bang, tapi saya tidak mau."
"Kok bisa? "
"Alasan nya karena orang tua, memang yang salah disini itu orang tua saya Bang. Persahabatan palsu, dan selama Luna sakit tidak ada perhatian, menjenguk atau apa. Giliran jatuh semua, baru mencari nya." Ucap Firza.
"Terus kelanjutan nya? "
"Mamah Sinta, mendukung saya dan saya akan persulit perceraian ini. Karena saya tidak ingin bercerai sama Luna. "
"Terus, bagaimana akan mempertahankan
Wanita nya saja ngotot. " Ucap Aldi.
"Saya akan jauhi dia sementara, mungkin karena masih emosi. "
.
.
.
__ADS_1