Detak Jantung Terakhir

Detak Jantung Terakhir
Fakta Terungkap


__ADS_3

"Yah, coba lihat berita. " Ucap Ibu Wike.


Pak Wahyu melihat berita di TV, yang memberitakan tentang hancurnya perusahaan Pak Surya, Pak Wahyu tersenyum dan melihat sekarang berada di puncak paling atas adalah Brawijaya Group.


"Orang sombong akhirnya bangkrut. " Ucap Pak Surya.


"Benar, orang sombong seperti Surya itu pantas di kalahkan. "


"Rupanya Brawijaya Group hebat, bisa menyingkirkan Surya, dan Prabu menutup akses Dania untuk kembangkan karier nya. " Ucap Pak Surya sambil tersenyum lebar.


"Ibu yakin, Firza itu di jebak. Tapi belum ketahuan juga. "


"Firza kan sedang bingung dan stress karena istri nya di bawa kabur oleh Mertua nya. "


"Malang benar nasib kamu Firza. "


"Bu, sekarang kita dukung hubungan Firza sama Luna, bagaimana juga besan kita itu orang hebat, hanya mereka berdua yang tulus menjadi sahabat kita. "


"Kita harus minta maaf. "


"Minta maaf bagaimana? "


"Lewat telepon Yah. "


"Bentar, Ayah akan coba hubungi Prabu. " Pak Wahyu mencoba menghubungi Pak Prabu nanum ponsel nya tidak menyambung.


"Gimana Pah? " Tanya Ibu Wike.


"Nggak nyambung. " Jawab Pak Wahyu.


"Coba ke Sinta. " Ucap Ibu Wike.


Pak Wahyu pun mencoba menghubungi Ibu Sinta, namun sama tidak tersambung.


"Sama nggak nyambung. "


"Kok mereka nggak aktif, apa mereka ganti nomer ya? "


"Bisa jadi Bu, kalau begini kita tidak bisa menghubungi mereka. "


"Kita coba nanti lagi Yah, siapa tahu besok aktif. "


*****


"Bang, lihat Firza kok sekarang lesuh gitu. " Ucap Robby.


"Bagaimana nggak lesuh, istri nya di bawa pergi. " Ucap Aldi.


"Kasihan ya Bang, sudah sakit. Di bawa sama mertua nya nggak bilang - bilang. "


"Nanti kalau punya istri, jangan seperti telah dia, carilah yang mertua sayang menantu, dan ingat jangan sekali - kali sakiti hati anak nya."


Setelah Robby pergi, Aldi duduk di samping Firza . Terlihat lingkaran hitam di mata nya, membuat Firza yang semakin lesuh dan lemas.


"Kamu nggak tidur ya? "


"Bagaimana bisa tidur Bang, istri belum ada kabar. "


"Sabar, tunggu saja. "


"Sabar sampai kapan Bang, nunggu sampai kapan. "


"Apa kamu lupa, masalah Dania. "


"Ah.. dia lagi, kenapa belum selesai sih. "

__ADS_1


"Kamu nggak ingin cari tahu kebenarannya, kalau kamu mau menikahi Dania ya silakan."


"Karena Luna, saya sampai lupa dengan masalah satu ini. "


"Kita susun rencana. " Ucap Aldi.


"Saya akan buktikan, kalau dia itu sebenarnya menjebak saya. "


*****


"Luna, Alhamdulillah nak. " Ucap Ibu Sinta saat melihat Luna sadar.


"Pah, Luna pah. " Panggil Ibu Sinta.


Pak Prabu, langsung mendekat ke arah putri nya yang sudah sadar dari koma. Luna menatap kamar yang berbeda, dengan alat medis yang tertancap di tubuh nya.


"Ma - mah, Pa - pah. " Ucap Luna.


"Ya sayang, mamah sama Papah ada disini." Ucap Ibu Sinta.


"Apa yang di rasakan Luna saat ini? "Tanya Pak Prabu.


" Ha - hati Luna sakit. " Jawab Luna dengan terbata.


"Papah panggil Dokter. "


"Sa - sakit di khianati. " Ucap Luna dengan mata berkaca - kaca.


"Kamu akan segera berpisah, sekarang kamu fokus pada penyakit kamu. Papah bawa kamu ke luar negeri sekarang, agar kamu bisa sembuh. "


"Dia tahu. "


"Tidak sayang, Papah menutup semua jejak kita, mereka bekerja sama dengan kita, agar suami kamu tidak tahu keberadaan kamu sekarang. "


"Luna, benci Pah,Luna benci dia. "


*****


"Firza." Ucap Dania saat keluar dari rumahnya.


"Ada yang ingin saya bicarakan sama kamu." Ucap Firza.


"Bicara saja disini. "


"Nggak enak, ada orang tua kamu. Saya ingin kita pergi ke suatu tempat. "


"Masalah apa dulu? "


"Kejadian kemarin. "


"Kamu sudah menemukan bukti, kalau saya tidak bersalah. "


"Saya minta maaf. "


"Baik, saya siap - siap dulu. " Ucap Dania.


****


"Kita mau kemana Fir? " Tanya Dania karena mobil melaju cukup jauh dan kini berada di jalanan sepi.


"Saya ingin bicara empat mata sama kamu, di suatu tempat yang tidak akan pernah orang tahu. Dan sepi dari lalu lalang kendaraan."


"Ini kan jalanan, memang nggak ada penduduk. "


"Kenapa kamu takut?"

__ADS_1


"Nggak juga sih, karena ada kamu. "


"Tenang saja, saya tidak akan menyakiti kamu."


Mobil pun berhenti di suatu perkebunan tebu, hanya terdengar suara jangkrik dan hawa yang dingin di luar mobil.


"Kita sudah sampai, kamu mau bagaimana? Apa kamu mau bertanggung jawab. " Ucap Dania.


"Iya, saya akan bertanggung jawab. Kalau saya memang terbukti bersalah."


Firza kini tubuh nya menghadap ke arah Dania, tangan kanan nya berusaha menyentuh paha Dania. Nanum reflek Dania menepis tangan Firza.


"Kenapa sayang? "


"Jangan kurang ajar kamu. "


"Kurang ajar, bukan nya di balik pakaian kamu, saya sudah melihat nya, apalagi dua benda kenyal padat itu. "


Plaaaakkk


Dania menampar pipi Firza hingga merah, Dania menatap tajam ke arah Firza.


"Mulut kamu, itu kurang ajar. "


Hahahahah


"Bukan nya, kalau pria dan wanita yang sudah pernah melihat. Di bilang seperti itu pasti senang lah, wanita nya. Bahkan saat tangan ini ingin menyentuh nya. "


Dania menyingkirkan tangan Firza yang akan memegang dua benda bulat milik Dania, tapi Firza malah tertawa.


"Kenapa Dania, kamu takut. Bukan nya sudah melakukan itu tidak akan takut. "


"Stop Firza, kamu itu melecehkan saya. "


Hahahaha


"Bukan nya, demi balas dendam kamu rela membuka tubuh kamu di depan saya, dan kedua orang tua kamu. Dan menuduh saya meniduri kamu, kalau kamu mau. Saya bisa lakukan kamu sekarang disini. " Ucap Firza yang mengunci tubuh Dania.


"Lepas kan saya Firza. "


"Saya tidak akan lepaskan kamu, karena saya ingin bermain dengan kamu dulu. " Firza mendekatkan bibir nya di bibir milik Dania namun Dania membuang wajah nya ke samping.


"Dari sikap, saya tahu kamu itu menjebak saya. Dan saya tidak meniduri kamu, dan kamu itu masih perawatan. "


Dania menatap kedua mata Firza dengan tajam, kini wajah mereka sangat dekat, namun masing - masing memiliki amarah.


"Iya, kamu tidak meniduri saya, dan saya hanya ingin rumah tangga kamu itu hancur, dan terbukti kan, Laila down mendengar berita palsu itu, dan saya menang. "


"Kemenangan kamu, sudah berakhir. Kini giliran kamu, menanggung akibat nya. Karena kamu sekarang kalah, dan saya malu menjadi seorang pria yang melihat wanita yang rela merendahkan diri nya untuk balas dendam. "


"Sampai kapan pun, saya tidak akan maafkan kamu. Saya benci kamu, tinggalkan saya di saat hari pernikahan. Impas sudah, kita satu sama. "


Firza membuka pintu mobil samping Dania, dan tangan nya memberikan kode untuk Dania keluar dari mobil nya.


"Kurang ajar, kamu akan tinggalkan saya di tempat sepi. "


"Ini belum seberapa dengan hancur nya rumah tangga saya. "


****


"Firza....!!!!


" Kurang ajar kamu....!!! " Teriak Dania saat mobil yang di kendarai Firza meninggalkan Dania sendiri di perkebunan tebu.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2