
5 Tahun Kemudian
"Dokter Roni, ada pasien rujukan. " Ucap Luna, yang kini sudah kembali beraktivitas di tempat dimana dirinya dulu ditugaskan.
"Terjadi, kebocoran pada ginjal, dan ini harus segera di beri tindakan. " Ucap Roni.
"Tapi kenapa kemari? Padahal disini di daerah terpencil. " Ucap Roni.
"Tadi nya, itu pasien saya dan saya minta untuk di rujuk ke spesialis penyakit dalam. Mungkin dia melakukan perjalanan ke kota, dan di vonis terjadi kebocoran pada Ginjal. Di sana sempat untuk segera di berikan tindakan, tapi pasien ingin di rawat di rumah sakit ini. " Ucap Luna.
"Baik, Suster Nina tolong kamu panggil pasien nya. " Pinta Roni.
"Baik Dok. " Ucap Nina.
"Oh iya, Hilda melahirkan anak ke tiga tadi malam, Danil kasih tahu saya. " Ucap Luna.
"Wah , cewek atau cowok katanya? "
"Cewek lagi. " Ucap Luna.
"Nanti setelah selesai jam praktek, kita kesana sama - sama. "
"Ok, kalau begitu saya kembali ke ruangan saya. " Ucap Luna.
Luna kembali ke ruangan nya, dan mendapatkan panggilan telepon dari suami nya.
"Assalamu'alaikum Pah. " Sapa Luna.
"Walaikumsalam, Mah Papah sudah ada di jalan, sekarang mau laporan dulu ke tempat tugas Papah yang baru. Seperti nya sampai rumah nanti malam. " Ucap Firza dari seberang.
"Kalau begitu, nanti jemput di rumah Danil aja ya kan rumah Danil dekat sama tempat Dinas Papah yang baru. "
"Oh ya udah, Mamah naik apa? "
"Pakai motor lah Pah, Mamah kan nggak punya mobil disini. Lagian Mamah sengaja punya motor, akses mobil kadang masih susah kalau Mamah visit ke rumah pasien."
"Ok, nanti sampai ketemu di rumah Danil. "
"Hati - hati sayang, mamah tunggu. "
Pintu terbuka, Roni menatap Luna dan menyerah kan beberapa catatan medis pasien rujukan nya.
"Apa ini? " Tanya Luna sambil membuka map berisi riwayat medis pasien.
"Ini pasien kamu katanya? " Jawab Roni.
"Iya kenapa? "
"Saat pertama masuk dia juga pernah mengeluh, ginjal nya sakit Tapi sama kamu hanya di kasih obat biasa. "
__ADS_1
"Pada saat itu, memang saya periksa dia keluh kan sakit pinggang nya, dan kemungkinan ini ginjal, saya kasih obat dan disarankan untuk banyak minum air putih. Waktu saya bilang, kalau masih ada keluhan, nanti kesini lagi, biar cek lebih lanjut. Saya kan tidak langsung hari itu langsung rujuk ke spesialis penyakit dalam kan, saya obati dulu."
"Dia menyalahkan kamu, ginjal nya bocor karena tidak segera ambil tindakan. "
"Salah saya, gini selama pengobatan si Pasien melakukan apa saja? Bisa saja si pasien bandel. "
"Kita temui dia. "
Luna dan Roni menemui Pasien yang pria yang kini sedang duduk di ruang praktek Roni, di temani Suster Nina.
"Gimana Pak? "Tanya Luna dengan nada ramah.
" Gara - gara Dokter, tidak segera kasih saya tindakan saat pertama kali saya datang. " Jawab nya.
"Kalau saya salah, saya minta maaf. Tapi mohon di jelaskan, salah nya dimana? " Ucap Luna kembali bertanya.
"Waktu pertama kemari kan, saya keluhkan sakit di bagian sekitar pinggang, saya bilang ini ginjal. Terus Dokter periksa saya, dan kasih obat,kalau selama 3 hari masih untuk kesini lagi di rujuk ke spesialis dalam. "
"Terus, Bapak kesini lagi nggak? "
"Saya kesini lagi 3 bulan berikut nya padahal setelah dari sini tidak ada perubahan. "
"Kenapa tidak kesini? Atau pindah Dokter? "
"Tidak."
"Terus, karena percuma pasti kasus nya begitu. "
"Jujur Pak, selama 3 bulan ini Bapak konsumsi apa? " Tanya Roni.
"Merokok, minum beralkohol, dan makanan yang di pantang. " Jawab nya.
"Nah itu salah Bapak sendiri kan, sekarang Bapak masih merasakan sakit, baru kemari setelah saya rujuk, kata Dokter disana seperti itu kan, harus segera di berikan tindakan. Kalau saat itu Bapak kemari semua nya belum terlambat, ini juga karena Bapak itu terlalu jorok dalam konsumsi apa saja yang masuk dalam tubuh. "
"Nah Pak, jadi bukan salah Dokter nya, Dokter beri obat, pasien kalau mau sembuh ya minum obat dari Dokter dan harus mengikuti saran Dokter kalau masih belum ada perubahan kembali kesini, kalau masih bisa di beri obat dari Dokter umum ya kita turuti, ini kan Bapak nya yang bandel. " Ucap Roni.
"Sekarang, Bapak mau segera di beri tindakan sama Dokter Roni? "Tanya Luna.
" Mau Dok. " Jawab nya tertunduk malu.
"Kalau begitu Dokter Roni akan segera kasih tindakan, dan Bapak siap untuk di rawat dan di obati. " Ucap Luna.
"Siap Dok. "
*****
"Ih... lucu banget. " Ucap Luna menggendong baby girl anak ketiga Danil dan Hilda.
"Cepat kamu nyusul, suami kan sekarang Dinas di sini. " Ucap Hilda.
__ADS_1
"Kapan Firza datang? " Tanya Danil.
"Hari ini, seperti nya masih laporan kepindahan nya, karena sampe sini tadi mau maghrib. Karena sudah janjian, dan mau menunggu kebetulan Komandan nya masih teman nya, senior nya dulu. " Jawab Luna.
"Oh, berarti nanti akan ada yang seperti pengantin baru lagi nih. " Sindir Danil.
"Mas, jangan bicara begitu. Kasihan yang jomblo. " Bisik Hilda sambil melirik ke arah Roni.
"Kenapa? Mau pada ngeledekin saya. Sudah biasa, santai saja. " Ucap Roni.
"Assalamu'alaikum."
"Walaikumsalam." Balas semua nya, Luna tersenyum saat melihat tamu yang datang adalah Firza.
Luna segera menghampiri suami nya, mencium punggung tangan dan saling berpelukan.
"Ekh... bisa nggak sih, drama nya di rumah. " Sindir Roni.
"Apa kabar semua nya? " Sapa Firza dengan bersalaman ke semua nya.
"Baik, Alhamdulillah. " Ucap Roni.
"Wah, tambah hitam saja nih. " Ucap Danil.
"Namanya juga sering di lapangan. " Ucap Firza.
"Mau minum apa? " Tanya Hilda.
"Nggak usah, kami mau langsung pulang. " Jawab Luna.
"Nggak minum dulu, ngobrol gitu. " Ucap Danil.
"Nggak makasih, kita mau melepas rindu." Ucap Luna.
*****
Luna dan Firza saling melepaskan rindu, ciuman panas terjadi pada mereka berdua. Firza tak henti memberikan sentuhan yang membuat Luna tidak bisa menahan nya.
"Siap kan, di gempur terus biar si dedek bisa cepat hadir lagi di perut Mamah. " Ucap Firza sambil tangan nya tak henti bermain di area sensitif milik Luna.
"Siap lah, kita kan sudah lama menanti datang nya lagi biaya cinta kita. "
Firza pun langsung menjalankan aksi nya, hingga senjata berhasil di tembakan berkali-kali pada titik yang di tuju.
.
.
.
__ADS_1
.