
"Mah, Firza mana? " Tanya Luna.
"Firza tidur. "Jawab Ibu Sinta.
" Tidur, jam segini tidur? "
"Iya mungkin capek. "
"Mah, soalnya tadi dia badan nya panas banget, saya khawatir. Mamah bisa bantu saya naik ke kursi roda ya buat ke kamar. "
"Udah, biar mamah aja. Kamu disini aja ya."
"Tapi Mah, suami sedang sakit. Masa saya diam saja. "
"Tapi kan kamu juga sakit sayang. "
"Mah, walau Luna sakit juga. Luna bukan nggak bisa gerak. Sedikit juga bisa gerak Mah, bantu bawa Luna kesana. "
Ibu Sinta membantu Luna untuk duduk di kursi roda, dan menuju ke arah kamar dimana Firza tidur, terlihat saat masuk Firza berbaring, Ibu Sinta langsung keluar kamar meninggal kan mereka berdua.
"Yank." Ucap Luna sambil menyentuh lengan Firza yang masih demam.
Luna pun mengambil ponsel Firza, dan menghubungi Dania untuk memeriksa Firza.
"Assalamu'alaikum Dan. " Sapa Luna.
"Walaikumsalam, Luna ada apa? " Ucap Dania dari seberang.
"Kamu kemari, periksa Firza. Dia sakit. "
"Iya, nanti saya akan kesana. " Ucap Dania.
Firza menggeliat dan membuka kedua mata nya, terlihat Luna ada di samping nya.
"Yank, kamu sama siapa ke sini? "
"Sama Mamah, katanya Ayank sakit. "
"Sudah mendingan kok. "
"Dania tadi suruh kesini, periksa Ayank."
"Makasih ya. "
"Yank, maaf ya di kala sakit begini Ayank nggak bisa apa - apa. "
"Nggak apa - apa, sudah makan? "
"Sudah."
"Kondisi nya gimana? " Tanya Firza.
"Begini itu, Yank. " Jawab Luna.
Beberapa menit kemudian Dania datang dan masuk kedalam kamar, Dania langsung membuka tas nya mengambil stetoskop.
"Sejak kapan kamu sakit? " Tanya Dania.
"Kemarin rasa nya nggak enak banget sama pusing. " Jawab Firza.
"Malam itu baru pulang, dia langsung tidur, terus saya cek badan nya demam."Ucap Luna.
" Nanti istirahat ya, kecapekan kok. Saya kasih obat nya. " Ucap Dania.
__ADS_1
"Tenaga nya jangan di porsir, kurang tidur juga." Ucap Dania kembali.
"Bagaimana nggak kurang tidur, setiap malam saya nggak bisa tidur. Firza selalu terjaga, kadang belum dia piket, pulang piket malam seharusnya istirahat malah mengurus saya, walau di bantu Mamah tetap saja. " Ucap Luna.
"Nggak apa - apa sayang, ini sedang tubuh kurang fit saja. "Ucap Firza.
" Obat nya di minum sesudah makan yang ini nya, kamu sudah makan? " Ucap Dania.
"Belum."
"Makan dulu ya, nanti saya ambil kan." Ucap Dania lalu bangun keluar kamar.
Luna hanya diam menatap ke arah Dania keluar, dan lalu tersenyum ke arah Firza. Dania pun masuk sambil membawa sepiring nasi dan lauk serta air putih untuk Firza.
Firza pun bangun dan masih merasakan sangat pusing, dengan kepala dia sandarkan di kepala ranjang.
"Kenapa pusing? " Tanya Dania.
"Iya, pusing banget. " Jawab Firza.
"Saya suapin aja ya? "
"Nggak usah, jangan biar makan sendiri saja."
"Yank, mau di pijat kepala nya? " Tanya Luna, Firza menggelengkan kepala nya.
"Tapi harus makan sedikit saja. " Ucap Dania.
Firza mengambil sendok dan memasukkan kedalam mulut nya, namun hanya tiga sendok langsung di letakkan kembali.
"Nggak enak ya? " Tanya Dania.
"Nggak enak, lidahnya berasa pahit makan nya." Jawab Firza.
Luna hanya diam menatap kedua nya, hati nya menangis tak bisa merawat suami yang sedang sakit.
****
"Sama - sama, nanti besok saya kesini lagi. Mengecek. " Ucap Dania.
"Makasih ya, kalau nggak ada kamu, mungkin Firza nggak mau minum obat. "
"Kalau begitu, saya pamit. "
Ibu Sinta pun kini berada di belakang Luna, menatap Dania hingga masuk kedalam mobil nya.
"Kamu sudah memberikan peluang mereka bersama, dari situ Firza akan mulai tertarik pada Dania. " Ucap Ibu Sinta.
"Mamah bicara apa sih, Luna kan nggak bisa apa - apa Mah. " Ucap Luna.
"Kamu tahu, dari perhatian kecil, Firza akan merasakan nyaman. "
"Mah, sudah ya. Memang Luna nya nggak bisa apa - apa, harus Luna bagaimana. Luna juga sedih di kala suami sakit, Luna hanya diam, suami melakukan sendiri. Luna juga sudah tidak bisa melakukan layaknya seorang istri. Pasti Firza menahan semua nya itu penuh perjuangan Mah. "
"Terus kamu mau nya apa? "
"Dari dulu juga, Luna sudah menyerah di pernikahan ini. Kasihan Firza, tapi di sisi lain saya tidak mau kehilangan dia. Tapi makin kesini saya makin egois. "
"Jadi kamu ingin Firza menikah lagi? "
****
Firza bangun tengah malam, terlihat Luna tertidur di kursi roda, Firza mengangkat tubuh Luna dan di tidurkan di atas tempat tidur.
__ADS_1
Firza membelai wajahnya, dan di kecup kening nya. Luna merasakan wajah nya di sentuh dan bangun.
"Yank."
"Maaf ya, sampe. ketiduran. "Ucap Firza.
"Nggak apa - apa, Ayank sudah sehat? "
"Sudah mendingan. "
"Alhamdulillah, Dania merawat Ayank dengan baik. Maaf ya di kala sakit, istri Ayank nggak bisa apa - apa. "
"Nggak apa - apa. "
"Yank."
"Hem."
"Kalau Ayank, butuh perhatian lebih, dan merasakan rumah tangga yang hambar, Ayank mengijinkan kok. "
"Mulai lagi deh, ngaco lagi. "
"Nggak Yank, mungkin terlalu egois. Menurut Ayank, Dania itu cocok di banding kan Casandra, dari cara Dania perhatian tadi. "
"Sudah jangan ngaco, sekarang tidur ya. "
"Saat ini saya serius. "
"Sekarang tidur, jangan di bahas lagi. "
*****
"Saya bawakan sarapan buat kamu, makan deh. " Ucap Dania memberikan pada Firza .
"Nggak usah repot - repot, sarapan dari mamah mertua saja belum di makan." Ucap Firza.
"Sudah minum obat? "
"Sudah."
Ibu Sinta dengan Luna melihat interaksi Firza dan Dania, Luna hanya diam memandang mereka berdua.
"Kamu lihat, mereka sangat dekat, kamu apa tidak ingin mengurus suami kamu. Apa kamu akan biarkan sahabat kamu ambil Firza dari kamu. " Ucap Ibu Sinta.
"Mah, sudah ya pagi - pagi jangan buat hati Luna nangis. " Ucap Luna.
"Eh Luna, ini saya bawakan sekalian sarapan buat Firza, Tante saya juga bawa lebih ada di meja makan. " Ucap Dania.
"Terima kasih, sebaiknya kamu cepat berangkat ke rumah sakit. Biar Firza urusan tante. " Ucap Ibu Sinta ketus.
"Oh iya, kalau begitu saya pamit. Firza nanti sore saya kesini lagi, cek keadaan kamu. " Ucap Dania.
"Nggak perlu, ada mertua nya yang jaga. Kamu tenang saja,lebih baik kamu cepat berangkat. " Ucap Ibu Sinta.
"Permisi." Ucap Dania.
Ibu Sinta mendorong kursi roda ke arah tempat tidur, Firza diam sambil menundukkan kepala nya.
"Kamu jangan baper Firza, ingat walau istri kamu nggak bisa apa - apa, dia itu memiliki rasa khawatir. Kalau kamu butuh apa - apa. hubungi Mamah, kamu lupa Papah mertua kamu juga Dokter, nanti sore pulang dari rumah sakit, Papah kesini. "
.
.
__ADS_1
.
.