Detak Jantung Terakhir

Detak Jantung Terakhir
Tanggung Jawab


__ADS_3

Salam Buat Readers...


Hallo.... makasih yang sudah baca di karya Detak Jantung Terakhir , jujur baru kali ini di serang banyak reader's 😁.. Terima kasih sudah masuk menikmati alur yang saya buat. Baik itu suka atau tidak suka, berarti sudah berhasil menghayati cerita ini.


Buat kesal itu wajar, dari pada alur datar pembaca tidak ikut emosi, kalau ada yang kurang berkenan saya minta maaf 🙏🙏.


Bagi yang tahan, nikmati saja alurnya, karena setiap cerita sudah di rancang begini alur nya, saya pun ingin membawa pembaca ke setiap sudut pandang yang di sajikan agar masuk kedalam dunia nya.


I love you...


Salam Sahabat Puspa....


.


.


.


.


.


"Pulang kamu. " Ucap Pak Wahyu.


"Nggak Yah, saya sedang menunggu istri saya siuman. " Ucap Firza.


"Kamu itu, lihat Dania menangis terus. Kamu harus segera nikahi Dania sekarang juga. "


"Ayah ini bagaimana, istri sedang koma malah di suruh menikah, otak Ayah dimana. " Bentak Firza.


"Otak kamu yang dimana, seharusnya kamu pikir pakai otak sebelum kamu bertindak."


"Ini jebakan Ayah, Dania menjebak saya. Dan saya yakin, Dania memasukkan sesuatu di minuman saya, hingga saya nggak sadar terbawa suasana dimana Dania mempengaruhi pikiran saya. "


"Kamu pikir, Dania pakai guna - guna. Ayah tidak mau tahu, kamu harus bertanggung jawab, nikahi Dania. "


"Nggak akan Ayah, saya tidak mau. "


"Baik, Ayah akan laporkan kamu di kesatuan kamu, agar kamu menerima hukuman. Kamu tahu kan, seorang Anggota Brimob tidak boleh beristri dua. "


"Terus tadi Ayah apa, menyuruh saya menikah lagi bukan nya nanti punya istri dua. "


"Kamu cerai kan Luna, atau menunggu istri kamu meninggal dunia. "


"Ayah jahat ya, bicara seperti itu. Saya tidak yakin, kalau saya ini meniduri Dania. Saya akan cari bukti. "


"Bukti apa, kamu tidak percaya sama saya, enak saja kamu bicara seperti itu. Kamu jahat Firza. " Ucap Dania.


"Ngapain kamu datang ke rumah sakit? " Bentak Firza.


"Mau minta ijin sama istri tua, kalau saya sebentar lagi akan menggeser posisi nya. "


"Kamu pikir, dengan terjadi nya pernikahan kamu akan naik jadi istri satu - satu nya, jangan harap kamu bisa jadi istri saya. Dan saya yakin, saya ini di jebak dan kita tidak melakukan apa - apa. "

__ADS_1


"Hah... tidak melakukan apa - apa, kamu pikir saya bodoh apa. Saya bisa menunjukkan cek visum, kalau selaput dara saya sudah pecah, karena kamu memaksa nya. "


"Silahkan, saya yakin saya tidak melakukan apa - apa. Karena saat sadar tidak ada bekas cairan milik saya yang menempel, bagaimana juga masih ada sisa - sisa nya. "


"Kamu masih tidak percaya? "Ucap Dania.


"Kamu kurang ajar. "


Plaaakkk


Pak Wahyu menampar putra nya, hingga pipi Firza memerah, Firza tersenyum sinis ke arah Ayah nya.


"Ayah berharap sekali Saya menikahi Dania, Ayah lupa siapa yang melunasi hutang Ayah sama Kak Irfan. "


"Wahyu, Dania. " Ucap Pak Prabu.


"Kalau kalian masih melakukan keributan di rumah sakit, lebih baik pergi. Dan kamu Firza, selesaikan masalah kamu sama mereka. " Ucap Pak Prabu.


"Prabu, menantu kamu itu harus menikahi Dania, Saya sebagai Ayah nya ingin mereka segera menikah. Saya tidak ingin anak Saya menjadi seorang pengecut. " Ucap Pak Wahyu.


"Silahkan bawa anak kamu, karena Saya juga tidak ingin memiliki menantu seperti dia."Ucap Pak Prabu.


" Pah, Saya mohon kasih Saya waktu. Ini jebakan. "


"Jebakan apa Firza, video yang di putar itu bukti nya. "


"Pah, bisa saja Saya karena obat tidak sadar, dan melihat apa yang ada di depan mata saya karena saya hilang nya kesadaran. Saya tidak ingat Luna dan hanya ingat apa yang saya lihat, saya seperti orang mabuk ngefly dan nggak ingat apa yang terjadi. " Ucap Firza menjelaskan.


"Kamu bilang hilang kesadaran, tapi kamu ingat wajah Dania. "


"Jadi kamu ngaco, karena Dania memasukan sesuatu? "


"Pah, secara logika. Kalau saya melakukan hubungan intim bersama Dania, ada bekas cairan yang masih menempel di milik saya. Dan rasa nya berbeda orang setelah berhubungan, Papah pasti paham. "


Pak Prabu menatap ke arah Dania, dan kembali menatap ke arah Firza.


"Om, saya berani sumpah, menantu Om sudah meniduri saya. " Ucap Dania.


"Firza, kamu jangan banyak alasan. Nikahi Dania sekarang. " Ucap Pak Wahyu.


"Nggak, Pah tolong bantu saya Pah. "


"Anak saya koma, kalau pun ini bohong. Dan Luna terjadi sesuatu, apa kalian bisa kembalikan Luna. " Ucap Pak Prabu.


*****


"Bagaimana ini Wahyu, Wike, anak saya sudah di rusak sama anak kamu, rugi dua kali kami." Ucap Ibu Rika.


"Sabar Rika, kami juga sedang membujuk Firza. Kami juga tidak mau anak saya tidak bertanggung jawab. " Ucap Ibu Wike.


"Kalau sampai tidak bertanggung jawab, saya akan laporkan anak kamu. Biar di pecat, dan saya akan sebarkan beritanya. " Ancam Ibu Rika.


"Sabar Rika, tenang. Kami juga tidak akan lari dari tanggung jawab. "

__ADS_1


"Saya tunggu, kalau sampai minggu ini anak kalian tidak segera menikahi anak saya. Ingat, kami orang tua nya akan melaporkan kasus pelecehan. "


"Tolong, kamu jangan laporkan Firza. Kami orang tua nya, akan menjamin Firza akan bertanggung jawab. "


"Saya pegang ucapan kamu. "


*****


"Tante, Om. "


"Aldi." Ucap Ibu Sinta.


"Saya dapat kabar kalau Luna masuk rumah sakit lagi. " Ucap Aldi.


"Siapa yang kasih tahu kamu? "


"Saya dapat kabar dari status nya Firza. " Ucap Aldi.


"Jadi anak itu update status, pura - pura sedih." Ucap Pak Prabu.


"Firza punya masalah apa lagi ya? "


"Sepupu kamu itu meniduri Dania. " Ucap Pak Prabu.


"Nggak mungkin Om, ini pasti salah. " Ucap Aldi.


"Video nya ada, Luna juga dari dulu meminta Firza untuk menikah lagi. Nggak mau jawab nya, hanya cinta sama Luna. Tapi apa, malah tidur sama Dania, istri mana yang nggak sakit hati, sudah punya penyakit parah, sekarang Luna koma. Dia mungkin ingin membuat Luna mati perlahan." Ucap Ibu Sinta.


"Firza kok begitu, Saya meminta dia untuk menjaga Luna, tapi apa. "Ucap Aldi.


" Tante sama Om menyesal, kenapa merestui mereka menikah, kenapa bukan kamu yang menjadi menantu kami. Kalau bukan karena Luna hamil duluan, pernikahan nggak akan terjadi. " Ucap Ibu Sinta.


****


Buughhh


Buugghhh


"Saya nggak akan beri kamu ampun. " Bentak Aldi sambil terus memukul wajah Firza.


"Pukul Saya Bang.. pukul.. kalau Abang ingin buat Saya mati , pukul terus. Bagaimana juga orang tidak akan percaya sama saya. " Ucap lantang Firza yang sudah babak belur.


"Saya tidak mengajari kamu sebagai pria jahat, yang menyakiti hati seorang wanita. Saya dari kecil tidak mengajari kamu seperti ini Firza...!!! "


Buuuuggghhh


Buuuggghhhh


"Stop....!!! " Teriak Ibu Sinta yang melihat Aldi memukul Firza di kolidor rumah sakit.


"Kalian seperti anak kecil, kalian lupa ini rumah sakit, bukan arena gulat. " Bentak Ibu Sinta.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2