Detak Jantung Terakhir

Detak Jantung Terakhir
Karma Perlahan Datang


__ADS_3

"Maaf Pak, perusahan kami tidak tertarik bekerjasama dengan perusahaan bapak, apalagi perusahan ini baru merintis. " Ucap salah satu asisten direktur PT. Angkasa.


"Tidak tertarik bagaimana, kamu kan tahu saya siapa? " Ucap Pak Wahyu.


"Maaf Pak, saya tahu siapa Bapak, dan saya tahu perusahaan kami pernah kerja sama dengan perusahaan Bapak, tapi mohon maaf untuk sekarang ini , tidak ingin bekerja sama. Apalagi, ini perusahaan dari awal lagi, kita belum tahu bagaimana ke depan nya. "


"Kamu anggap remeh saya hah.. saya sudah 20 tahun lebih di dunia bisnis. "


"Maaf Pak, sekali lagi saya mohon maaf. "


"Baik, tapi ingat bila suatu saat nanti, perusahaan saya berkembang pesat, perusahaan ini saya akan beli. " Ucap Pak Wahyu langsung pergi meninggalkan PT. Angkasa.


Sudah 10 perusahaan yang Pak Wahyu datangi, nanum tidak ada yang mau bekerja sama.


Sebuah mobil berhenti, tepat di samping Pak Wahyu yang akan masuk ke dalam mobil. Keluar seorang pria berjas dan berdasi dari mobil mewah langsung menghampiri Pak Wahyu.


"Selamat siang Pak Wahyu, apa kabar? " Sapa Pak Mario.


"Mario, kamu lihat lah bagaimana saya sekarang. Apa kabar kamu? " Ucap Pak Wahyu.


"Alhamdulillah, seperti yang bapak lihat saya semakin sukses menjadi pengusaha. " Ucap Mario dengan sombongnya.


"Mario, boleh saya minta tolong sama kamu? Kita kan keluarga, ponakan kamu sama anak saya menikah. "


"Bantuan apa Pak? Kalau finansial maaf, saya tidak punya uang cash hari ini. "


"Bukan itu, maksud saya, perusahaan kamu bekerja sama dengan saya. "


Mario tersenyum sinis menatap ke arah Pak Wahyu, tatapan Mario seakan menghina pada orang yang lebih tua dari nya.


"Aduh, gimana ya saya pikir - pikir, kayak nya nggak deh, maaf Pak Wahyu. "


"Kenapa? Bukan nya kita saudara. "


"Hahahahah... saudara kata Bapak,saudara dari mana? "


"Ponakan kamu sama anak saya menikah. "


"Aduh, kok saya baru tahu ya. "


"Mario, kamu yang sopan ya sama saya. "


"Sopan, maksud kamu saya harus sopan..!!! Apa kamu masih ingat sama menantu kamu yang sedang sakit, apa kamu masih memiliki rasa kasihan sama anak kamu. Orang kok tega, mementingkan dirinya sendiri, disaat jatuh baru ingat. "


"Oh.. jadi kamu menolak karena itu, ok ingat suatu saat kalau perusahaan saya berkembang pesat, perusahaan kamu akan saya beli. "


"Hooooo silahkan, saya tunggu tantangan nya. "Ucap Mario.


*****


" Lukman, apa saya gadai sesuatu aja ya di Bank. " Ucap Firza.


"Gandai apa, surat yang paling berharga seperti kita punya? " Ucap Lukman tersenyum.


"Sumpah, saya ini sudah nggak punya apa - apa buat istri saya. Bingung, jual apa lagi. " Ucap Firza.


"Lagian ya, tega benar tuh keluarga kamu. Kalau saya jadi kamu, pulang seret kakak kamu ke kantor polisi. "

__ADS_1


"Ngapain, uang nya saja nggak ada kemana."


"Sabar ya, pasti ada rejeki kok."


"Amin, saya nggak enak aja sama mertua."


"Kamu jelaskan pasti mengerti. "


*****


"Sudah Yank, jangan di pikirkan lagi, ikhlas kan ya. " Ucap Luna melalui panggilan video.


"Tapi suami kamu udah nggak punya apa - apa lagi, buat bantu kamu. Hanya gaji saja, niat buat kamu uang segitu raib begitu saja."


"Sudah ya, jangan bahas lagi. Saya juga nggak apa - apa, orang tua juga nggak pernah menuntut. "


"Makasih sayang, sekali lagi makasih. "


"Sudah ya, di ikhlas kan. "


*****


"Alhamdulillah , lihat hasil dari Dokter. kamu ada kemajuan. " Ucap Pak Prabu.


"Alhamdulillah, Kanker di tubuh Luna mulai sedikit hilang, dari stadium 4 sekarang turun." Ucap Luna.


"Mamah senang, kamu bisa berjuang. " Ucap Ibu Sinta.


"Berkat support Mamah sama Papah juga."


"Kalau kondisi sudah membaik, bisa melanjutkan berobat di tanah air. " Ucap Pak Prabu.


"Bisa sayang, kamu akan periksa pasien lagi."


"Jadi nggak sabar. "


"Pah." Panggil Luna kembali.


"Iya, kenapa nak? "


"Papah jangan benci Firza ya, Luna sayang sama Firza. Dia nggak salah, dia suami yang baik dan bertanggung jawab. " Ucap Luna sambil memegang tangan Pak Prabu.


"Pah, Luna mencinta Firza. Tolong jangan pisah kan saya sama dia, cinta saya besar sama Firza. Papah lihat kan, bagaimana perjuangan nya untuk Luna. " Ucap Luna kembali.


"Iya, Papah lihat. Hanya ingin kamu bahagia, tidak ada masalah lagi dan masalah. " Ucap Pak Prabu sambil membelai rambut Luna yang mulai tumbuh.


"Biar masalah itu menjadi masalah keluarga Firza, yang terpenting rumah tangga Luna sama Firza baik - baik saja. "


"Iya, Papah nggak akan pisah kan kamu."


"Janji Pah? "


"Janji, Papah janji. "


"Makasih ya Pah. " Luna memeluk tubuh Pak Prabu, Ibu Sinta tersenyum haru melihat putri nya kini kembali membaik kondisi dan rumah tangga nya.


*****

__ADS_1


"Mobil kamu mana Irfan? " Tanya Ibu Wike.


"Nggak ada. " Jawab Irfan dengan penampilan acak - acak an.


"Nggak ada kemana? " Tanya Ibu Wike kembali.


"Jual." Jawab Irfan singkat.


"Jual dimana? "


"Jual Bu, jual...!! "


"Iya, kenapa mobil nya di jual? "


"Kalah judi. "


"Ya Allah Irfan, kamu main judi..!!! Sudah tahu ekonomi morat marit, kamu enak nya saja buang uang begitu saja. Katanya kamu kerja, usaha mana hasil nya? "


"Ya habis. "


"Habis buat apa?"


"Habis, buat Nina. "


"Terus, pacar kamu Nina, tahu kamu ini miskin? "


"Nggak tahu. "


"Terus, uang nya Firza mana, katanya mau bagi sama Ayah dan Ibu buat usaha? "


"Habis."


"Irfan....!!! kamu benar - benar Irfan. Kamu itu buat bangkrut semua nya.


Braaaakkk


Pak Wahyu membanting tas nya di atas meja tamu, dan menjatuhkan pantat nya dengan kasar di sofa.


" Habis sudah riwayat kita. " Ucap Pak Wahyu.


"Habis bagaimana? " Tanya Ibu Wike.


"Habis sudah, semua yang dulu rekan bisnis Ayah tidak ada yang mau kerja sama. Bahkan yang belum kenal juga, nggak mau. Karena alasan yang klasik, baru mulai dari nol katanya. " Jawab Pak Wahyu.


"Jadi bagaimana ? "


"Mana, uang milik Firza, hanya uang itu yang bisa buat modal. " Ucap Pak Wahyu pada Irfan.


"Habis di meja judi, dan di tangan Nina. " Ucap Irfan.


"Irfan..!!! Kamu benar - benar keterlaluan. Selama ini yang buat keluarga kita miskin itu kamu, sampai hutang menggunung. "


"Ayah, sadar nggak sih, bukan Irfan saja yang buat bangkrut, tapi Ayah juga. Karena awal hancur nya kita, karena kena tipu hingga 100 triliun. Ayah sama Saya coba bangkit kembali dengan bantuan om Surya. "


"Tapi itu awalnya kamu, gara - gara kamu. Bukan gara - gara Ayah, kamu yang kenalkan Ayah sama dia. "


"Tapi jangan salah kan Irfan, Ayah tahu. Irfan nggak bisa hidup miskin. "

__ADS_1


"Kamu pikir, kamu saja yang tidak mau hidup. miskin, Ayah juga sama. "


"Stop, jangan bertengkar terus. " Bentak Ibu Wike.


__ADS_2