Detak Jantung Terakhir

Detak Jantung Terakhir
SAH


__ADS_3

SAH


Firza dan Luna resmi menjadi pasangan suami istri, Luna pun mencium punggung tangan Firza.


Firza mencium kening Luna dengan sangat lama, lalu turun ke bibir mengecup nya. Tampak Luna tersenyum menatap Firza yang kini menjadi suami nya.


"Alhamdulillah, Ya Allah semoga mereka bahagia sampai maut memisahkan mereka." Ucap Ibu Sinta.


Pak Prabu mengusap punggung istri nya, dengan menatap anak dan menantu nya yang sedang berbahagia.


"Luna berada pada lelaki yang tepat Mah. " Ucap Pak Prabu.


Luna menatap wajah Firza yang kini sedang menatap nya sambil tersenyum, dengan wajah yang tampak lemah Luna berusaha menghilang kan rasa sakit nya.


"Sayang, kamu jadi suami saya akhirnya." Ucap Luna.


"Iya sayang, sekarang kita sama - sama berjuang. " Ucap Firza.


"Selamat buat kalian berdua. " Ucap Aldi.


"Bantu Aldi, makasih ya. " Ucap Luna.


"Sama - sama, samawa buat kalian berdua. "


"Amin.. makasih sekali Bang. " Ucap Firza.


"Semoga kalian bisa melewati semua nya." Ucap Aldi.


"Amin..!! " Ucap Luna dan Firza.


"Selamat ya. " Ucap Oak Prabu Luna dan Firza mencium pun tangan Pak Prabu di susul Ibu Sinta pun memberikan selamat kedua nya mencium punggung tangan Ibu Sinta.


"Makasih Mah, Pah, sudah memberikan restu pada kami berdua. " Ucap Firza.


"Kamu jaga Luna, jangan sakiti anak kami. Kalau kamu sudah tidak mencintai Luna lagi, kembali kan baik - baik seperti kamu meminta Luna secara baik - baik. " Ucap Ibu Sinta.


"Saya janji, tidak akan menyakiti hati Luna." Ucap Firza.


*****


Dania menangis saat melihat photo kiriman Aldi, Firza dan Luna menikah di rumah sakit. Dimana di saksikan oleh beberapa perawat dan dua orang Dokter.


Hiks.. hiks.. hiks..


"Kalian jahat, hiks.. hiks.. hiks... kalian benar - benar jahat. " Ucap Dania menangis di dalam ruang praktek nya.


Sedangkan di tempat lain, Ibu Wina dan Pak Wahyu berhadapan langsung dengan Pak Surya dan Ibu Rika, mereka saling menatap dengan situasi yang panas.


"Kalian lihat, anak kamu sudah resmi menjadi menantu Prabu. Jadi kalian paham kan, berapa total hutang kalian pada saya? " Ucap Pak Surya.


"Kalau kalian tidak mampu bayar, perusahaan dan rumah ini jadi milik kami. " Ucap Ibu Rika.


"Kalian ini benar - benar seperti rentenir, apa kalian tidak lihat siapa kami. Kita ini sahabatan sejak lama, apa kalian tidak punya hati. " Ucap Ibu Wike.

__ADS_1


"Maaf Wike, untuk urusan begini jangan bawa - bawa nama sahabat. Ini masalah uang,hutang ya tetap harus di bayar. " Ucap Pak Surya.


"Tolong Surya, beri saya waktu. " Ucap Pak Wahyu.


"Waktu berapa lama lagi, saya ini masih sabar loh. Tapi orang sabar itu ada batas nya, jadi saya tidak ingin menunggu waktu yang sangat lama lagi. "


****


"Sekarang kamu makan ya, biar mamah nya sama calon debay nya sehat. " Ucap Firza sambil menyuapi bubur.


"Sayang sudah makan? " Tanya Luna.


"Belum, nanti setelah menyuapi kamu." Jawab Firza.


"Makan sama - sama ya, biar ini saya makan sendiri. "


"Nggak, Papah suapin Mamah dulu ya. "


"Nggak, kita makan sama - sama."


"Ya sudah, kita makan sama - sama tapi Mamah di suapin Papah. "


"Iya Pah. " Ucap Luna tersenyum.


Firza dan Luna pun makan bersama, dan Firza pun setelah menyuapi Luna baru dirinya memasukan sendok kedalam mulut nya.


****


"Firza ini laporan hasil pemeriksaan Luna." Ucap Dokter Husen.


"Dokter bagaimana anak saya? " Tanya Firza.


"Saya lihat, calon bayi nya mulai melemah. Kamu tahu kan, hamil bersama dengan kanker seribu satu bisa selamat dan berkembang, walau pengobatan kami berikan yang terbaik buat kedua nya. " Jawab Dokter Husen.


"Terus? "


"Kalau janin nya tidak bisa berkembang, terpaksa harus di keluar kan. "


Firza pun merasakan lemas di kedua kaki nya, dan menatap sedih ke arah dalam kamar rawat Luna.


"Apa tidak ada cara lain? " Ucap Firza.


"Kami sudah berusaha. "


****


"Sayang kenapa? Kok sedih begini. "


"Nggak apa - apa kok. " Ucap Firza bohong.


"Yank, ingin pulang saja. Bosen disini." Ucap Luna.


"Nanti ya, kalau kata Dokter boleh pulang kita pulang. " Ucap Firza berusaha untuk tetap tersenyum.

__ADS_1


"Mamah ingin pulang ke rumah, biar bisa melayani Papah layak nya seorang istri."


"Kalau sudah sehat, pasti pulang. "


"Oh iya Pah, Mamah kok merasa perut kayak ada yang aneh, Dokter nggak bilang apa - apa kan dengan kandungan Mamah? "


"Nggak sayang, Dokter nggak bilang apa - apa. Kandungan nya sehat kok, ini kan karena Mamah sedang sakit. "


"Mamah ingin anak dalam kandungan tidak sakit seperti Mamah nya, jadi kamu harus kuat ya nak. "Ucap Luna sambil mengusap perut nya.


" Ya Allah, bagaimana nanti kalau sampai anak kami tidak bisa berkembang, saya tidak bisa bayangkan bagaimana Luna nanti. " ucap Firza dalam hati.


*****


"Ada apa kamu pulang?? " Bentak Ibu Wike.


"Saya hanya ingin bilang, kalau saya sudah menikah. "Ucap Firza.


" Terserah kamu, Ibu sudah muak sama kamu. Dan lihat Ayah kamu sekarang sedang mencari hutang sana sini. Perhiasan Ibu semua nya habis, bahkan tanah kosong di dua tempat di jual. Dan kakak kamu pun menjual rumah, mobil bahkan perhiasan istri nya juga, dan kamu harus tahu istri nya minta cerai. Sekarang kamu puas kan, gara - gara kamu tidak mau menikah dengan Dania. Terus kamu mau apa sekarang? Mau bantu apa hah..!! "


"Maaf kan Firza Bu, Firza memang anak durhaka yang tidak menurut pada orang tua. Tapi Firza juga berhak bahagia dengan orang yang Firza sayangi. Bukan berarti Firza yang harus berkorban untuk kalian, Firza ini punya hati dan perasaan. "


"Terserah kamu, sebaiknya kamu pergi, Ibu nggak mau lihat kamu. "


"Kalau begitu, Firza pamit. Maaf kan anak Ibu sama Ayah kalau tidak bisa membuat Ayah dan Ibu bahagia. "


*****


"Suami kamu mana? " Tanya Ibu Sinta yang baru datang.


"Bilang nya piket tadi sebelum berangkat. " Jawab Luna.


"Mah, apa Luna masih bisa berkerja dan praktek lagi? "


"Sayang, Papah kamu ingin kamu cuti, atau pensiun dini. "


"Saya masih punya hutang tesis yang sebentar lagi selesai. Dan tugas di tempat yang baru. "


"Papah kamu dengan Om Mulya sedang mengurus pekerjaan kamu. Sementara kamu off dulu di dunia kedokteran. Fokus pada sakit nya kamu. "


"Mah, saya sedih menjadi istri hanya bisa terbaring lemah, bagaimana nanti saya bisa melayani suami. "


"Kamu nanti pasti sembuh, harus yakin dan semangat "


"Makasih ya Mah, maaf kan Luna kalau sudah mengecewakan Mamah sama Papah. "


"Kamu nggak salah sayang, kamu nggak mengecewakan Mamah Papah. Yang salah itu kami, orang tua yang tega merampas kebahagiaan anak nya. "


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2