Detak Jantung Terakhir

Detak Jantung Terakhir
Ikhlas Merawat


__ADS_3

Bila sudah cinta, mau di bilang apa juga akan tetap selalu bersama. Suka duka akan tetap selalu ada, itulah cinta yang tulus. Sama - sama saling melengkapi. Hanya waktu yang akan memisahkan kedua insan, dan berharap di kehidupan yang kekal akan seperti di dunia yang penuh hitam dan putih.


*


*


*


"Masih ingat nggak photo ini? " Tunjuk Firza pada Luna yang kondisi nya sudah mulai memburuk.


Luna hanya tersenyum sambil berbaring di samping Firza yang kini berbaring miring , sambil memperlihatkan beberapa photo di galeri ponsel nya.


"Nanti kita kesana lagi ya? " Ajak Firza.


"Iya." Ucap Luna lemah.


"Nah, ini juga. Ingat kan, waktu ulang tahun Dania, kita sama kasih kejutan. Kamu ingat nggak? Pakaian kita itu sama, Ayank sengaja beli couple sama kamu. "


"Baju nya mana? " Tanya Luna dengan suara lemah.


"Nggak ada, sudah nggak muat. " Jawab Firza.


Luna mengangkat tangan nya terlihat cincin pemberian Firza yang longgar, Firza meraih jemari Luna lalu mencium nya.


"Cincin nya takut jatuh. "


"Mau di lepas? " Tanya Firza dan di anggukkan oleh Luna.


Firza melepaskan cincin nya dan membuka kalung yang melingkar di leher Luna, Firza pasang kan pada rantai kalung, unt di jadikan hiasan di kalung yang melingkar di leher Luna.


"Di pakai di kalung aja ya. " Ucap Firza.


"Yank, kok kulit nya jelek ya? "


"Ini kan efek kemo, nggak apa - apa kok. "


"Kurus banget. "


"Iya, nggak apa - apa. "


"Lapar."


"Nanti tak ambil makanan dulu. " Firza pun bangun dan berjalan keluar kamar.


Setelah menunggu beberapa menit, Firza kembali dengan membawa semangkuk bubur, yang dia buat sendiri.


"Makan dulu. " Firza membantu Luna untuk bersandar di kepala ranjang.


Firza pun lalu menyuapi Luna, dan sesekali membersihkan sisa makan di sudut bibir nya.


"Makan nya sudah seperti anak kecil ya." Ucap Luna.


"Nggak apa - apa, yuk makan lagi. " Firza menyuapi kembali Luna.

__ADS_1


*****


"Luna habis makan ya? " Tanya Ibu Sinta.


"Iya Mah, lumayan lah, 6 sendok. " Jawab Firza.


"Nggak jauh dari 5 sendok ya. "


"Iya May, yang penting masuk kedalam perut biar ada tenaga. "


"Sini mangkok nya biar mamah yang cuci. " Ibu Sinta langsung mengambil mangkok dari telapak tangan Firza.


"Makasih Mah. "


*****


"Yang benar Bu? " Ucap Pak Wahyu kaget.


"Benar, Ibu ngobrol kok sama Dania. "Ucap Ibu Wike.


" Kalau begitu, kita masih punya kesempatan Firza nikah sama Dania dong? " Ucap Irfan.


"Benar, apalagi kondisi istri nya yang semakin menurun. " Ucap Pak Wahyu.


"Berita ini harus di sampai kan pada Rika dan Surya, mereka berdua harus tahu. " Ucap Ibu Wike semangat dan langsung mengambil ponsel nya.


****


"Benar, sok kaya kalian. " Ucap Ibu Rika.


"Kalian memang benar kami sudah tidak kaya lagi, tapi kami masih mampu membayar semua ini." Ucap Pak Wahyu.


"Ccccckkkkk, belagu. " Celetuk Ibu Rika.


"Begini Rika, Surya. Ada berita, Dania dekat lagi dengan Firza. " Ucap Ibu Wike.


"Maksud kalian? " Tanya Rike penasaran.


"Dania kembali akrab dengan Firza dan Luna, mereka bersama lagi. Kalian harus tahu, kondisi Luna sudah memburuk. Tinggal nunggu waktu saja lah, kalau sudah meninggal dunia Firza bisa sama Dania. " Ucap Ibu Wike.


"Maksud kalian, menjodohkan kembali? " Ucap Pak Surya tersenyum kecut.


"Kalian pikir, keluarga kami keluarga apaan. Sudah di permalukan saat hari H sekarang malah meminta menyatukan kembali mereka. Kalian pikir kita tidak memiliki harga diri. " Ucap Ibu Rika.


"Kalian mau lunas hutang? " Ucap Pak Surya tertawa.


"Kalian pikir, saya ikhlas kan saja begitu sisa nya, enak saja. Mau mereka kembali lagi atau tidak, kami. sebagai orang tua tidak akan mau." Ucap Pak Surya.


"Tolong lah kami Om, masa kalian menolak. Siapa tahu mereka itu jodoh. " Ucap Irfan.


"Maaf, tidak bisa. " Ucap Pak Surya.


Braaaakkk

__ADS_1


Irfan menggebrak meja restoran, hingga sekeliling nya memperhatikan mereka. Irfan menarik kerah pakaian Pak Surya dan akan menonjok nya namun Pak Wahyu segera menahan Irfan.


"Kamu jangan kotori tangan kamu dengan memukul nya, biar karma yang akan membalas nya. Kita memang punya hutang dan harus di bayar, tapi ingat hukum alam suatu saat akan berpihak pada mereka. " Ucap Pak Wahyu.


"Silahkan kalian sumpahin kami, padahal apa kalian tidak sedang merasakan kualat. " Ucap Pak Surya.


"Ternyata disini kami salah dari dulu, sahabat yang tulus itu adalah Sinta sama Prabu. " Ucap Ibu Wike.


"Kamu baru sadar, dimana - mana kalau hutang itu nggak pandang sahabat atau saudara. Kalau dia punya hutang ya di tagih." Ucap Ibu Rika.


"Tapi tidak begini caranya. " Bentak Ibu Wike.


"Dari awal kan kalian setuju sama perjanjian nya, kalau kalian dari awal menolak, harga diri anak kami tidak di injak - injak. " Bentak kembali Ibu Rika.


*****


"Ini semua gara - gara Firza, dia harus di hajar." Ucap Irfan marah.


"Sudahlah Irfan, percuma kamu marah. Firza tidak akan pernah mau menolong keluarga nya. " Ucap Pak Wahyu.


"Anak itu benar - benar sudah termakan rayuan wanita penyakitan itu. Lagian, buat apa dia terus bertahan dengan istri penyakitan seperti itu. Malah dia yang repot, kalau saya sih sudah cari lagi. " Ucap Irfan.


"Jadi, enak nya gimana Luna nya? Mau kalian racun saja biar cepat pergi untuk selama - lamanya. " Ucap Ibu Wike.


****


"Luna ingin ke kamar mandi saja. " Ucap Luna saat dirinya ingin buang air kecil.


"Di pampers saja ya, nggak apa - apa. " Ucap Ibu Sinta.


"Nggak Mah, Luna nggak enak. Ini tadi baru sekali nggak enak. "


"Ya sudah, Mamah bantu ya. " Ibu Sinta membatu Luna untuk berdiri, dengan posisi berat dan susah Ibu Sinta berusaha sekuat tenaga membawa Luna ke kamar mandi.


"Yank...!! " Panggil Firza saat baru pulang.


"Firza, tolong Mamah dong . Ini di kamar mandi. " Ucap Ibu Sinta, Firza pun langsung menuju ke kamar mandi dan melihat Luna sedang berdiri di bantu Ibu Sinta.


"Biar Firza yang angkat Mah. " Firza langsung mengangkat tubuh Luna dan membawa nya ke tempat tidur.


"Habis buang air kecil, nggak mau di pampers. " Ucap Ibu Sinta.


"Kalau nggak ada Ayank, jangan susahin Mamah, di pampers saja. Nanti gampang ganti. " Ucap Firza.


"Nggak enak Yank. "


"Ya sudah, mamah keluar kamar dulu. Mamah siapkan makan untuk suami kamu. "


"Makasih Mah. "


"Kasihan Mamah, nanti jatuh sama - sama di kamar mandi bagaimana. " Ucap Firza sambil memakai kan Pampers pada Luna.


"Maaf Yank. "

__ADS_1


__ADS_2