Detak Jantung Terakhir

Detak Jantung Terakhir
Karena Masalah


__ADS_3

Firza membuka pintu kamar rawat, Ibu Sinta pun keluar dan mengerti memberikan kebebasan bagi kedua nya.


Firza yang sudah berseragam lengkap yang akan pergi Dinas, meluangkan waktu untuk bertemu dengan istri nya.


"Pagi sayang. " Ucap Firza sambil mencium pucuk kepala Luna.


Luna hanya diam dan membuang wajah nya ke arah jendela kamar, Firza pun lalu bergeser dan duduk di depan Luna.


"Kenapa tidak mau lihat wajah suami kamu? " Tanya Firza.


Luna hanya diam, tidak membalas sepatah kata pun pada Firza.


"Suami mau berangkat dinas, kok istri nya cemberut saja. Kasih semangat atau apa kek, biar suami di tempat kerja itu semangat. " Ucap Firza.


Luna menatap suami nya yang sedang menatap nya, Luna lalu memegang tangan Firza dengan mencium kedua punggung tangannya.


"Maafkan saya Yank, maaf ya. " Ucap Luna sambil terisak.


"Iya, jangan nangis lagi ya. " Ucap Firza mengusap kedua air mata yang keluar dari mata Luna.


"Papah berangkat dinas dulu, Mamah nggak apa - apa kan Papah tinggal, nanti pulang dinas Papah langsung pulang. "


Luna menganggukkan kepala nya sambil tersenyum, Firza mengecup bibir Luna lalu membelai pipi nya dengan lembut.


"Berangkat dulu ya. "


"Hati - hati. "


Firza pun pamit untuk Dinas, Luna menatap punggung suami nya hingga menghilang dari balik pintu.


Selang beberapa menit, pintu kamar rawat terbuka, Ibu Wike dan Pak Wahyu datang. Luna tersenyum menyapa tidak dengan kedua nya yang menunjukkan tatapan sinis.


"Ibu, Ayah. " Ucap Luna bersalaman namun kedua nya tidak menanggapi.


"Bagaimana penyakit kamu? " Tanya Pak Wahyu.


"Kemarin saya keguguran. " jawab Luna.


"Bagus dong, berarti kamu bisa pergi dari Firza. " Ucap Ibu Wike membuat hati Luna sakit.


"Ibu kenapa tidak ada perihatin nya, kenapa bicara seperti itu. Mana Ibu yang dulu yang saya kenal, mana Ayah yang dulu saya kenal. " Ucap Luna berkaca - kaca.

__ADS_1


"Kamu tahu, gara - gara Firza menikah sama kamu kita ini bangkrut. Aset semua nya disita Bank, hanya Firza yang bisa menolong kami tapi apa Firza malah menikah dengan kamu bukan Dania. " Ucap Pak Wahyu.


"Seharusnya, Ayah sama Ibu sadar. Bukan salah anak Ayah dan Ibu, kami saling mencintai bukan faktor membuat kalian bangkrut. Tapi ini ulah Ayah sama Kak Irfan, kenapa harus suami saya yang menanggung nya. Dania juga disini korban orang tua nya, memanfaatkan keadaan kalau Dania mencintai Firza. "


"Kamu pintar bicara Luna, seharusnya kamu mundur sekarang tinggalkan Firza. Kamu bisa apa, hanya wanita pesakitan. Dan kami tidak mau nya, kamu bukan keturunan dari Prabu Dyadiningrat. Kamu bukan orang dari darah biru seperti keturunan kakek kamu. " Ucap Ibu Wike.


"Oh, jadi Ibu sama Ayah hanya akan menyetujui kalau saya masih keturunan nya. Tapi walau saya bukan keturunan nya, saya di didik ilmu yang bermanfaat dan bahkan saya bisa sukses. "


"Kami hanya butuh garis silsilah dari keturunan orang terpandang, seperti kami ini. Kamu hanya anak orang biasa , yang beruntung nasib nya. " Ucap Pak Wahyu.


"Cukup..!! " Bentak Ibu Sinta.


"Cukup kalian hina anak saya, kalau kalian tidak suka anak saya kenapa dari dulu kalian welcome anak kamu dan anak saya berteman. Kenapa tidak dari dulu, dia terlahir dari rahim siapa pun Luna tetap anak saya. Ini hanya alasan kalian, yang masih hijau harta. Kalian mau berapa triliunan, saya masih mampu dari Surya. Dia memang bukan keturunan dari darah biru, tapi dia sudah di akui oleh keluarga Raden seperti kakek nya. Kalian itu seharusnya berpikir, jangan jual anak kalian hanya demi kepentingan kalian semata. Kami sadar, kami sudah merebut kebahagiaan anak kami, Firza kenapa membangkang, karena dia tidak mau di jual. Jadi kalian bersahabat dengan kami berdua karena kami dari keluarga kaya? " Ucap Ibu Sinta lantang.


"Iya, karena kalian kaya. Kamu ingat kan, bagaimana hidup kami saat itu, kami berdua orang tidak punya, kami malu tapi karena kami ingin di lihat sama kami berjuang dari nol, di bantu oleh Surya dan Rika. " Ucap Ibu Wike.


"Dan apa, Surya dan Rike licik kan? " Ucap Ibu Sinta.


"Sekarang kalian keluar dari kamar anak saya, saya hanya mau memiliki sahabat yang benar - benar tulus. Bukan seperti dua keluarga, baru sekarang saya paham. "


Pak Wahyu langsung menarik keluar tangan Ibu Wike, Ibu Sinta langsung memeluk Luna dan terisak.


"Nggak, kamu nggak salah sayang. Kamu nggak salah, mereka yang jahat. "


*****


"Jadi mereka kesini memaki Luna? " Ucap Firza emosi.


"Iya, Papah belum tahu karena sedang keluar kota. " Ucap Ibu Sinta.


"Maaf kan Ibu sama Ayah. "


"Mamah sama Papah tidak pernah membenci kamu, karena Mamah sama Papah tidak pernah merasa punya masalah. "


*****


"Yank, mau roti kasih selai." Pinta Luna.


"Nanti di buatkan. " Ucap Firza.


"Yank, tadi Ibu sama Ayah kemari. "

__ADS_1


"Kalau kemari, jangan di ambil hati. "


"Nggak kok, makasih ya masih setia di samping Luna. "


"Iya sayang, nih makan roti nya. "


Luna pun makan roti yang di olesi selai oleh Firza, Firza tersenyum saat melihat istri nya makan dengan lahap.


*****


"Dania, tolong sampaikan ke Bunda sama Ayah, kami sudah membayar dan masih ada sisa. Tolong untuk kasih waktu. " Ucap Ibu Wike memohon.


"Dania nggak bisa bantu Tante, kecuali Firza menikah sama Dania baru Ayah akan mengatakan lunas. " Ucap Dania saat setelah selesai praktek.


"Tolonglah, hanya kamu yang bisa membujuk mereka. "


"Bujuk bagaimana Tante, Firza sudah menikah dengan Luna. "


"Anak Luna dan Firza sudah meninggal, mereka sekarang tidak ada ikatan kuat. Hanya sebuah pernikahan. "


"Terus? "


"Mereka bisa bercerai, kamu masuk kedalam kehidupan nya. Pernikahan yang tadi nya gagal bisa di lanjutkan. "


"Apa Tante merendahkan saya, saya pun masih punya harga diri, bagaimana juga saya tidak mau memakan sampah yang saya sudah buang.Mau taruh dimana muka saya, lebih baik Tante tanggung saja sendiri, saya terlalu sakit untuk semua yang pernah terjadi. Kejadian kemarin saja saya masih belum lupa, sekarang malah Tante meminta saya untuk mendekati Firza lagi, mau di taruh dimana wajah saya. " Ucap Dania langsung pergi meninggalkan Ibu Wike.


"Dania, tunggu Dania. "


*****


"Ibu sama Ayah itu kenapa sih bicara seperti itu? Seharusnya Ibu sama Ayah tidak bicara seperti itu. " Ucap Firza emosi.


"Salah nya dimana? Orang tua begini demi anak dan masa depan. "


"Demi anak, hanya demi Kak Irfan bukan Firza. Masa depan juga, masa depan kalian bukan Firza. Tolong, jangan ganggu pernikahan kami. Biarkan kami hidup bahagia."


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2