
Firza duduk bersandar di tepi tempat tidur, masih terlihat tiang infus, kursi roda bahkan obat - obat an milik Luna di atas meja.
Firza terus menatap ponsel nya, setelah mencari informasi tentang Luna. Namun hasil nya nihil.
"Ya Allah, kamu ada di negara mana Luna. " Ucap Firza.
"Asal kamu ada dimana, saya akan tenang. Hati ini nggak akan bakalan tenang, walau kamu bersama orang tua kamu juga. "
Firza memijat kepala nya yang pusing, dan memikirkan Luna yang kini jauh dari nya.
"Saya takut, jujur takut kamu ada apa - apa, Saya tidak tahu. Papah sama Mamah kenapa tega sekali sama saya. "
Ceklek
Firza menatap pintu kamar nya yang terbuka, Aldi masuk sambil membawa satu bungkus nasi goreng.
"Makan, kamu dari tadi siang belum makan sama sekali. " Ucap Aldi.
"Nggak Bang, makasih. " Ucap Firza.
"Makan lah, jangan sampai kamu sakit karena nggak makan. "
"Nggak nafsu Bang, Saya masih kepikiran sama Luna.
"Luna sama orang tua nya, kamu nggak usah khawatir. Percaya sama mereka , Luna pasti akan pulang dan sembuh. " Ucap Aldi.
"Mungkin, saya yang salah Bang. Mereka pantas memisahkan saya dan Luna. "
"Ini gara - gara Dania, dan kamu masuk dalam perangkap nya. Kita lihat saja, kebenaran pasti akan terungkap. "
"Abang percaya kan sama saya, kalau saya tidak melakukan hal itu? "
"Iya, Abang percaya sama kamu. Dan Abang tahu kamu seperti apa, tidak mungkin melakukan hal yang seperti itu. "
"Makasih Bang, makasih masih ada orang yang percaya sama saya. "
*****
Firza turun dari motor nya, tepat berhenti di depan rumah orang tua Luna, terlihat seorang tukang kebun yang sedang membersihkan taman.
Firza pun lalu berjalan mendekat, dan tukang kebun tersebut tahu akan kedatangan menantu majikan nya.
"Mas Andi. " Sapa Mang Udin.
"Mang, ada kabar tentang mereka? " Tanya Firza.
"Seperti nya, Ibu sama Bapak akan menetap lama di luar negeri. Sampai benar - benar, mba Luna sehat. " Jawab Mang Udin.
"Mang Udin tahu mereka pergi ke negara mana? " Tanya Firza.
__ADS_1
"Maaf Mas, saya tidak tahu. " Jawab Mang Udin.
"Tolong Mang, kasih tahu saya. Bagaimana juga saya ini masih suami sah nya. " Ucap Firza.
"Maaf Mas, saya tidak tahu."
"Ya sudah Mang, kalau begitu saya permisi."
"Hati - hati Mas. "
Firza meninggal kan rumah mertua nya, dengan rasa kecewa yang sangat besar. Dimana dirinya tidak boleh mengetahui keadaan Luna dan dimana Luna berada.
"Semoga kamu ada perubahan Luna, semoga kamu pulang sudah sehat. " Ucap Firza dalam hati nya.
******
"Apa - apa an ini? " Ucap Pak Surya yang melihat penghasilan perusahaan bulan ini turun, dan beberapa investor menarik kembali uang nya, dan penjualan saham nya yang menurun.
"Kenapa Yah? " Tanya Ibu Rika.
"Lihat, hampir 60 persen turun. " Jawab Pak Surya.
"Kok bisa? " Ucap Ibu Rika kaget.
"Beberapa investor besar menarik kembali, dan harga jual saham kita turun drastis.Kalau begini kita bisa bangkrut. "
"Maaf Pak. " Ucap Novi Sekretaris Pak Surya.
"Ada apa Nov, tumben kamu ke rumah? " Ucap Pak Surya.
"Begini Pak, banyak wartawan yang datang ke perusahaan, belum lagi aksi protes beberapa penanam saham. Di kantor sedang ricuh, karena kondisi keadaan perusahaan yang tidak stabil. "
"Siapa yang hadapi mereka? "
"Pak Rival, sedang berusaha menyelesaikan nya. Dan ada informasi, kalau mereka tiba - tiba menarik investasi nya karena tentang berita putri bapak tentang kasus menjadi seorang pelakor dan membuat berita tentang Malpraktek. "
"Hah.. Malpraktek!!! " Ucap Ibu Rika kaget.
"Benar Pak, mereka tahu kalau putri Bapak di pecat dan blacklist dari dunia kedokteran."
"Yah, kita harus tuntut balik atas pencemaran nama baik anak kita, kita harus tuntut."
"Ini pasti ulah Prabu. " Ucap Pak Surya.
"Prabu..!!! " Ucap Ibu Rika.
"Dan berdasarkan info, Brawijaya Group milik perusahaan Ibu Sinta mengambil alih semua nya, mereka menawarkan bagi hasil yang lebih besar dari kita. Dan hampir semua perusahaan sekarang berpihak pada Brawijaya grup. "
"Bagaimana ini Yah, Sinta sungguh keterlaluan. "
__ADS_1
"Ini semua gara - gara anak sialan itu, Dania... keluar kamu..!!! " Ucap Pak Surya dengan nada keras.
Novi yang tahu akan terjadi sesuatu, akhirnya pamit dan keluar dari rumah Pak Surya. Dania keluar dari kamar nya, Pak Surya langsung menampar pipi Dania.
Plaaaakkk
"Ayah..!!! " Pekik Dania.
"Ini semua gara - gara kamu, yang berhasil membuat keluarga Prabu marah. " Bentak Pak Surya.
"Marah, seharusnya Ayah yang marah karena anak Ayah jadi korban. " Ucap Dania.
"Korban masalah yang kamu buat sendiri, kamu tahu perusahaan Ayah bangkrut terancam gulung tikar, ini semua gara - gara kamu, dan semua tahu kamu itu di pecat, dan nama kamu tidak akan bisa bergabung menjadi Dokter lagi. Apalagi mereka buat kamu telah melakukan Malpraktek. "
"Apa, Malpraktek!!! "
"Dan sebagai pelakor , sekarang kamu punya gelar. "
"Dan kamu harus tahu Dania, kita jatuh miskin. Belum lagi rumah ini pasti akan di sita. " Ucap Ibu Rika.
"Ini bukan salah Dania, ini semua karena Firza tidak mau menikah sama Dania. "
"Eh... Dania, Prabu itu diam - diam bisa membuat musuh nya tidak berkutik. Dia bersabar selama ini, tapi kesabaran dia sudah di ambang batas. Dan kamu tahu, karena kamu berhasil merusak rumah tangga anak angkat kesayangan nya. "
"Kalau Ayah sama Bunda tahu, kenapa dulu memisahkan Firza dan Luna. "
"Yang memisahkan bukan Ayah atau Bunda. Tapi orang tua nya, dan Prabu masih menghargai kita. "
"Tapi Ayah sama Bunda tidak menghargai mereka. " Ucap Dania.
"Sekarang kamu harus bertanggung jawab atas perbuatan kamu. Ayah sama Bunda benar - benar malu. Karena kamu itu tidak berpikir lagi, ternyata perbuatan kamu itu dampak besar kemana - mana. "
"Salah kan mereka, tuntut balik atas pencemaran nama baik. " Ucap Dania.
"Tuntut balik, kamu nggak tahu Brawijaya Group punya banyak relasi yang bergerak di berbagai bidang. Hukum akan berpihak pada mereka, kita bukan apa - apa kalau keluarga Brawijaya bergerak, kita ini hanya kerikil kecil dimata mereka. " Ucap Ibu Rika.
"Kenapa kita mau berteman dengan mereka, kita bisa bergerak pesat karena hubungan kita dengan Sinta, dan Prabu. Tapi karena masalah hutang, keluarga Surya yang tidak bisa bayar dan tahu kamu suka sama Firza, akal itu kami gunakan. Tapi apa, cinta mereka kuat, dan kamu balas dendam. Itulah kebodohan kamu Dania, balas dendam yang tidak pakai rencana yang matang. "
"Tapi disini saya di rugikan, Firza mengambil kesucian saya. "
"Itu urusan kamu, Ayah sudah pusing mengenai masalah perusahaan. "
"Tapi bukan salah Dania. "
.
.
.
__ADS_1