
"Yank, malam banget pulang nya? " Tanya Luna.
Firza duduk di samping Luna, sambil memegang tangan nya, Luna menatap suami nya yang tampak kusut.
"Kenapa Yank? " Tanya Luna.
Firza memeluk tubuh Luna, terdengar isak tangis hingga membuat Luna merasakan bingung.
"Kenapa Yank, kamu kenapa? " Tanya Luna kembali.
"Nggak, apa - apa. Maaf kan Ayank ya, sekarang tidur sudah malam. " Jawab Firza.
"Iya, Ayank ganti pakaian dulu ya. "
"Iya, mau mandi dulu. " Firza pun menuju ke kamar mandi, Luna merasakan hal yang sangat berbeda melihat suami nya, terlihat pukul 12 malam lewat Firza baru sampai.
Suara dering ponsel Firza bergetar, Luna melihat panggilan dari Dania, dan langsung Luna angkat.
"Firza, kamu cepat kasih tahu Luna, tentang kejadian tadi. Saya tidak mau, bila kejadian tadi kamu tidak bertanggung jawab. Kalau kamu tidak bertanggung jawab, video itu akan Saya serahkan di kesatuan kamu. " Ucap Dania dari seberang.
"Video apa Dan? " Tanya Luna.
Dania diam, dan hanya terdengar suara angin, Luna pun menarik nafas nya dengan panjang, namun jantung sudah berdetak sangat kencang.
"Kamu buka saja, video yang Saya kirim barusan. "
Luna menutup panggilan telepon dari Dania, Luna membuka video yang Dania kirim kan. Luna menutup mulut nya saat melihat adegan Firza bersama Luna.
Firza pun keluar dari kamar mandi dan langsung menatap istri nya yang kini menatap tajam ke arah Firza.
"Apa kamu ingin saya cepat mati? " Ucap Luna.
"Maksud kamu? "Ucap Firza.
" Kalau kamu ingin menikah lagi, bicara baik - baik, saya akan ijin kan. Karena saya sadar, kamu juga ingin di urus sama seorang istri. Dari dulu saya bilang, cari lah wanita lain, agar kamu ada yang mengurus , tapi bukan dengan cara selingkuh begini. " Ucap Luna.
"Maaf kan saya. " Ucap Firza.
"Kalau begini cara nya, lebih baik saya minta pisah. " Ucap Luna.
"Nggak, jangan, tolong jangan minta pisah. " Ucap Firza memohon.
"Sakit tahu hati saya sakit hiks.. hiks.. hiks.. ternyata kamu itu pembohongan, yang katanya ikhlas menerima saya apa ada nya, walau saya menawarkan seribu wanita kamu tidak mau, tapi apa. Saat tahu kamu bersama Dania, melakukan hal yang tidak di ingin kan."
Hiks.. hiks.. hiks..
"Sumpah, saat itu saya tidak tahu dan nggak sadar seperti apa ya mulut itu keluar bicara begitu nggak sadar Yank. "
"Bohong, seharusnya kamu itu ingat, ada istri."
__ADS_1
"Sumpah Yank, benar - benar sumpah saat itu nggak ingat kamu, hanya yang ada itu Dania."
"Dania minta tanggung jawab, kamu nikahi dia."
"Nggak, saya nggak mau. "
"Nikahi dia, saya tidak mau punya suami seperti kamu. "
"Tapi sumpah, setelah itu saya tidak ingat, tahu - tahu kita berdua sudah. "
"Stop, jangan teruskan. "
Luna menahan rasa sakit di dada nya, hingga kepala nya yang tiba - tiba sangat pusing.
"Pergi dari hadapan saya. " Ucap Luna dengan memejamkan kedua mata nya.
****
Plaaakkk
Plaaakkk
Pak Prabu menampar pipa Firza di depan kedua orang tua nya, Pak Wahyu hanya diam saat Pak Prabu penuh emosi.
"Lihat anak kamu Wahyu, Wike. Saya tidak terima anak Saya di begini kan. Saya menyesal sudah percaya sama Firza, tapi ternyata anak kalian itu sama kurang ajar nya seperti orang tua nya. " Ucap Pak Prabu.
"Eh.. Prabu, kamu jangan menghina kami ya." Ucap Pak Wahyu yang tidak terima.
"Sumpah Pah, nggak sadar Saya sebut nama Dania itu. Nggak ingat, nggak tahu kenapa tiba - tiba ingat nya Dania bukan Luna. Ingat nya yang di depan mata saja. " Ucap Firza.
"Pah, kita bawa pulang anak kita. " Ucap Ibu Sinta.
"Jangan Mah, Firza mohon. "
"Kamu mau, anak saya di madu? cerai kan dia. " Bentak Ibu Sinta.
"Kamu susah banget sih Firza, tinggal ceraikan saja, dari pada pertahankan istri penyakitan. " Ucap Ibu Wike.
"Stop Wike, saya tidak suka kamu hina anak saya. Dan saya sumpah in kamu akan sakit seperti Luna. " Ucap Ibu Sinta.
"Apa, sumpahin? Lihat Yah, sahabat kita benar - benar jahat. " Ucap Ibu Wike.
"Firza, sebaiknya kita cepat urus pernikahan kamu sama Dania. " Ucap Pak Surya.
"Kalian itu benar - benar nggak punya otak ya, anak sedang susah, tertimpa masalah, malah kalian bicara nya seperti itu. " Ucap Firza.
***
"Luna, nak bangun kita pulang. " Ucap Ibu Sinta membangun kan Luna, namun Luna tidak bergerak.
__ADS_1
"Luna, bagun nak. "
Luna, hanya diam, dan Ibu Sinta pun langsung berlari ke suami nya yang masih duduk bersama Firza.
"Pah, sebaiknya periksa Luna. " Ucap Ibu Sinta.
"Mau kemana kamu? " Tanya ketus Ibu Sinta.
"Luna." Jawab singkat Firza.
Ibu Sinta bersama Pak Prabu masuk kedalam kamar, memeriksa keadaan Luna yang tidak sadar kan diri.
"Kita bawa Luna ke rumah sakit, dia pingsan." Ucap Pak Prabu.
"Astagfirullah, Luna.. !!
****
" Apakah, ini rencana kamu? " Tanya Ibu Rika.
"Kalau bukan kenapa? " Tanya Kembali Dania.
"Kamu itu sudah membuat Firza mati kutu, Bunda kaget saat itu. "
"Kami suka sama suka melakukan nya, tolong Bunda bantu untuk mendesak keluarga nya agar pernikahan segera berlangsung. "
"Terus, istri sah nya? "
"Nggak usah perduli kan istri sah, lagian lama - lama juga akan pergi sendiri. " Ucap Dania.
*****
Pak Prabu mencoba menyadarkan Luna, namun Luna tetap tertidur. Berulang kali, Luna disadarkan namun tetap sama. "
Hiks.. hiks..
"Luna, bangun nak, bagun. . hiks.. hiks.. " Isak. Ibu Sinta.
Firza hanya menatap dari kaca jendela, terlihat Luna di pasang alat medis di tubuh nya.
"Yank, maaf kan saya Yank. " Ucap Firza dengan mata yang berkaca - kaca.
"Kenapa kamu masih disini? " ucap Ibu Sinta.
"Tolong Mah, jangan usir saya. Bagaimana juga Luna masih istri saya. "
"Istri, kamu bilang istri. Jangan harap setelah sadar, Luna kembali sama kamu. "
.
__ADS_1
.
.