
"Loh, Bang Aldi kok ada di sini? " Tanya Dania saat baru keluar dari Panti jompo.
"Iya, tadi Abang tanya sama Penjaga di depan katanya, kamu masuk pagi pulang sore, malam ada lagi ya katanya? "Jawab Aldi kembali bertanya.
" Iya Bang, ada kebetulan saya kebagian siang terus, kalau malam perawat pria. " Ucap Dania.
"Eh.. ini di mobil Abang belikan kamu banyak stok sembako, cemilan. "
"Bang, nggak usah. Makasih. "
"Nggak apa - apa, terima ya. "
Dania terdiam melihat di dalam mobil , di kursi penumpang belakang penuh belanjaan dari Aldi untuk dirinya.
"Bang, sumpah saya nggak bisa menerima ini semua. Dan saya nggak bisa mengganti nya."
"Nggak, bukan ganti. Ini saya ikhlas buat kamu, tolong kamu terima."
"Tapi Bang. "
"Kamu terima ya, tolong ya. "
"Sekali lagi terima kasih. "
"Sama - sama. " Ucap Aldi.
"Kalau begitu saya antar kamu pulang. "
"Iya Bang, makasih. "
Aldi mengantar pulang Dania, dalam perjalanan hanya diam tak ada kata. Dania dan Aldi sama - sama fokus melihat jalan ke depan.
"Bang, kabar Firza bagaimana? " Tanya Dania memulai pembicaraan.
"Alhamdulillah baik, dia Dinas nya jauh sekarang. Jauh dari kota, malah hampir setiap hari bisa komunikasi, sinyal nya lumayan sudah bagus. Waktu Abang dulu, Dinas di daerah seperti Firza, sinyal nya sampe susah. "
"Gitu ya. "
"Kamu mau titip salam sama dia? "
"Nggak Bang, makasih. "
"Luna juga, Alhamdulillah baik, sekarang kesehatan nya sudah mulai membaik, kanker nya perlahan sudah mulai hilang. "
"Alhamdulillah, syukur Bang kalau begitu. Saya malu Bang, sama mereka berdua, mereka benci sama saya, pasti mereka nggak mau memaafkan saya. "
"Kata siapa, mereka pasti memaafkan kamu."
Mobil pun sampai, di depan rumah Dania yang kini tinggal di rumah yang sangat kecil. Aldi mengangkut barang belanjaan nya untuk Dania sampai depan pintu rumah.
"Abang nggak mau mampir? "
"Makasih, lain waktu ya. Abang ada acara. "
"Oh, ya sudah. "
"Salam buat Tante Rika sama Om Surya. "
"Nanti saya sampai kan salam nya. "
"Pamit ya, Assalamu'alaikum. "
"Walaikumsalam."
__ADS_1
Ibu Rika membuka pintu rumah nya, melihat sebuah mobil pergi dari depan rumah nya. Dan di depan mata nya ada dua kardus belanjaan.
"Kamu belanja? " Tanya Ibu Rika.
"Dari Bang Aldi. "Jawab Dania.
" Aldi? "
"Aldi, sepupunya Firza. "
"Ini buat kita? "
"Iya, buat kita. "
"Alhamdulillah, dia baik banget. "
"Kemarin juga, uang buat beli obat nya Ayah dari Bang Aldi. "
"Tunggu dulu, jangan - jangan Aldi suka sama kamu lagi? "
"Bunda ini, ya nggak lah. "
"Bukti nya, kasih kamu uang, sama sembako, kalau nggak suka sama kamu, apa hayo? "
"Mungkin karena kasihan melihat kita, saya sempat cerita kondisi kita. "
"Nggak mungkin, pasti suka sama kamu.Kalau kasihan juga, nggak seperti ini. "
"Sudah ah, jangan ngawur bund. "
"Lihat saja nanti. "
Dania tersenyum dan bersama Bunda nya mengangkat barang belanjaan dari Aldi masuk kedalam rumah nya.
*****
"Alhamdulillah sudah ada perkembangan bagus. "Jawab Luna.
" Syukur lah, kapan kamu bisa pulang? "
"Tinggal menunggu keputusan saja Yank, nanti berobat lanjutan nya di sana aja. "
"Papah sudah kangen sama Mamah. "
"Sama dong Pah, mamah juga kangen sama Papah. Kita sudah mau 1 tahun, nggak ketemu. "
"Nggak mau satu tahun, tepat nya 9 bulan yang lalu suami kamu ke sana. "
"Kalau ingat itu, jadi salah. "
"Sudah jangan dan bahas. "
"I love you. "
"I Love you too sayang. "
******
"Kata Dokter, Luna bisa pulang, dan berobat di tanah air saja. " Ucap Pak Prabu.
"Alhamdulillah, Luna nak kamu bisa pulang, kamu bisa lanjutkan berobat disana. " Ucap Ibu Sinta.
"Alhamdulillah, akhirnya bisa pulang. Alhamdulillah sembuh. " Ucap Luna.
__ADS_1
"Iya, kanker kamu di nyatakan nol persen, kamu bisa chek up nanti disana, Dokter sini akan kerja sama dengan Dokter Husen."Ucap Pak Prabu.
"Alhamdulillah, makasih ya Allah. "
"Tapi, pihak rumah sakit, ingin observasi dulu selama beberapa bulan, kamu belum boleh pulang ke Tanah air, jadi paling kamu keluar dari rumah sakit, tapi masih disini. "
"Biasa nya berapa bulan? "
"Sekitar 3 atau 4 bulanan. "
"Nggak apa - apa Pah, semoga tidak kena kanker lagi. "
"Semoga Nak, kamu sehat. Nggak akan kena lagi, semoga tidak kena lagi. "
****
"Alhamdulillah Yank, ikut senang. Kapan keluar dari rumah sakit? " Ucap Firza dari seberang.
"Besok sudah boleh pulang, tapi masih disini. Hanya keluar rumah sakit saja, nanti selama kurang lebih 4 bulanan, saya observasi dulu, jadi tinggal disini, belum boleh pulang ke negara asal. " Ucap Luna.
"Papah, nunggu kabar aja deh dari mamah. "
"Pulang juga, papah nya jauh. Tetap aja LDR an. "
"Tapi kan bisa pulang Mah. "
"Iya sih, nggak berat di ongkos tapi berat di rindu, nggak seperti sekarang, berat di rindu dan berat di ongkos. "
"Hahahaha.. bisa bercanda juga. "
******
"Irfan...!!! " Teriak Ibu Wike.
"Irfan...!!! " Teriak kembali Ibu Wike.
"Ayah... bangun Yah, bangun.. !! " Ibu Wike menangis sambil membangun kan suami nya yang tergeletak di kamar mandi.
"Irfan....!! " Panggil kembali Ibu Wike.
"Ada apa sih Bu, teriak - teriak terus. "Ucap Irfan sambil mengucak mata nya karena saat di panggil sedang tidur.
" Ayah...!!! " Ucap Irfan kaget saat melihat Ayah nya tergeletak di kamar mandi.
"Ayah kenapa Bu? "Tanya Irfan.
"Mana Ibu tahu, saat Ibu masuk, Ayah kamu sudah tergeletak di lantai kamar mandi. " Jawab Ibu Wike, dan Irfan pun langsung mengangkat tubuh Pak Wahyu.
"Ayah bangun Yah. " Ucap Irfan sambil membangun kan Pak Wahyu yang masih belum sadar.
Ibu Wike panik dan menangis, sambil memberikan minyak angin pada hidung suami nya, namun belum sadar kan diri.
"Ayah bangun Yah. " Ucap Ibu Wike.
Irfan memeriksa nadi Pak Wahyu, dan beralih ke detak jantung nya, Irfan tidak merasakan ada denyut nadi dan detak jantung di dada Ayah nya. Bahkan hembusan nafas dari hidung nya pun tidak di rasakan.
"Inalilahi wainnailaihi rojiun. " Ucap Irfan lalu menangis memeluk tubuh Ayah nya.
"Irfan, kamu jangan bercanda Irfan. " Ucap Ibu Wike.
"Ayah sudah nggak ada Bu, hiks.. hiks.. " Ucap Irfan.
"Ayah...!!! Hiks.. hiks... Ayah...!!" Ucap Ibu Wike menangis histeris dan memeluk tubuh Pak Wahyu.
__ADS_1