Detak Jantung Terakhir

Detak Jantung Terakhir
Kembali Ke Kisah Indah


__ADS_3

Luna terdiam, setelah Ibu Sinta, menasehati nya. Luna memegang ponsel nya dan terlihat nama Firza di layar ponsel nya. Luna memikirkan antara membuka blokiran nomer ponsel Firza dan antara tidak di buka.


Luuna pun membuka kembali blokiran nomer ponsel Firza. Di coba di tekan nya, nomer ponsel nya, panggilan pun tersambung.


Telepon terus berdering, namun tak kunjung di angkat, dan Luna melihat jam di dinding, waktu di sana malam, dan mungkin Firza sedang tidur.


"Kamu mungkin sedang tidur, jadi tidak dengar panggilan telepon dari saya. " Ucap Luna.


Namun Luna kembali menghubungi nya, panggilan pun tetap sama belum juga di angkat.


Sedangkan di tempat Firza, terlihat Firza tengah tertidur pulas, ponsel yang berada jauh dari nya terus berdering, hingga terlihat ada panggilan 20 kali.


****


Suara kicauan burung, dan ayam berkokok membangun kan Firza, saat bangun mencari ponsel nya. Namun baru sadar, ponsel dirinya sedang di charger.


Firza melangkah kan kaki nya ke arah meja, dan membuka panggilan tak terjawab hingga 1000 kali panggilan.


"1000 kali, saya kok sampai nggak dengar, apa saking pulas nya tidur ya. " Ucap Firza dan mata nya semakin membuka lebar, saat melihat nomer Luna yang menghubungi nya.


"Nggak salah, 1000 kali. " Ucap Firza langsung menghubungi kembali Luna


Panggilan pun tersambung, dan di angkat, mereka berdua sama - sama diam, tak ada yang mendahului untuk bicara.


"Kamu masih ada di sana kan? " Ucap Luna mengawali pembicaraan.


"Iya, saya masih disini. " Ucap Firza.


"Kamu telepon, sampai 1000 kali. " Ucap Firza kembali.


"Kamu, tidur seperti orang mati. "


"Ponsel nya jauh, soalnya tadi di charger. "


"Oh, saya kira nggak mau bicara sama saya lagi. "


"Nggak lah, tapi kamu yang tidak mau bicara sama saya. "


"Tapi, kalau saya hubungi sekarang, kamu masih mau kan, bicara sama saya? "


"Sampai kapan pun juga, saya tetap mau bicara sama kamu. Kamu mau diemin, mau marah, saya tidak peduli, kamu ajak ngobrol, saya ladenin, diemin saya ladenin."


"Begitu ya, terus perasaan kamu gimana? "


"Perasaan yang mana? "


"Perasaan kamu ke saya? "


"Kenapa tanya, kamu sudah tahu sendiri. Malah saya yang tanya sama kamu, perasaan kamu ke saya bagaimana? "


"Apa harus jujur? "


"Iya, karena kejujuran itu penting. "


"Kemarin, saat kamu datang kesini, saya minta maaf. Kalau saya kasar dan usir kamu."


"Nggak apa - apa kok, saya nggak akan marah."


"Kamu masih cinta kan sama saya? "


"Iya, sampai kapan juga, cinta ini tidak pernah berubah. Dan kamu sendiri bagaimana? "


"Jujur, saya sangat mencintai kamu. Rasa ini masih ada, maaf kan kalau saya berusaha untuk melupakan kamu. "


"Nggak apa - apa, yang terpenting kamu sudah berkata jujur. "


"Iya, itu isi hati saya. "


"Terus, tujuan hubungi saya karena? "


"Saya ingin memperbaiki diri saya, saya sudah keterlaluan sama suami. "


Firza tersenyum, lalu menarik nafas nya yang panjang, hanya suara angin yang kini mereka saling dengar.

__ADS_1


"Lalu? "


"Maaf kan saya. "


"Saya sudah maafkan kamu, dan kamu tahu saya itu mencintai kamu. "


"Iya, saya tahu. "


"Jadi kamu ingin kita kembali lagi seperti dulu? "


"Kalau kamu masih mau menjadikan saya istri. "


"Saya masih mau, tapi itu terserah kamu. Mau bagaimana. "


"Jangan pergi, tinggal kan saya. "


"Iya, saya nggak akan pergi tinggalkan kamu. "


Firza tersenyum, begitu juga Luna di tempat lain pun tersenyum, mereka kini sama - sama diam. Dan tidak saling bicara, hingga beberapa menit.


"Kamu masih disana? "


"Masih, kamu mengantuk? "


"Tadi sudah mengantuk tapi sekarang tidak lagi. "


"Tidur lah, hari sudah malam. Nanti kita sambung lagi. "


"Katakan, I Love you. "


"I love you Luna. "


"I love you too Firza. "


"Selamat malam, mimpi indah. "


"Selamat pagi untuk Ayank, selamat beraktivitas. "


Panggilan pun tersambung, Firza tersenyum bahagia,dan langsung menghubungi Aldi.


"Bang, tadi saya bicara sama Luna. " Jawab Firza.


"Terus, terus..!! " Ucap Aldi semangat.


"Kita akur lagi. "


"Alhamdulillah, jadi dia nggak jadi minta cerai? "


"Alhamdulillah Bang tidak, saya juga nggak percaya pagi - pagi sudah ada panggilan 1000 kali dari Luna. "


"Kamu nggak dengar, 1000 kali panggilan tak terjawab dari Luna? Luar biasa sekali ya kamu tidur nya. "


"Sumpah Bang nggak dengar, dan posisi jauh ponsel sama saya itu. Terus ponsel sedang di charger. "


"Ok, sekarang sudah baikan. Kamu mau kesana nih? "


"Nggak lah Bang, nggak bisa kesana. "


"Kenapa? "


"Papah mertua saya , belum tahu tentang ini juga. Dari dulu kan, Mamah mertua saya yang mendukung hubungan ini. Bagaimana dia memperlakukan saya, saat berada di sana. "


"Selamat ya, semoga kalian tetap bersama."


"Amin."


*****


"Jadi kamu, sudah hubungi Firza? " Tanya Ibu Sinta.


"Sudah Mah. " Jawab Luna sambil tersenyum.


"Terus? " Ucap Ibu Sinta penasaran.

__ADS_1


"Makasih ya Mah, sudah menyadarkan Luna."


"Alhamdulillah, kamu akhirnya mengambil sebuah keputusan. "


"Terus Papah? "


"Tenang, ada Mamah yang akan bantu selesai kan masalah ini. "


"Makasih ya mah. "


"Sama - sama sayang. "


*****


"Sudah makan? " Tanya Luna dari seberang saat menelepon Firza.


"Sudah baru saja. " Jawab Firza.


"Yank."


"Hem."


"Kangen."


"Sama, kangen Ayank juga. "


"Kapan kesini? "


"Insya Allah, kalau ada rezeki ya. "


"Ayank benar mau jual rumah, motor sama mobil buat pengobatan Luna? "


"Iya, kenapa? "


"Jangan, sudah cukup Ayank transfer jatah bulanan saja. "


"Masa semua nya dari orang tua Ayank semua, sedangkan suami kamu nggak berbuat apa - apa. "


"Nanti kalau pulang, mau tinggal sama Ibu sama Ayah lagi? "


"Nggak, nanti akan beli rumah, tapi mungkin lebih kecil. "


"Saya nggak setuju. "


"Nggak apa - apa, demi kamu. "


"Maaf ya. "


"Nggak apa - apa sayang. "


******


"Maksud Mamah, kita kembali besanan sama Wike dan Wahyu? " Ucap Pak Prabu saat baru pulang.


"Kenapa Pah, anak kita saling mencintai loh. Masa kita tidak dukung. "


"Mah, Papah nggak suka sama mereka. "


"Pah, anak kita saling suka, Firza suami bertanggung jawab. Papah tahu, selama ini dia bantu pengobatan Luna, tabungan dia untuk Luna semua, dan sekarang sedang menawarkan rumah, mobil dan motor nya untuk pengobatan Luna. Walau Luna, sudah terjamin oleh kita, tapi dia tidak ingin di lihat menjadi suami yang tidak bertanggung jawab."


"Tetap saja, memiliki besan yang tidak tahu diri. "


"Yang menjalani kan mereka, bukan kita."


*****


"Siapa yang jual rumah? " Tanya Ibu Wike pada tetangga nya, yang datang pagi - pagi ingin membeli rumah.


"Saya tahu di sosmed, ada yang jual rumah, mobil sama motor. Saat saya cek, ternyata itu akun nya Firza. Kesini saya itu tertarik sama iklan nya, kalau boleh bisa nego tidak." Jawab Ibu Tia tetangga rumah Ibu Wike.


"Saya tanya dulu ke Firza nya. "


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2