Detak Jantung Terakhir

Detak Jantung Terakhir
Kehidupan Setelah Bersama


__ADS_3

"Mah, semir sepatu mana? " Tanya Firza sambil mencari semir sepatu di rak sepatu.


"Biasanya Papah, taruh disini deh. " Ucap nya kembali.


"Semir sepatu, Mamah pindahin ke tempat helm motor. " Jawab Luna sambil mengikat rambut nya.


"Sikat nya mana? "


"Disitu Pah, cari dong Pah jangan tanya terus."


"Ya Kan Papah nanya, biasa nya Papah taruh di situ, Mamah main pindahin segala. "


"Tadi habis buat semir sepatu Mamah, Eh iya Pah, nanti kita ke kota ya belanja. Stok kulkas pada habis. "


"Besok ya, hari ini Papah pulang malam. "


"Tapi nanti jangan sampai telat loh, kalau telat pulang kita bisa bermalam disana. "


"Kenapa nggak bermalam aja di kota, sekalian kita liburan. "


"Papah nggak piket? "


"Nggak, mamah ada jadwal jaga? "


"Nggak juga, ya udah boleh deh. "


"Nanti kita berangkat pagi - pagi, bawa barang secukupnya saja, ribet di jalan nya. "


"Iya sayang, ini gimana sih nggak rapih. " Ucap Luna sambil merapikan seragam yang di kenakan oleh Firza.


"Tadi belum selesai rapihin nya, ingat sama sepatu belum di semir. "


*****


"Nanti siang, ibu boleh pulang. Nanti jangan lupa, minggu depan kontrol ya. " Ucap Luna pada pasien nya.


"Makasih Bu Dokter, berkat Dokter saya bisa sembuh. " Ucap seorang pasien wanita.

__ADS_1


"Bukan karena saya, tapi karena Tuhan. Saya hanya sebagai perantara saja. "


"Sekali lagi terima kasih. "


"Sama - sama, saya siapkan resep nya dulu ya. " Ucap Luna menulis beberapa resep, dan diberikan pada Suster.


Luna pun memeriksa beberapa pasien lagi, dan akhirnya kembali ke dalam ruangan nya.


"Dokter, nanti malam ada operasi. " Ucap Suster Sinta.


"Jam berapa? "


"Jam 8 malam. "


"Hanya satu kan? "


"Iya hanya satu. "


"Besok saya free, nanti ada Dokter Jay yang akan menggantikan saya. Kamu tolong kasih riwayat medis pasien bangsal 1 sampai 7 pada Dokter Jay. "


"Baik Dok, apa ada lagi? "


Luna pun menghubungi Firza, panggilan nya pun langsung di respon oleh suami nya.


"Assalamu'alaikum Pah. "


"Walaikumsalam, gimana Mau? "


"Seperti nya malam pulang nya, harus operasi."


"Oh nanti Papah jemput ya, sampai jam berapa operasi nya? "


"Mungkin jam 10 malam, Papah kalau kemalaman pulang duluan aja. "


"Nggak, nanti papah nunggu Mamah, nggak apa - apa kok. "


"Ya udah kalau begitu, sampai ketemu nanti malam. "

__ADS_1


******


Firza duduk menunggu Luna , yang masih berada di ruang operasi. Sudah satu jam lebih Luna belum keluar, sambil menunggu Firza membuka ponsel nya, dengan melihat beberapa photo dirinya dan Luna.


Tak sadar Luna sudah keluar dan duduk di samping nya, Firza menoleh kaget saat sang istri tengah menatap nya.


"Ka - kapan keluar? " Tanya Firza.


"Kan dari tadi, Papah serius lihatin photo Mamah, sampai Mamah duduk saja nggak sadar, apalagi kalau tahu - tahu ada orang jahat, karena Papah nggak fokus. "


"Heee... habis lihat photo Mamah cantik."


"Kalau sekarang masih cantik nggak? "


"Lumayan."


"Loh kok lumayan, kasih nilai kek berapa. "


"Nggak akh, takut protes nanti nya. "


"Ayolah Pah. "Ucap Luna sambil memegang lengan Firza.


" Pulang yuk, besok kan harus ke kota Pagi - pagi. "


"Ayo, tapi jujur dulu masih cantik nggak? "


"Kasih tahu nggak ya..!! "


"Papah...!! "


"Nggak tuh...!!! Firza langsung lari dan Luna pun mengejar nya.


" Ayank... kamu jahat....!!! " Ucap Luna sambil mengejar Firza.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2