Detak Jantung Terakhir

Detak Jantung Terakhir
Pergi Tugas Lagi


__ADS_3

Firza menarik wartawan tersebut hingga jauh dari kerumunan masa, Wartawan cantik itu terus menatap Firza hingga sampai di belakang mobil, Wartawan itu mengambil photo Firza beberapa kali.


"Hey.. nggak sopan kamu, sini kamera nya? " Bentak Firza.


"Jangan, ini kamera saya banyak photo yang harus saya kirim ke redaksi. " Ucap nya.


"Itu photo saya yang kamu ambil." Firza membuka telapak tangan nya dan meminta kamera nya untuk di serahkan pada Firza.


"Nggak ada. "


Firza mencoba merampas nya tapi kalah cepat, wartawan tersebut malah lari. Firza hanya menggeleng kan kepala nya saja, dan melepaskan nya begitu saja.


"Mana dia? " Tanya Robby.


"Dia dari media mana? " Tanya Firza.


"Saya tidak tahu, saya baru mau minta identitas nya. " Jawab Robby.


"Dia photo saya secara mencuri. "


"Keren dong, biar viral. "


"Viral apanya, yang ada nanti di jual. " Ucap Firza kesal.


*****


"Assalamu'alaikum." Sapa Firza memberi salam.


"Walaikumsalam." Balas Ibu Sinta, Firza langsung mencium punggung tangan Mamah mertua nya.


"Mamah, makasih ya sudah antar Luna kemoterapi. "


"Iya, nggak apa - apa. Kamu pasti capek, makan dulu mamah sudah masakin buat kamu. "


"Makasih Mah, oh iya Luna sudah makan? "


"Biasa hanya masuk sedikit. "


"Kalau begitu, Firza mandi dulu ya. "


"Iya, nanti langsung makan ya mumpung masih hangat. "


Firza masuk kedalam kamar nya, terlihat Luna tertidur nyenyak. Firza mencium kening Luna yang sedang tertidur nyenyak.


***


"Mamah masak nya banyak banget, ini nggak kemakan semua loh. " Ucap Firza sambil membuka tudung saji.


"Sengaja, pasti kamu nggak sempat masak begini banyak. Mamah paham anak lelaki itu makan seadanya. "


"Makasih Mah, mamah baik banget. "


"Firza."


"Iya Mah? "


"Luna ingin pulang ke rumah Mamah, bagaimana ini? "


Firza menaruh kembali sendok di atas piring nya dan menatap serius Mamah mertua nya.


"Mamah sih larang dia, bagaimana juga kamu suami nya. Mamah nggak bisa langsung bawa - bawa saja. "


"Firza ikhlas kok, ini semua gara - gara ibu waktu kemarin kesini. "


"Makasih ya, kamu sudah perhatian sama Luna. "


"Luna pernah bilang, untuk saya menikah dengan Dania, karena dia wanita yang sempurna Tapi saya tidak mau, cinta saya cukup dengan Luna. "


"Luna, merasa tidak enak. Dan setelah menikah dia belum pernah memberikan yang terbaik buat kamu. "

__ADS_1


"Demi Allah Mah, saya ikhlas ridho. "


"Dukung dia, kalau kamu lelah kembali kan sama Mamah Papah secara baik - baik, seperti kamu meminta Luna pada Mamah Papah secara baik - baik. "


****


"Yank, haus. " Ucap Luna.


Firza yang sedang menonton televisi di kamar langsung memberikan minum pada Luna.


"Makasih Yank. "


"Mau makan nggak? Kata Mamah kamu belum makan apa - apa. "


"Nggak nafsu makan, mau minum aja. "


"Dikit saja, kalau nggak buah? "


"Minum lagi saja. "


Firza pun membantu Luna minum di gelas, dan Luna merebahkan kembali tubuh nya.


"Benar nggak mau makan? "


"Nggak Yank, mau tidur lagi aja. "


"Besok masih jaga, kayak nya nggak pulang. "


"Mamah suruh disini ya? "


"Iya sayang, nanti besok di kasih tahu. Tadi lupa nggak kasih tahu. "


"Iya Sayang, makasih ya. "


"Sama - sama. "


*****


"Kamu ada apa Dania? " Tanya Ibu Sinta.


"Hanya silahturahmi. "Jawab Dania.


" Oh, masuk dulu. " Ucap Ibu Sinta.


"Tante mau kemana? "


"Mau menginap di rumah Luna, Firza sedang jaga. Gimana kabar kamu? "


"Alhamdulillah baik Tante, Luna bagaimana?"


"Kamu jangan sok nanya kabar dia bagaimana, kamu pasti berharap Luna cepat meninggal. "


"Tante kok bicara seperti itu. "


"Lagian, mana Dania yang dulu periang, sekarang terbawa sifat orang tua kamu. Kamu sakit hati, tapi masih berharap Firza mau menikah sama kamu. Apa tidak ada laki - laki lain? "


"Tante kok bilang nya begitu, saya kesini kan main Tante. Bukan mau sumpah serapah."


"Luna memang menyuruh Firza untuk menikah lagi, tapi Firza nya nggak mau. Kamu mau menikah sama patung? Ibarat Firza itu patung yang tidak akan bisa bergerak, tapi akan kaku."


"Tolong Tante, jangan sudutkan saya. "


"Kamu juga menyudutkan anak saya, dia juga punya perasaan. Atau kamu ingin bertukar, kamu yang sakit, biar Firza itu mengurus kamu tapi tetap saja nanti sama anak saya juga ujung - ujungnya . "


"Stop Tante, tolong jangan lanjutkan. "


"Pergilah, Tante mau jalan. " Ucap Ibu Sinta.


"Satu lagi, kamu pasti lupa berterima kasih sama suami saya. Siapa yang memasukan kamu bisa bekerja di rumah sakit? Dokter Purba, kamu tahu siapa dia? Seharusnya kamu sadar diri, balas budi saja tidak, yang ada mengajak masalah. "

__ADS_1


Dania hanya diam, sambil menatap ke arah Ibu Sinta yang masuk ke dalam mobil nya. Kedua tangan Dania mengepal dengan tatapan marah.


"Tega banget, Tante bicara seperti itu. "


*****


"Hi... " Firza menoleh ke kanan ke kiri saat wartawan yang di temui kemarin menyapa nya.


"Kamu menyapa saya? " Tanya Firza.


"Iya lah, siapa lagi. " Jawab nya.


"Kenalin, Casandra. Wartawan dari Surat kabar Metropolis. " Ucap Casandra, tapi Firza tetap tidak menghiraukan nya.


"Bang Firza, haus nggak? Saya habis cari berita haus jadi beli minum, lihat ada Abang saya belikan. "


"Kamu tahu nama saya dari mana? "


"Lah, itu di seragam? "


"Kamu itu perempuan, kenapa sih berani nekat cari berita di tempat beginian. Apa nggak ada berita yang aman buat kamu. "


"Ah.. so sweet banget, perhatian banget. Tapi memang pekerjaan saya, dan saya suka. "


"Terus tujuan kamu dekati saya apa? "


Beberapa teman Firza mendengar, dan melihat tingkah wartawan tersebut pada Firza. Robby pun datang dan duduk di samping Firza.


"Mau apa Mba? " Tanya Robby.


"Nggak ada apa - apa, hanya menyapa. " Jawab Casandra.


"Kamu kenapa masih berdiri? Pergi ya pergi, duduk ya duduk. " Ucap Firza.


"Boleh dong duduk samping Abang? "


"Silahkan." Ucap Firza sambil melirik ke arah Robby yang tersenyum.


****


"Minum obat nya. " Ucap Ibu Sinta yang membantu masukan obat kedalam mulut Luna untuk di telan dengan air putih.


"Mah, kok suami Luna belum telepon? "


"Kan lagi jaga sayang. "


"Luna ingin dengar suaranya Mah, sebelum tidur. "


"Nanti mamah coba hubungi dia. "


Ibu Sinta mencoba menghubungi Firza namun tidak mendapatkan jawaban, dan hanya operator yang menjawab.


" Operator yang jawab. "


"Ya sudah Mah, mungkin sibuk jadi nggak bisa cek Hp. "


****


"Yah, nggak ada sinyal. " Ucap Firza saat membuka ponsel nya, lalu Firza merestart ponsel nya, dan sinyal pun kembali muncul.


"Kenapa? " Tanya Robby.


"Kayak nya keteken, jadi pengaruh ponsel nya."Jawab Firza.


" Itu wartawan, nggak pulang - pulang, nggak di cariin emak nya apa? "


"Tanya sama saya, tanya aja sendiri. " Ucap Firza menatap risih pada Casandra.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2