Detak Jantung Terakhir

Detak Jantung Terakhir
Akhir Bahagia


__ADS_3

Pak Surya di tangani oleh pihak rumah sakit milik Pak Prabu, Pak Prabu sendiri yang memeriksa kondisi Pak Surya.


Pak Surya yang sudah tidak bisa bicara, hanya meneteskan air mata nya, saat melihat Pak Prabu yang menangani kondisi kesehatan nya.


"Sekarang, kamu dirawat dulu di rumah sakit. Tenang kamu tidak usah memikirkan biaya nya. Saya akan obati kamu sampai kamu sembuh. " Ucap Pak Prabu.


Sedangkan di luar, Ibu Rika tak henti nya mengucapkan terima kasih pada Ibu Sinta dan Luna. Rasa menyesal dan malu terlihat, di wajah Ibu Rika.


"Jujur saya harus bagaimana membalasnya." Ucap Ibu Rika.


"Nggak usah di balas harus bagaimana, kita cukup kembali seperti dulu saja sudah , sudah bahagia. " Ucap Ibu Sinta.


"Jujur, saya malu sekali, malu dengan apa yang kami lakukan, kalian baik, sampai suami saya di berikan fasilitas gratis pengobatan sampai selesai. "


"Jujur, suami saya itu paling nggak tega, melihat orang terdekat nya jatuh terpuruk. Apalagi Surya itu sahabat yang sudah 20 tahun lebih bersama. Dan kita ini sudah sama - sama tua, apa sih yang mau kita kejar lagi di dunia. Sudah cukuplah, kita sudah puas, saat nya banyak ibadah, mendekat kan diri pada Tuhan. "


"Iya, benar kata kamu. Jujur kamu dan Prabu menyadarkan kami. "


*****


"Jadi, mau pulang nanti siang? " Luna merapikan pakaian Firza di dalam koper nya.


"Iya, sudah satu minggu kan cuti nya, nanti Papah cari waktu kosong lagi buat cuti. " Ucap Firza.


Luna memeluk tubuh Firza, di kecup nya pucuk kepala Luna dengan membalas pelukan nya.


"Jangan sedih gitu dong, kalau begini Papah nggak tega tinggalin Mamah. "


"Nggak besok saja, sehari lagi. "


"Nggak bisa sayang, Papah kan sudah mengajukan cuti satu minggu, masa nambah lagi. "


"Ikut ya? "


"Nggak, Mamah masih harus tetap stay, nggak boleh pergi jauh dulu. Kesehatan Mamah masih di pantau. "


Luna melepaskan pelukan nya, dengan wajah masam pergi meninggalkan kamar nya, di susul oleh Firza dan langsung menarik tangan istri nya.


"Mulai merajuk, nggak suka Papah lihat Mamah begini. "


"Hanya minta sehari lagi, masa nggak bisa. "


"Mah, Papah ini bukan kerja di perusahaan milik sendiri, tapi kerja di negara. Papah juga, masih ada kerjaan disana, lain waktu Papah akan sama Mamah lagi, sabar ya. Kita kan bisa saling komunikasi, Papah ngerti kok, mamah begini karena kita menjalin hubungan jarak jauh. "


Luna diam, dan kembali memeluk Tubun Firza, pelukan yang sangat erat, seakan tidak mau lepas.


"Antar Papah ke Bandara mau? "


*****


Pesawat yang akan membawa Firza kembali ke tempat Dinas nya, telah siap membawa para penumpang. Panggilan untuk penumpang pun terdengar, Firza bersiap - siap untuk masuk kedalam pesawat.


"Papah berangkat. " Ucap Firza sambil mengecup kening Luna.


"Hati - hati di jalan. " Ucap Luna.


"Iya, nanti kalau sampai Papah telepon."


Firza pun berjalan bersama para penumpang yang akan memasuki pesawat, Luna menatap hingga punggung Firza tak terlihat.


"Luna."


Luna menoleh saat mendengar ada yang memanggilnya, seorang pria bule berjalan ke arah Luna.

__ADS_1


"Luna, apa kabar? " Sapa nya dengan fasih berbahasa Indonesia.


"Luis." Ucap Luna langsung bersalaman.


"Senang bisa bertemu kamu lagi. "


"Lama ya, kamu waktu masih jadi mahasiswa Papah, sering kemari sekarang kamu ada disini, kok Papah nggak cerita ya kalau kamu mau datang. "


"Kedatangan saya bukan untuk Papah kamu, tapi untuk seorang wanita. "


"Kamu punya pacar orang sini? "


"Saya masih masa pendekatan. "


"Wah, selamat dong. "


"Oh iya kamu sama siapa? "


"Saya habis mengantar suami, kembali tugas."


"Oh, saya tidak tahu kamu sudah menikah."


"Pernikahan kita nggak pakai acara lagi, eh kamu di sini berapa hari? "


"Agak lama, mungkin dua mingguan an."


"Mau tinggal dimana? "


"Cari Hotel saja. "


"Gimana, satu malam tinggal di rumah saya. Pasti Papah senang. "


"Boleh, saya juga sudah kangen sama beliau."


****


"Kalian, berhubungan jarak jauh sudah lama?"


"Sudah, dan saya baru bisa kesini karena dia menjawab pertanyaan saya. " Ucap Luis.


"Pertanyaan apa? "


"Saya melamar dia. "


"What, jadi kesini untuk benar - benar mengajak nya serius. "


"Iya, saya kesini ingin kenal dekat dulu sama keluarga nya, dan saya ingin membawa nya ke negara saya. "


"Orang tua nya bagaimana? "


"Setuju, dia akan bekerja sebagai dokter di rumah sakit milik keluarga. "


"Oh jadi seorang Dokter. "


*****


"Eh.. Mulan, ada apa? "


"Ehm.. ini ada makanan untuk Abang? Mungkin Abang capek habis perjalanan jauh."


"Oh makasih ya, tapi saya baru saja Makan. Saya kasih Lukman aja ya. " Ucap Firza langsung memberikan pada Lukman yang sedang bermain ponsel.


"Lukman, kamu kan belum makan. Ada makanan dari Mulan. " Ucap Firza yang membuat Lukman langsung ikut bersandiwara.

__ADS_1


"Makasih Mulan, untung ada kamu dari tadi lapar. " Ucap Lukman, dan Mulan tersenyum kecut langsung pergi meninggalkan mereka berdua.


"Mulan benar - benar suka sama kamu, kemarin saja kamu nggak ada si Mulan bolak balik kesini. "


"Biarin aja. "


"Apa perlu saya bicara sama dia? "


"Nggak usah , kalau dia nya diam saja sih. "


"Tapi cara gaya bahasa tubuh nya. "


"Itu terserah kamu saja lah, yang penting dia jangan ganggu saya, makan nya menghindari dia terus. "


*****


"Saya senang, bisa bertemu kamu lagi. " Ucap Pak Prabu.


"Mungkin saya nanti akan sering kemari Pak, karena saya akan menikahi wanita sini." Ucap Luis.


"Wah.. selamat ya, kalau boleh tahu siapa nama nya? "


"Dania."


"Jadi Dokter yang kamu maksud, Dania. "


*****


Dania tersenyum saat bertemu dengan Luis di rumah sakit, Ibu Rika menyambut hangat kedatangan Luis, Pak Surya yang sudah sedikit ada perubahan pun ikut tersenyum.


"Terima kasih, sudah mau menerima Dania." Ucap Ibu Rika.


"Saya mencintai nya Bunda, saya kemari ingin kenal sama keluarga Dania, nanti pertemuan kedua saya akan datang bersama keluarga saya, dan langsung menikah. " Ucap Luis.


"Bursa tunggu, dan kamu sudah melihat kan keadaan keluarga Dania? "


"Sudah Bunda, saya terima apa adanya. Saya menerima kekurangan Dania, karena saya mencintai tidak melihat dari luar nya saja tapi dari dalam nya juga. Terima kasih Bunda merestui hubungan kami. "


Luna tersenyum pada Dania, tangan Luna dan Dania saling berpegangan erat, Luis melihat bahagia ke arah wanita pujaan nya.


"Selamat ya, akhirnya kamu menemukan pelabuhan terakhir. " Luna memeluk tubuh Dania.


"Terima kasih, terima kasih banyak. " Ucap Dania.


"Luis, kamu jaga Dania , jangan sakiti hati nya." Ucap Luna.


"Saya akan menjaga nya, saya janji di depan orang tua Dania. "


"Terima kasih Luis, kamu sudah mau menjadi calon pendamping hidup saya. "


.


.


.


.


Besok karya baru Up....


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2