
Firza mengompres luka lebam akibat pukulan dari Aldi, Aldi hanya menatap kesal ke arah Adik sepupu nya.
"Saya nggak akan maaf kan kamu, lihat saja. " Tunjuk Aldi.
"Sudah, jangan berantem. Tante minta kalian berdua pulang, kalau kalian masih terus berantem. " Bentak Ibu Sinta.
"Tante, saya siap menggantikan posisi Firza, saya akan tunggu kata talak dari mulut dia." Ucap Aldi.
"Bang, jangan sembarangan kalau bicara. Abang doa kan saya cerai sama Luna. " Ucap Firza.
"Iya, mending kamu cerai, biar Luna menjadi istri saya.Mungkin dia akan lebih bahagia bersama saya dari pada kamu. "
"Abang rebut Luna dari saya, awas saja. "
"Saya tidak rebut Luna dari kamu, tapi menunggu kamu talak dia. "
"Aaarrrrggghh.. " Firza mengepalkan tangan nya seakan ingin menonjok dari jauh.
"Mamah akan urus perceraian kalian, serahkan buku nikah nya, kalau tidak Mamah akan cari sendiri di rumah kamu. " Ucap Ibu Sinta.
"Mah, orang tua nggak ada hak untuk ikut campur, apalagi mendukung perceraian." Ucap Firza.
"Nggak ada hak, tapi melihat anak nya di sakiti apa orang tua akan diam saja. Kamu lihat, akibat ulah kamu, Luna semakin menurun kondisi nya. Dan, kamu harus tahu, bukan kebahagiaan Luna dapat dari kamu, kebahagiaan itu dapat nya dari orang tua sendiri, alias mertua kamu. Luna itu nggak enak nikah sama kamu yang orang tua nya tidak merestui, tapi giliran uang di ambil nya, itu pantas di sebut sebagai mertua sekaligus orang tua. Sampai kapan pun, Mamah nya tidak akan pernah ikhlas tentang uang 1 milyar. Serah kan buku nikah nya, kalau tidak Mamah obrak abrik rumah kamu. "
"Obrak abrik saja rumah saya Mah, itu lebih baik. "
*****
"Bagaimana ini, Firza tidak datang untuk mengatakan kalau dia bertanggung jawab." Ucap Dania sambil bolak balik di ruang praktek nya.
Braakkk
Pintu terbuka kasar, terlihat Aldi yang sudah berdiri di depan pintu dengan tatapan tajam.
"Bang Aldi, kenapa datang - datang langsung marah - marah? " Ucap Dania.
"Kamu kenapa tega merusak rumah tangga sahabat kamu sendiri. " Ucap Aldi.
"Saya tidak merusak rumah tangga Firza dan Luna. " Ucap Dania santai.
"Oh.. tidak merusak, terus katanya ada rekaman video, kamu tanpa menolak apa itu bukan nama nya pelakor? "
"Tahu apa sih Bang, urus saja diri Abang sendiri yang sampai sekarang jadi bujang lapuk. "
"Masih mending bujang lapuk, dari pada kamu perawan tapi nggak ada harga diri. Mending kamu lepas saja itu hijab, buat apa pakai hijab tapi buat kedok doang. "
__ADS_1
*****
"Saya minta putus kan hak kerja dia, dan jangan sampai dia mendapatkan ijin praktek di luar. " Ucap Pak Prabu.
"Sangat sayang, kalau Dokter seperti Dania Saya pecat " Ucap Dokter Haris.
"Dia itu masuk ke rumah sakit, Saya yang masukin dia, dan ingat saham di rumah sakit kamu itu, ada sebagian 40 persen milik saya. Kalau tidak pecat, saya ambil kembali uang yang sudah masuk. "
"Baik, saya akan putuskan hak kerja nya. "
"Tolong, jangan sampai ijin praktek keluar.Dia tidak boleh mendapatkan tempat duduk di rumah sakit manapun."
****
"Maksudnya apa ini? " Tanya Dania pada direktur rumah sakit,Dokter Haris.
"Maaf, kami memutuskan hak kerja kamu di sini. Dan ini pesangon dari kami, satu bulan penuh gaji nya. "
"Salah saya apa Dok, sampai saya di keluarkan dari sini? "
"Mohon maaf sekali, karena kami menginginkan seorang dokter yang jujur, teladan . "
"Tapi ini nggak adil Dok buat saya. "
"Ini adil buat kamu, setelah apa yang kamu lakukan. Sekali lagi saya minta maaf Dania.Dan kamu harus tahu, Dokter Prabu telah bekerja sama dengan ikatan Dokter disini untuk tidak menerima kamu, Mungkin sampai keluar kota bahkan provinsi. Karena Dokter Prabu memiliki jaringan yang kuat, kamu belum tahu siapa dia, seharusnya kamu jangan main - main dengan nya, dan kamu itu orang yang beruntung bisa di carikan pekerjaan oleh dia, tapi kamu malah merusak kepercayaan nya. Kasus kamu sudah tahu semua nya, kami sangat kecewa, dan kami tidak ingin memiliki Dokter seperti kamu."
"Saya paham, tapi Dokter Prabu ingin kamu keluar dari sini. "
Dania pun keluar dari ruangan Direktur rumah sakit, pemutusan hak kerja yang di lakukan langsung oleh Direktur rumah sakit.
*****
"Loh, kamu kenapa bawa semua barang - barang kamu? " Tanya Ibu Rika.
"Iya kak, kamu kenapa? " Tanya Pak Surya.
"Saya di pecat. " Jawab Dania.
"Di pecat!! " Ucap Ibu Rike kaget.
"Nggak mungkin pasti salah. " Ucap Ibu Rika kembali.
"Nggak mungkin bagaimana, Bunda sama Ayah kan lihat. " Ucap Dania.
"Tentang, masih ada rumah sakit yang nanti akan terima kamu, atau kamu mandiri buka praktek di rumah. "Ucap Pak Surya.
__ADS_1
" Saya tidak bisa bergerak sekarang, hilang semua karena Om Prabu menutup semua aksesnya untuk saya. " Ucap Dania.
"Prabu..!!! " Ucap Pak Surya.
"Iya, Ini ulah Om Prabu. "
"Kurang ajar sekali si Prabu, Ayah akan kasih perhitungan sama dia. "
"Ayah, percuma Ayah melakukan sesuatu, karena tidak bisa mengembalikan semua nya. Om Prabu memiliki chanel yang banyak, sehingga mereka akan menurut apa kata Om Prabu. "
*****
"Maksud kamu apa? " Ucap Pak Surya.
"Apa nya? " Ucap Pak Prabu kembali bertanya.
"Kenapa kamu pecat Dania, dan memutuskan semua nya. "
"Memangnya kamu sendiri yang bisa melakukan sesuatu yang seenak nya saja. Kamu ingat, Saya akan melakukan apa saja yang mengganggu keluarga Saya. Termasuk masalah perselingkuhan antara menantu dan anak kamu. Ini belum seberapa, kalau kamu tidak ingin kecewa jangan main - main terhadap Saya. Selama ini Saya diam, tapi diam saya ini ada batas nya. Dan permainan baru di mulai, belum juga kamu Saya hancurkan kerajaannya. " Ucap Pak Prabu langsung pergi meninggalkan Pak Surya.
*****
Firza melihat Luna yang masih belum sadar, alat medis terpasang di seluruh tubuh nya, hati nya sakit melihat semua nya, dan merasakan sangat bersalah.
"Sekarang, kamu lihat akibat ulah kamu. " Ucap Aldi.
"Tapi kasus ini harus segera di selidiki, tolong bantu Saya Bang, Abang harus percaya sama Saya. "
"Abang akan bantu, tapi bila ternyata kasus nya benar, Abang akan rebut Luna dari kamu. Ingat setelah kata talak, Abang yang akan menggantikan posisi kamu. "
"Saya akan buktikan kalau Saya tidak seperti. itu. "
*****
"Jadi Papah sudah meminta untuk pecat Dania? " Ucap Ibu Sinta dengan raut wajah yang bahagia.
"Iya, sekarang Dania sudah tidak menjadi Dokter lagi. Sekali - kali keluarga nya di berikan pelajaran, melalui anak nya. " Ucap Pak Surya.
"Kenapa Papah tidak meminta orang hancurkan usaha si Surya biar bangkrut sekalian. "
"Papah hanya akan kasih pelajaran untuk Dania saja, karena dia sudah menyakiti Luna, setelah ini Papah akan desak Firza untuk segera menceraikan Luna. "
.
.
__ADS_1
.