Detak Jantung Terakhir

Detak Jantung Terakhir
Healing


__ADS_3

Firza dan Luna kini berada di kota, memilih beberapa sayuran, dan bahan makanan kering lain nya.


"Yank, saya ingin daging deh sama Ikan. " Ucap Luna.


"Besok lagi aja, nanti pesan sama pihak hotel untuk belikan, ini aja sayuran segar sama bahan makanan kering lain nya, kitab titip ke pihak hotel. Kalau beli besok, kita bakal telat pulang, nggak bisa mendadak belanja. " Ucap Firza.


"Bang, kenapa nggak beli mobil aja? "


"Kamu yakin? "


"Iya, biar kita bisa ke kota. "


"Boleh, tapi nanti gimana kalau kita pulang nanti ke tempat asal? "


"Di bawa atau di jual. "


"Ya udah, nanti kita urus ya. Sekarang kita ke hotel dulu, kira chek in."


*****


Firza langsung mendorong pelan Luna ke atas tempat tidur, bibir mereka saling bersentuhan, ******* dan belaian tangan Firza yang terus menjelajahi setiap lekukan, membuat Luna terbang melayang.


Kini kulit mereka saling menyentuh dan menyatu tanpa ada pembatas, Firza terus menghentak kan milik nya, hingga membuat beberapa kali Luna melepaskan ****** ***** nya.


Wajah serius Firza, membuat Luna melihat nya semakin gagah, apalagi keringat yang yang membasahi tubuh kekar nya yang semakin menggoda.


"Aaaaaaaa... " Firza melepaskan tembakan nya, tepat di sasaran, tumpah begitu banyak, hingga membuat kedua nya kelelahan.


"Gimana, enak? " Tanya Firza sambil berbisik di telinga Luna.


"Enak, lagi tapi masuk lemas. " Jawab Luna malu - malu.


"Boleh , tapi istirahat sebentar ya. "


Luna memeluk tubuh polos Firza, hingga membuat milik Firza kembali keras, apalagi Luna secara sengaja, sesekali menyentuh nya.

__ADS_1


"Yank, masih kuat? "


"Kuat dong. "


"Yakin, kuat? "


"Lagi." Rengek Luna manja.


"Ok.. tancap....!!! " Ucap Firza langsung menyerang kembali.


*****


"Bang, barang belanja an sudah siap semua kan, tinggal bawa? " Tanya Luna sambil memeriksa.


"Sudah, Yank sudah cek lagi, bahkan Daging Ikan juga sudah ada. " Jawab Firza.


"Yank, saya itu lupa ya. Kenapa beli ikan jauh - jauh ke kota, padahal di sana ada loh, malah langsung tangkap masih segar. "


"Terus, ini mau nggak jadi? "


"Nanti langsung di masak aja, besok tak carikan ikan segar disana. " Ucap Firza.


****


Di perjalanan Luna tertidur pulas, mobil bis yang berdesakan dengan jarak tempuh 4 jam perjalanan.


Firza sengaja membuka kaca mobil bis agar angin masuk dan tidak pengap , akibat berdesakan.


"Yank."


"Kamu bangun, masih lama loh. "


"Kok mual. "


"Karena tidur nya terganggu, jadi pusing."

__ADS_1


"Mau muntah bagaimana dong? "


"Gimana ya,Bis nya berhenti dulu aja gimana?"


"Nggak usah Yank, ada plastik nggak?"


"Ada nih. "


Luna langsung memuntahkan isi nya ke dalam plastik, Firza memijat tengkuk leher Luna.


"Udah lega? "


"Pusing Yank, berat banget. "


"Tiduran lagi ya, masih lama. "


"Nggak kuat Yank. "


"Sabar ya, masa kita turun. Nanti naik apa? "


*****


Luna langsung membaringkan tubuh nya, di atas tempat tidur, Firza memijat kedua kening Luna, yang sudah kembali tertidur pulas.


"Semoga kamu cepat hamil. " Firza mencium kening dan bibir Luna.


Firza keluar dari kamar nya, dan membereskan semua barang belanjaan nya, Firza masuk kedalam kamar mandi, saat akan membuang botol shampoo bekas, Firza melihat di dalam tempat sampah ada sebuah benda yang Firza tahu.


"Ini punya Luna. " Ucap Firza sambil memungut nya.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2