Detak Jantung Terakhir

Detak Jantung Terakhir
Tragedi


__ADS_3

"Lebih baik kamu pergi jauh - jauh dari kehidupan Luna sama Firza. " Ucap Ibu Rika.


"Kenapa Bund, bukan nya Bunda sama Ayah mendukung hubungan saya sama Firza. " Ucap Dania.


"Otak kamu dimana Dania, kamu di permalukan sekarang malah kamu dekati dia." Ucap Ibu Rika.


"Bund, Firza sekarang kembali seperti dulu, dia sudah melupakan masalah itu. Begitu juga Saya, lagian ini bagus kan kesempatan buat Saya untuk dekat kembali. "


"Maksud kamu apa? "


"Bunda pikir, Saya ini memaafkan Firza begitu saja. Bunda pikir saya baik sama mereka saya ini tidak ada sesuatu? "


"Jadi? "


"Bund, saya akan rebut Firza dari Luna. Bunda pikir, wanita penyakitan akan sempurna di mata suami nya, Bunda pikir, seorang pria akan akan tahan seperti itu terus. "


"Jadi kamu itu memiliki rencana? "


"Bunda pikir, dengan pengorbanan Luna buat saya berarti gitu? "


"Tapi jabatan Dokter kamu terancam dan akan di cabut praktek nya. "


"Bunda pikir, saya takut. "


"Bunda nggak menyangka sama kamu Dania."


*****


"Sayang, nanti malam ada acara makan malam, kamu mau kan kita sesekali makan di luar? " Ajak Firza.


"Mau Yank. "


"Ok, nanti malam siap - siap, Ayank bakal dandanin kamu. "


"Makasih ya. "


"Iya sayang. "


Malam pun tiba, Firza membawa Luna ke sebuah restoran dimana terlihat Pak Prabu dan Ibu Sinta sudah ada di sana bersama Dania.


Luna melihat, sebuah dekorasi dan kue ultah di meja, dan tulisan besar bertulisan Happy Birthday Luna.


"Ayank." Ucap Luna dengan mata berkaca - kaca.


"Selama ulang tahun. " Ucap Firza.


"Selamat ulang tahun sayang. " Ucap Ibu Sinta.


"Selamat ulang tahun sayang. " Ucap Pak Prabu.


"Luna, sampai nggak ingat kalau ini hari ulang tahun sendiri. " Ucap Luna.


"Luna, happy birthday. " Ucap Dania.


"Makasih semua nya, makasih. " Ucap Luna.


"Ini buat kamu. " Ucap Firza memberikan sebuah kado sebuah cincin.


"Sayang, ini buat saya? "


"Iya sayang, selamat ulang tahun. " Ucap Firza langsung menyematkan cincin tersebut di jari manis nya.


"Makasih Yank, makasih. "


"Sama - sama, semoga tahun depan kita merayakan nya kamu sudah sembuh. "


"Amin." Ucap Semua nya.


"Yuk, kita potong kue nya. " Ucap Firza.


Luna di bantu oleh Firza memotong kue tart yang di pesan oleh Dania, potongan kue tersebut di suapkan ke Firza. Firza mencium kening Luna, terlihat wajah bahagia Luna dan Firza terpancar.

__ADS_1


Dania menatap dengan tatapan tidak suka, dan tersenyum palsu di hadapan mereka.


****


"Kenapa Dan? " Tanya Firza.


"Duh, kenapa ya kok mobil nya mogok. " Jawab Dania.


"Coba saya cek? " Ucap Firza mengecek mobil milik Dania.


"Kenapa Fir? " Tanya Pak Prabu.


"Seperti nya mobil nya harus di bawa ke bengkel deh. " Jawab Firza.


"Terus bagaimana? "Ucap Pak Prabu.


" Saya naik taksi saja. " Ucap Dania.


"Jangan, mending juga Firza antar kamu pulang. " Ucap Dania.


"Yank, kamu nya? " Ucap Firza.


"Sama Mamah Papah. " Ucap Luna.


"Kamu yakin, nggak apa - apa? " Ucap Ibu Sinta.


"Nggak apa - apa Mah, kasihan Dania. Sudah malam. " Ucap Luna.


"Nggak usah, nanti merepotkan." Ucap Dania.


"Ya sudah saya antar kamu Dania. " Ucap Firza.


****


"Kamu itu bodoh , membiarkan suami pergi sama pelakor. " Ucap Ibu Sinta.


"Mamah ini, curiga terus sama Dania. " Ucap Pak Prabu.


"Insting seorang ibu itu kuat, Mamah itu semenjak tahu Dania suka, dan mau menikah sama Firza, sampai hubungan kamu sama Firza harus berakhir, Mamah sudah tebak itu anak aslinya nggak tulus, dia bakalan balas dendam. Mana ada, habis di permalukan bakalan ikhlas memaafkan. "Ucap Ibu Sinta.


" Mah, jangan bicara begitu nggak baik."


"Pah, tahu nggak sih itu hijab, buat kedok saja."


"Astagfirullah, Mah jangan bilang begitu. Nggak baik, Dania itu anak nya baik Mah. "


"Kita lihat saja nanti. "


****


"Udah sampai nih. " Ucap Firza.


"Mampir dulu yuk. " Ucap Dania.


"Tante sama Om ada? " Tanya Firza.


"Nggak ada, kamu lama loh nggak main." Jawab Dania.


"Kalau begitu sebentar saja ya. "


"Iya."


Firza pun duduk di kursi tamu, Dania pun lalu membawakan minuman untuk Firza.


"Minum dulu. "


"Makasih ya. " Ucap Firza.


"Firza, kamu harus tahu. Sebenarnya hati saya itu masih suka sama kamu, saya berharap kamu itu menjadi pasangan hidup saya. "


Firza terus meminum sirup , hingga sirup tersebut habis. Firza menaruh gelas nya, dan menatap ke arah Dania dengan sedikit pusing.

__ADS_1


"Kamu cantik sekali Dania, kamu memang cantik. Saya baru sadar kamu itu cantik. " Ucap Firza.


"Kamu mencintai Saya? "


"Iya, saya mencintai kamu. " Ucap Firza membelai wajah Dania.


Firza mendekat kan wajah nya ke wajah Dania, mencium bibir nya. Tangan Firza membuka penutup kepala Dania, hingga tergerai rambut panjang Dania.


"Tinggalkan Luna, saya akan menggantikan posisi Luna, bukan nya kamu lama tidak pernah mendapatkan lebih dari istri kamu. "


Firza mencium kembali bibir Dania, kini Dania membalas ciuman Firza. Firza menggendong tubuh Dania masuk kedalam kamar nya.


****


"Firza kemana ya, kok jam segini belum pulang. " Ucap Luna sambil menunggu di kamar.


"Suami kamu belum pulang? " Tanya Ibu Sinta.


"Belum Mah. " Jawab Luna.


"Kamu hubungi Firza. "


"Sudah tapi ponsel nya tidak di angkat. "


"Mamah nggak enak perasaan nya. "


"Mah, kita berpikir positif ya. "


"Ah.. kamu itu. " Ucap Ibu Sinta langsung keluar dari kamar nya.


"Ya Allah, sebenarnya saya juga memiliki perasaan yang tidak enak. " Ucap Luna.


****


"Dania... Firza...!!? " Bentak Pak Surya, dan Ibu Rika pun tersentak kaget melihat pemandangan yang tidak terduga.


"Sungguh memalukan. " Ucap Ibu Rika.


Firza pun bangun, dengan tatapan bingung. Melihat Dania yang hanya menutupi tubuh nya dengan selimut, Firza lalu membuka selimut yang menutupi tubuh nya.


"Apa - apaan ini..!!" Ucap Firza.


"Kamu bilang, apa - apaan. Kamu sudah tiduri saya Firza. " Ucap Dania.


"Jangan fitnah saya kamu. " Ucap Firza.


"Firza, kamu sudah berani berbuat kamu pura - pura lupa. " Ucap Pak surya.


"Nggak, saya sumpah nggak melakukan apa - apa. " Ucap Firza.


"Kamu itu kurang ajar Firza, kamu mau bukti. Rumah ini lengkap dengan CCTV. " Ucap Dania menatap tajam ke arah Firza.


****


Firza menatap rekaman CCTV tersebut, seakan tidak percaya Firza membanting gelas yang ada di meja tamu.


"Ini pasti rekayasa. "


"Firza, kamu harus bertanggung jawab. Kamu bilang ini rekayasa, ini bukti kamu yang memulai. Saya nggak menyangka kamu berani berbuat seperti itu pada anak saya. Dan saya tidak mau tahu, kamu nikahi Dania. " Ucap Pak Surya.


"Nggak, saya tidak mau menikah sama Dania. Istri saya tetap satu, yaitu Luna. " Ucap Firza.


Plaaakkk


Dania menampar pipi Firza hingga memerah, Dania menatap tajam dengan kedua mata nya berkaca - kaca.


"Kamu jahat Firza, kamu sudah mencuri kesucian saya, sekarang kamu buang begitu saja. Kamu jahat...!! " Bentak Dania.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2