Detak Jantung Terakhir

Detak Jantung Terakhir
Pergi Menjauh


__ADS_3

"Firza, Ibu sama Ayah minta kamu tinggal kan Luna. " Ucap Ibu Wike.


"Ibu ini sama Ayah kenapa terus mendesak untuk menikah sama Dania. Firza tidak akan menikah sama Dania, sebelum ada bukti. " Ucap Firza.


"Kamu mengira anak saya itu mengerjai kamu." Ucap Ibu Rika.


"Lihat, anak kalian. Sudah berani berbuat tapi tidak mau bertanggung jawab. " Ucap Ibu Rika.


"Lagian Tante, Om anak Tante itu bisa saja kan melakukan hal licik. Dan asal Ibu Sama Ayah harus tahu, Dania itu sudah di blacklist dari dunia ke Dokteran. Seharusnya kamu itu sadar Dania, lihat saja kemenangan akan berpihak pada saya. " Ucap Firza.


"Apa, dia di blacklist. " Ucap Pak Wahyu.


"Iya, anak saya di blacklist atas orang suruhan Prabu. " Ucap Pak Surya.


"Lihat, bagaimana kuat nya peran Papah Prabu, dan Ibu sama Ayah bela Firza atau membela Dania. Asal tahu saja, Dania itu kurang ilmu dalam berhubungan intim, saat itu tidak ada bekas ****** ***** saya. "


"Firza, kamu itu nggak gentle banget sih. Sudah berani berbuat, mengelak lagi. "


"Terus, saya harus gimana? langsung menikahi kamu. " Ucap Firza.


"Kami sebagai orang tua Dania meminta tanggung jawab dari Firza kalau tidak, kami akan tuntut Firza. "


"Nggak bisa, benar kata Firza, harus cari bukti. Dan saya tidak mau memiliki menantu seperti Dania yang bukan lagi seorang Dokter." Ucap Ibu Wike.


"Wike, kamu jadi mendukung karena jas putih nya. " Ucap Ibu Rika.


"Benar kenapa? percuma kalau punya calon istri yang pengangguran dan apa lagi di pecat."


"Tante, kenapa jadi Tante menghina saya, ini akibat ulah anak tante loh. " Ucap Dania.


"Dania, saya setuju apa kata Firza, akan cari bukti kebenaran nya. " Ucap Pak Wahyu.


"Wah.. nggak menyangka ternyata sifat kalian itu hanya melihat dari salah satu sisi saja.Kalau anak saya tidak di pecat jadi Dokter kalian pasti masih tetap meminta Firza untuk menikahi anak saya. " Ucap Pak Wahyu.


"Dania, saya akan cari bukti kebenaran nya, dan saya yakin kamu itu masih perawan."


*****


"Dokter Prabu, kondisi Luna semakin menurun, kami sudah semaksimal mungkin." Ucap Dokter Husen.


"Saya akan bawa dia ke luar negeri, tolong siap kan pesawat nya. " Ucap Pak Prabu.


"Baik Dok, Saya akan minta salah satu staf rumah sakit untuk menyiapkan nya. " Ucap Dokter Husen.


"Papah yakin, akan bawa Luna ke luar negeri?" Ucap Ibu Sinta.


"Iya Mah, namanya juga usaha orang tua untuk anak nya. " Ucap Pak Prabu.


"Terus, bagaimana dengan Firza? "

__ADS_1


"Urusan nya apa dengan anak itu, sebentar lagi akan bercerai. "


"Kalau Luna tidak mau bagaimana? "


"Luna seperti itu karena Firza, hingga sampai sekarang koma karena drop. Mamah siap - siap, malam ini kita berangkat. "


****


Firza memasuki rumah sakit, dengan wajah lelah dan penuh beban berjalan menuju kamar rawat Luna, tapi saat Firza sampai di depan pintu, Firza melihat seorang cleaning services keluar dari kamar rawat Luna.


"Loh kok di kunci? " Tanya Firza.


"Maaf Pak, kamar sedang di steril dulu. " Jawab nya.


"Pasien nya pindah kemana ya? "


"Maaf Pak, pasien sudah berangkat 40 menit yang lalu ke luar negeri. "


"Keluar negeri!! "


"Benar Pak, permisi. "


Firza pun berlari menuju ruang praktek Dokter Husen, tepat Dokter Husen keluar dari ruangan nya.


"Dok, siapa yang mengijinkan pasien di bawa ke Luar negeri, saya ini suami nya. "


"Maaf kan saya, ini permintaan Dokter Prabu. "


"Maaf kan saya ya, kami disini sudah semaksimal mungkin untuk kesembuhan Luna, tapi kondisi Luna semakin memburuk."


"Katakan Dok, dia di bawa ke negara mana?"


"Maaf, permintaan Dokter Prabu. Agar ini tidak di beritahu pada suami nya. "


"Tolong Dok, tolong kasih tahu saya. "


"Maaf, lebih baik cari tahu sendiri. "


Aaaarrrrrgggghhhh


Firza menendang salah satu tempat sampai hingga tumpah dengan isi nya.


"Luna....!!! "


****


Firza masuk rumah nya yang sudah tidak rapi lagi, banyak berserakan barang - barang, Firza pun langsung lari ke arah kamar nya. Beberapa surat penting berserakan, dan mencari buku nikah milik nya dan Luna tidak ada.


"Papah, kenapa tega. Nggak bisa cerai begitu saja, kuasa ada pada saya. " Ucap Firza.

__ADS_1


Aaaarrrrrgggghhhh


"Luna.... kenapa kamu tinggalkan saya Luna...!!! Kalian semua tega.. !!


*****


" Jadi Luna di bawa keluar negeri, dan buku nikah kalian di ambil. " Ucap Aldi.


"Iya Bang, Papah mertua saya ingin kita cerai." Ucap Firza.


"Terus dia di bawa kemana? "


"Nggak tahu Bang, di bawa kemana. Dokter Husen tidak memberitahu dan malah menyuruh saya untuk cari tahu sendiri."


"Cari tahu kemana? "


"Entah Bang, hanya satu - satu nya yang tahu pihak rumah sakit, nggak ada lagi. "


"Kalau tahu saja, kita kesana. "


"Benar Bang, rumah tangga saya sudah hancur. Entah mau apa yang akan di lakukan mertua saya, padahal saya tidak ingin pernikahan ini gagal, kalau mereka sabar saja, sebelum fakta ini terungkap, kalau ternyata benar saya tidak bersalah, dan gugatan cerai dari Luna turun, saya tidak bisa apa - apa. "


"Om Prabu tidak akan bisa berbuat seperti itu, apalagi posisi Luna koma, kamu jauh. Dia tidak akan bisa melakukan nya, itu pasti hanya gertakan, kecuali Luna sendiri yang minta dan meminta bantuan pengacara kalau dia menggugat cerai kamu. "


"Saya pusing Bang, masalah Dania belum selesai, Luna di bawa ke luar negeri. "


"Sabar ya, kamu pasti bisa melewati semua nya. "


******


Luna pun telah di tangan oleh teman Pak Prabu yang seorang Dokter di salah satu rumah sakit negara L, alat medis pun langsung di pasang di tubuh Luna.


Rumah sakit kanker, yang terkenal di seluruh dunia, dengan Dokter - Dokter ahli lulusan universitas luar negeri.


"Pah, kalau sampai Luna, tetap tidak ada perubahan lebih baik kita bawa pulang lagi, dan lebih baik kita melepaskan nya di negara kelahiran nya. " Ucap Ibu Sinta sambil terisak.


"Kita sedang berusaha Mah, kita berdoa saja ya semoga ada perubahan, dan ini adalah jalan nya. " Ucap Pak Prabu.


"Sampai Luna benar - benar sembuh, kita akan tinggal disini. " Ucap Pak Prabu.


"Iya Pah, tapi bagaimana dengan suami nya? "


"Mamah jangan pikirkan Firza, pikirkan saja kesembuhan anak kita, dan mungkin ini lebih baik untuk Luna, yang harus jauh dari Firza. Setelah sembuh, biarkan Luna tetap disini. Jangan sampai mereka bersatu kembali."


"Kalau Luna masih cinta? "


"Tidak mungkin, rasa benci itu pasti ada."


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2