Dewi Cinta Takut Jatuh Cinta

Dewi Cinta Takut Jatuh Cinta
terlanjur terjadi


__ADS_3

"ada apa ini?" tukas evan yang datang


darwin kaget dengan kedatangan evan dan teman temannya...


evan marah melihat kedatangan darwin dan segera mendekat ke adiknya di ikuti tian dan remon, sedang rey dan leon duduk memperhatikan...


" kamu tanda tangan ini cepat... " desak darwin pada vania, darwin takut klo vania tidak segera menandatangani surat perjanjian pernikahan, pasti rencananya akan digagalkan evan...


" surat apa itu?" tukas evan lalu merebutnya dari darwin... setelah membacanya evan benar benar marah...


" apa apaan ini ???? jangan keterlaluan kamu" tukas evan hendak menghajar darwin tapi di hadang ibunya...


" jangan kak... " teriak vania yang melihat kakaknya hendak memukul ibunya... beruntung tian cepat tanggap menghadang evan sehingga dia tidak jadi memukul ibunya...


"tenang van... tenang..." tian menenangkan...


" dia membuat perjanjian dengan red fire dragon, menikahkan vania dengan salah satu anggota mereka..." tukas evan marah


" apa???" tukas tian, leon dan remon bersamaan...


"tante maaf sebelumnya... tapi tante kayaknya agak keterlaluan... tante tahu gak... membuat perjanjian dengan mereka sama aja nyari mati..." tukas tian menjelaskan


"itu bukan urusan kalian... ini urusan keluarga kami" tukas darwin


"dia anakku, terserah saya mau melakukan apapun padanya..." tukas ibunya


" ibu benar benar keterlaluan..." tukas evan


"terserah kamu mau bilang apa.. vania harus tetap menikah dengan orang yang saya pilihkan, karena secara hukum sekarang sayalah wali sah nya" tukas darwin


"tante, bolehkah saya bertanya?" tukas rey yang masih duduk... semua mata lalu tertuju padanya...


"siapa kamu? kamu juga mau ikut campur!!" tukas darwin marah...


"memangnya, kamu juga gak terlalu ikut campur urusan ibu dan anaknya...!!" tukasnya tajam membuat yang mendengar merinding dibuatnya...


"a..ku... aku... aku se..karang ayahnya" tukas darwin tergagap terintimidasi tatapan rey yang begitu menakutkan...


"waaaah... ayah ya...!!! ayah yang bagaimana??? tanggal 20, di malam hari bersama anak laki lakinya??? atau tanggal 16, tahun lalu..." rey tersenyum... tapi terlihat sangat menakutkan dia mengingatkan kejadian kejadian saat darwin ingin melakukan hal buruk pada vania... tentu saja mendengar penuturan rey darwin seperti tersambar petir...


"a..apa maksudmu?" tukas darwin tak mau mengakui walaupun dia faham apa yang di maksud rey...


" waaaah... apakah saya perlu menjelaskannya..." tukas rey lalu berdiri dengan santai memasukkan salah satu tangannya pada saku celananya...

__ADS_1


"siapa sebenarnya kamu???" tukas darwin


"oh ya... apakah saya harus memperkenalkan diri..." tukas rey mulai berjalan mendekat lalu tiba tiba terhenti karena mendengar orang yang baru datang...


"oh... om, apa kau tidak tahu... dia adalah reyhans yamakusa... dari keluarga Yama" tukas kenzo yang baru datang,..


"Ya...Yama...??" tukas darwin kaget... siapa pengusaha yang tak kenal keluarga yama, keluarga yang merajai segala bidang... dan dia tak akan pernah lupa bagaimana kejamnya keluarga itu... karena saudaranya dulu pernah berurusan dengan keluarga itu dan berakhir dengan sangat mengenaskan tak tersisa sedikitpun...


" dan apakah om tahu... bahwa vania adalah calon menantu dikeluarga Yama..." tukas kenzo membuat kaget semua orang termasuk vania dan rey...


" ca...calon menantu..." tukas darwin memegang dadanya sakit karena mendapat informasi yang sangat mengejutkannya...


" mas... kamu gak apa apa" tukas ibunya evan lalu memegang suaminya...


" ya tentu, vania adalah calon menantu kami..." tukas keluarga besar rey yang datang... tadinya mereka hanya bermaksud menjenguk vania... melihat keadaan ini tentu, mamanya rey tak akan diam saja... karena dia sudah sangat sangat menyukai calon menantunya itu... dia tidak akan pernah menyerahkan sesuatu yang sudah dia inginkan, dia akan mendapatkan itu bagaimanapun caranya... itulah mamanya rey...


" mama..." tukas rey lirih.... masalah besar menanti tukas rey dalam hati


" i... ini tidak mungkin... " tukas darwin tambah tidak berdaya... lalu ibunya evan segera membawanya pergi karena darwin terlihat sangat shock...


" hai... sayang gimana kabar kamu?" tukas mama rey...


" tan...tante.... saya baik baik saja..." tukas vania baru ingat, itu adalah perempuan yang ditolongnya beberapa hari yang lalu...


" siapa kalian? " tukas seorang wanita paruh baya tapi masih terlihat sangat cantik...


" serahkan dompet itu, kalau tidak mau mati" tukas salah satu perampok itu...


kebanyakan yang melihat kejadian itu hanya diam saja karena mereka tahu siapa perampok perampok itu... mereka langsung lari menghindar melihat itu...


dan kebetulan hari itu vania sedang pulang berbelanja dan melihat hal itu, dia langsung menghampiri mereka


" apa yang sedang kalian lakukan..." tukas vania


"Waaah... rejeki nomplok bos, cantik banget..." tukas salah satu dari mereka...


"jangan macam macam, saya bisa lapor polisi"


" ha...ha... dia mau lapor polisi bos..." tukas salah satu dari mereka lalu mereka tertawa...


"sudah cepat serahkan harta kalian" tukas seseorang yang dipanggil bos...


" nak, sebaiknya kamu cepat lari dari sini..." tukas wanita itu...

__ADS_1


" tante tenang aja... tante gak usah takut... biar mereka saya yang hadapi... nanti tante cepat pergi, biar mereka saya hadang..." tukas vania


" udah bos sikat aja, kelamaan..." tukas salah satu dari mereka yang sudah tidak sabar...


lalu segera mau merampas benda berharga yang dimiliki wanita itu dan juga vania... tentu vania tak tinggal diam , vania segera menyerang mereka... mengetahui vania bisa bela diri, mereka lalu menyerang bersama... beruntung mereka bukan preman yang begitu handal bela diri, jadi vania bisa mengalahkan mereka, dan beruntung juga polisi segera datang... wanita itu menghubungi polisi ketika mereka menyerang...


"makasih ya nak..."


"iya, tante... sama sama..."


"kenapa kamu mau menolong tante nak, itu tadikan bahaya" tukas wanita itu sambil membantu vania memunguti belanjaannya...


" tante itu seperti ibu saya, mana mungkin saya biarin ibu saya dilukai..." tukas vania sambil tersenyum...


" klo begitu kamu mau ya jadi anak tante..." tukas wanita itu serius


"ha..." vania tertegun mendengar permintaan wanita itu...


"pokoknya kamu harus mau jadi anak tante.... tante punya anak lelaki, sangat tampan kok, dia juga pengusaha... nanti kamu harus mau menikah dengan nya ya... kamu akan jadi anak kesayangan tante... upsss... ganti, mama... kamu harus manggil mama..." tukas wanita itu panjang lebar... vania hanya menanggapi dengan tersenyum, dia tidak menolak permintaan wanita itu karena baginya itu pasti cuma candaan semata... dan juga dia tidak mau melihat wanita yang menurutnya ramah itu kecewa...


"kamu sudah makan, bagaimana kalau mama ajak kamu makan?" tukasnya yang sudah mengubah panggilan nya itu sendiri...


" maaf tante saya..." tukas vania,tiba tiba wanita itu sedih, vania tersadar mungkin karena panggilannya...


"maksud saya ma..." tukas vania lagi agak canggung... dan wanita itu tersenyum berbinar kembali...


" saya harus segera pulang, kakak saya akan kawatir kalau saya pulang terlambat... "


"baiklah, tapi lain kali harus mau ya..."


" iya tan, maaf ma..." tukas vania gadok...


" ya udah, gak papa mungkin karena belum terbiasa, tapi harus di biasakan ya, jika ketemu nanti ..." tukasnya lemah lembut, vania sangat senang dengan perlakuan wanita itu, karena dia tidak pernah merasakan perlakuan itu dari ibunya sendiri...


"iya..." tukas vania sambil senyum sopan, lalu memanggilkan taksi untuk wanita itu...


" makasih ya sayang... kamu hati hati" tukasnya sebelum pergi...


" iya..." jawab vania sambil mencium tangan wanita itu sebagai tanda hormatnya...


mobil wanita itupun menjauh pergi....


" tante yang aneh...." tukas vania menggelengkan kepala tersenyum lalu bergegas pulang*....

__ADS_1


__ADS_2