Dewi Cinta Takut Jatuh Cinta

Dewi Cinta Takut Jatuh Cinta
berkunjung


__ADS_3

setelah makan malam vania dan rey pergi ke ruang baca untuk berbincang bincang...


"oh ya kapan kita akan mengunjungi mama dan papa??? " tanya vania


" mama dan papa sekarang sudah tidak di Swedia lagi, masalah perusahaan di sana sudah selesai... sekarang mereka ada di Perancis..." tukas rey


" mama papa sekarang di sana??? "


" ya, dua hari lagi kita akan ke sana... " tukas rey


" dua hari lagi??? apa tidak terlalu mendadak??? "


" bukankah kita sudah bahas sebelumnya kalau kita akan mengunjungi mereka" tukas rey


" iya benar, hanya saja tiga hari lagi ada acara di sekolah tapi sekarang masih libur bagaimana aku akan meminta izin" tukas vania


" sudah jangan pikirkan itu, biar nanti jay yang atasi... " tukas rey, jay adalah salah satu dari sekretaris rey...


" baiklah... aku akan mulai berkemas" tukas vania


" sekarang istirahatlah, kamu bisa berkemas besok... dan kamu bisa meminta bantuan pak ba... " tukas rey


" iya... "


" sebelum berangkat ke Perancis, besok kita akan menginap di rumah ayah... " tukas rey


" benarkah??? " tukas vania senang


" ya, evan tidak akan membiarkan kita pergi kalau kita tidak menginap dulu di sana besok" tukas rey lagi


" kak evan sudah tahu?kalau kita akan pergi" tanya vania


"ya, aku sudah bilang padanya... " tukas rey


"sekarng istirahatlah, ini sudah malam... " pinta rey melihat waktu sudah pukul sebelas malam


"baiklah, kak rey gak istirahat juga?" tanya vania


"kenapa??? apa kamu tidak bisa tidur tanpa ku peluk??" goda rey


"bu... bukan begitu... aku akan istirahat dulu... " tukas vania segera pergi...


rey senang melihat istrinya seperti itu, ia segera menyelesaikan dokumen dokumennya dan segera menyusul vania untuk beristirahat...


keesokan paginya...


setelah sarapan pagi, di ruang baca...


" kak rey, kita akan ke rumah ayah kapan? " tanya vania sambil menata buku


" nanti agak sorean ya... aku harus selesaiin beberapa dokumen dulu... " tukas rey sambil menyiapkan dokumen


" iya kak, aku akan bikin kue dulu buat oleh oleh... " tukas vania


" ya sudah, aku berangkat dulu... kamu siapin sekalian barang barang untuk ke Perancis... soalnya tiketnya buat besok pagi, setelah dari rumah ayah kita akan langsung berangkat, suruh mereka (para pelayan) buat bantu jangan dikerjain sendiri" tukas rey yang sudah selesai menyiapkan dokumen yang akan di bawanya ke kantor


" iya... " tukas vania mengikuti suaminya keluar


sesampainya di depan rumah...


" aku berangkat dulu... assalamu'alaikum... " pamit rey


" wa'alaikumsalam... kak rey hati hati di jalan" tukas vania sambil mencium tangan suaminya...

__ADS_1


setelah vania mencium tangan rey, rey mendekat padanya dan mencium dahinya... setelah itu ia berangkat bekerja...saat rey mencium dahinya, hatinya berdesir hangat...


setelah rey berangkat, vania segera menyiapkan barang barang yang akan di bawanya besok...


setelah selesai beberes yang ternyata memakan waktu sampai siang hari, vania segera solat dan setelahnya ia segera membuat kue untuk di bawanya ke rumah orang tuanya...


setelah selesai membuat kue ia istirahat dikamar sambil menunggu suaminya pulang, saat vania tertidur karena lelah rey pulang dari kantor...


" dimana vania?? " tanya rey pada pak ba yang membawakan tas kerjanya


" di kamar tuan, hari ini nona begitu sibuk jadi sekarang sedang istirahat... " tukas pak ba melaporkan


" apa di tidak mau dibantu lagi? " tanya rey sambil terus berjalan ke ruang atas


" benar tuan... " tukas pak ba


" kamu taruh di ruang kerja, lalu kamu siapkan kue yang di buatnya tadi..." tukas rey yang sudah berada di depan kamarnya


" baik tuan... " tukas pak ba membungkuk lalu pergi segera melaksanakan tugas yang di suruh oleh tuannya itu


rey segera masuk ke kamar, ia melihat vania yang tertidur kelelahan di sofa... rey pun menghampirinya, ia mengusap pipi lembut istrinya sambil melihat wajah istrinya yang sangat cantik itu dengan berjongkok...


rey melihat istrinya itu mengerutkan keningnya yang sepertinya sedang bermimpi... rey mencium pipi istrinya itu karena gemas dengan ekspresi istrinya yang sedang bermimpi itu, entah apa yang sedang di impikan nya... kadang ia mengerutkan dahinya kadang tiba tiba wajahnya bersemu...


rey benar benar ingin mencium bibir istrinya itu, tapi ia urungkan dengan menciu m pipi dan dahinya vania...vania menggeliat kan tubuhnya karena merasa terusik oleh rey... tak berapa lama ia terbangun...


" kak rey... " tukas vania kaget saat membuka matanya suaminya itu berada di depannya dan sangat dekat, dengan segera ia duduk kan tubuhnya, rey tersenyum melihat tingkah istrinya itu...


" kak rey kapan pulang??? " tanya vania mencoba menghilangkan kegugupan nya


" belum lama... " tukas rey


" aku siapin air dulu buat mandi... " tukas vania segera kabur


" astaga aku tadi mimpiin apaan sih... " tukas vania memerah sendiri mengingat mimpinya tadi...


setelah rey dan vania selesai mandi, mereka segera bersiap untuk ke rumah orang tua vania...


di rumah orang tua vania mereka disambut oleh orang tua vania dan kakaknya...


" aku bawa kue bu... " tukas vania mengikuti ibunya ke dapur menyiapkan makan


" kamu siapin kuenya... " tukas ibunya sambil memberikan piring


" iya bu... " tukas vania


" bagaimana kabar ibu?? " tanya vania sambil menata kue di piring


" alhamdulillah sehat... kamu sendiri gimana??? kamu sehat sehat saja kan di sana?? apa suamimu merawatmu dengan baik??" tanya ibunya


" alhamdulillah vania juga sehat bu, kak rey merawat vania dengan sangat baik... " tukas vania


" syukurlah, ibu senang melihatmu bahagia seperti ini... tapi hidup dalam keluarga yama kamu harus sangat berhati hati, sangat berbahaya jika kamu bepergian sendiri... " tukas ferlita kawatir


" keluarga mereka memang sangat terkenal, tak ada yang cukup berani melawan mereka... tapi musuh mereka juga tidak sedikit, jadi berhati hatilah selalu... " tukas ferlita memberi nasehat


" baik bu, vania akan ingat nasihat ibu ini... " tukas vania


" ya sudah, sekarang kamu panggil ayah, suami dan kakakmu... makanan sudah siap... " tukas ferlita


" iya bu... " tukas vania lalu pergi memanggil ayah, suami dan kakaknya...


Di ruang keluarga mahardika, rey dan evan sedang berbincang...

__ADS_1


" makanan sudah siap... " tukas vania


" ayo, mari kita makan dulu... " ajak mahardika


lalu mereka pun segera ke ruang makan untuk makan malam terlebih dahulu...


setelah selesai makan mereka berkumpul lagi di ruang keluarga sambil memakan kue buatan vania...


" kalian akan berangkat kapan? " tanya evan...


" besok pagi... " jawab rey


" ayah dan ibu titip salam untuk mama papamu... " tukas mahardika


" baik yah... "


" kapan kapan kami akan mengunjungi mereka juga... sebelumnya kami kan belum pernah bertemu secara langsung... hanya pernah mendengar nama orang tuamu yang hebat itu... " tukas mahardika


" saya akan menyampaikan nya.. " tukas rey


" oh ya, aku dengar dari rey kamu akan melanjutkan study mu di London?? " tanya evan


" iya kak, kak rey mengajakku kesana" tukas vania


" baguslah, bukankah itu impian mu untuk kuliah di sana " tukas evan


" benarkah??? " tukas rey pura pura tak tahu


(rey sangat tahu jika vania ingin sekali kuliah di sana, ia tahu itu adalah impiannya)


vania tak berani menjawab...


" hah... pintar sekali dia berpura pura tidak tahu" tukas evan dalam hati sambil melihat rey


" Oh ya berapa lama kalian akan di Perancis?? " tanya ferlita


" mungkin sekitar satu minggu bu, kak rey harus cepat kembali untuk bekerja... " tukas vania


" ya... nikmatilah hari libur kalian di sana... " tukas ferlita


" iya, sekalian bulan madu sana... siapa tahu kalian belum bulan madu... " goda evan


" kakak... " tukas vania kesal dan tersipu sedang rey tak menunjukkan perubahan Ekspresi wajah...


" waaah itu benar, kamukan sudah selesai sekolah tinggal kuliah... kuliah sudah punya momongan tu gak papa lo... ibu juga udah kepingin gendong cucu... " tukas ferlita


" ibuuu... " tukas vania malu sendiri dengan hal yang di bahas keluarganya itu...


" ibu dan ayah do'akan saja semoga kami cepat beruntung bisa dapat momongan... " tukas rey membuat vania semakin menunduk malu...


" ya... tentu saja, kami selalu mendoakan yang terbaik buat kalian... " tukas ferlita lagi


" ya semoga aku cepet dapet ponakan deh... " tukas evan


" kamu juga cepet cepet cari pasangan sana, jangan cuma kerja mulu, kuliah kamu kan juga udah selesai" tukas ferlita mengomeli anak sulungnya itu


" kenapa jadi bawa bawa aku " tukas evan


" sudah sudah, kalian berdua segera istirahat saja... besok kalian harus berangkat pagi kan" tukas mahardika


" iya yah, baik... " tukas vania lalu mengajak rey untuk istirahat


mereka berdua pun segera pergi ke kamar milik vania dulu sebelum menikah untuk beristirahat...

__ADS_1


__ADS_2