
langit masih cukup gelap angin bertiup sepoi sepoi di sepertiga malam itu... orang masih berselimut dengan alam mimpinya, terbawa angan angan yang tak dapat ia capai di dunia nyata ini....
lain hal dengan kamar itu, hanya suara lantunan alquran yang terdengar di sana... terdengar begitu sangat merdu dan meneduhkan hati...
sepasang suami istri sedang duduk di atas sajadah, sang istri sedang melantunkan alquran dan sang suami menyimak nya....
lantunan itu terdengar hingga adzan subuh telah tiba... hal ini akan jadi kebiasaan mereka di setiap sepertiga malam...
setelah solat subuh...
" kamu mau kemana?? " tanya rey sambil menarik vania hingga terjatuh ke pelukannya, vania terduduk menyamping di pangkuan rey...
" aku mau masak dulu kak... " tukas vania tak berani menghadap muka suaminya itu
" aku sudah menyuruh mereka memasak, untuk beberapa hari ini kamu di larang memasak dulu... " tukas rey
" tapi... "
" gak ada tapi... tapi... kamu harus benar benar sehat dulu... " tukas rey
" tapi aku benar benar sudah sehat... " tukas vania setengah merajuk...
" kita jalan jalan pagi aja gimana??? " rey mengajak vania agar tak ngambek lagi...
" gak tahu ah... " tukas vania...
" aduduh... ngambek ni ceritanya... " tukas rey melihat istrinya manyun karena tak di izinkan memasak...
" owww... gini ya kalo lagi ngambek... " tukas rey mengeratkan pelukannya
" siapa yang ngambek... " tukas vania
" tu... kenapa bibirnya di maju majuin?? atau memang mau minta di cium... "
" gak kok... " tukas vania reflek menutup bibirnya...
" katanya kakak mau ngajak jalan jalan... " tukas vania mengganti topik pembicaraan
"kalau ganti aja yang lain gimana??? " tukas rey mencoba menggoda istrinya
" hemmm... mak... maksudnya??? " tanya vania
"gimana kalau olahraganya kita ganti... olahraga ranjang aja... " tukas rey membuat wajah vania memerah seketika...
" kak... bunga bunga di pagi hari katanya sangat indah, gimana kalau kita coba lihat... " tukas vania segera mengalihkan pembicaraan rey...
" ah... masa iya??? " tukas rey pura pura mengikuti pengalihan pembicaraan istrinya
" iya bener, kita coba lihat ya... " tukas vania menengok ke rey, hingga wajah mereka berhadapan cukup dekat dan saling memandang, terdiam cukup lama hingga mereka tak sadar jika bibir mereka sudah berdekatan dan saling menempel...
__ADS_1
rey hampir saja kehilangan kendalinya jika ia tak melihat vania hampir kehabisan nafas... dan rey akhirnya mengakhiri ciuman itu...
setelah rey mengakhiri ciuman itu, vania segera berlari ke kamar mandi dan menguncinya... ia masih benar benar malu melakukan hal itu...
" oh... tidak, aku hampir kehilangan kendali ku lagi dan lagi... entah sampai kapan aku bisa menahannya" tukas rey sedikit frustasi
" rey... kamu harus bisa mengendalikan dirimu lagi... " tukas rey pada dirinya sendiri...
" aku... aku melakukannya lagi" tukas vania dengan wajah memerah... didalam kamar mandi
"sepertinya sekarang kamar adalah tempat yang cukup menakutkan untuk berdua dengan kak rey" tukas vania
" aku harus segera mengajaknya keluar sebelum dia meminta hal hal yang aku sendiri belum siap untuk melakukannya... " tukas vania segera berganti baju...
kamar mandi di kamar itu sangat luas dan di jadikan satu dengan ruang ganti baju milik vania dan milik rey...
setelah berganti baju dan memakai jaket karena masih cukup dingin untuk berjalan jalan di pagi ini, vania segera keluar...
"aku tunggu di bawah kak... " tukas vania tanpa berani melihat rey dan segera keluar
rey yang melihat itu tersenyum senang, karena ia tahu kini istrinya itu sedang malu bukan marah karena ciuman tadi...
dengan segera rey juga berganti baju, dan segera menyusul vania yang sudah ada di bawah...
" ayo... " ajak rey yang baru turun...
" iya".... jawab vania mengikuti rey keluar
"udaranya benar benar masih sangat segar" tukas vania memecah keheningan...
" ya... lihat burung burung itu juga sudah memulai aktivitas nya... " tukas rey menunjuk pada burung burung itu...
" iya, kak rey benar... " tukas vania sambil melihat burung burung yang di tunjuk rey dengan tersenyum riang
" hei, hari ini kita akan menghabiskan waktu berdua... jadi kamu harus memanggilku sayang untuk seharian ini... " tukas rey
" memangnya kak rey gak kerja hari ini? " tanya vania...
" sayang... " tukas rey lagi
" iya itu maksudnya... " tukas vania berdalih
" hem??? " rey memandangi vania sambil mengerutkan kedua alisnya
" sa... sayang... " tukas vania masih berat karena belum terbiasa
" bagus... hari ini aku akan menghabiskan liburanku sama kamu" tukas rey
" ayo kita jalan lagi... " ajak rey diangguki vania yang terlihat malu tapi entah kenapa merasa begitu senang....
__ADS_1
mereka benar benar menghabiskan waktu berdua, setelah berjalan jalan mereka sarapan di taman samping sesuai permintaan rey...
" Oh ya besok kamu jangan sekolah dulu ya... " pinta rey di sela sarapan mereka
" kenapa??? aku benar benar udah baik baik aja... dan lagi ujian juga sudah di depan mata aku benar benar gak bisa bolos lagi" tukas vania yang tiba tiba sedih membuat rey jadi tak tega...
" baiklah kalau kamu memang benar benar sudah baik baik saja, tapi ingat kamu harus lebih berhati-hati lagi... " tukas rey
" iya, aku janji.... Terima kasih, sayang " tukas vania kembali senang dan terdengar lirih di bagian sayang hingga membuat rey ingin mendengarnya lagi
" apa??? " tanya rey ingin mendengar sebutan itu lagi...
" aku ambilkan lagi ya makanannya!!? " tukas vania mengambil piring suaminya tapi di tahan oleh rey tangannya
" ayo bilang sekali lagi... " pinta rey
" hemmm... apa??? " tanya vania pura pura bodoh...
" ayolah... " pinta rey lagi
" sayang... " tukas vania dengan cepat dan tersipu...
walau begitu membuat rey tersenyum senang...
setelah selesai makan mereka berpindah ke taman bunga dan menghabiskan hari hari mereka dengan bercanda ria di sana...
membuat para pelayan yang melihat mereka dari jauh tersenyum senyum sendiri...
" Oh ya gimana keadaan mama sama papa? sudah berhari hari gak ada kabar? " tanya vania saat mereka duduk di bangku taman
" mereka baik baik saja, kemarin malam sebenarnya mama telfon dan pingin ngobrol sama kamu... tapi aku gak izinin karena kamu harus istirahat... jadi aku melarang mereka menelfon mu" tukas rey
" apa mama sama papa tahu kejadian kemarin? " tanya vania
" mereka sudah pasti tahu, mata mata mereka ada di mana mana... " tukas rey membuat vania menoleh mencari kebenaran yang di katakan suaminya itu
" pak ba sama yang lain juga?? " tanya vania menebak mata mata itu karena melihat pak ba dan beberapa pelayan yang terlihat mengikuti nya walau dengan jarak yang cukup jauh
" ya... salah satunya... " tukas rey
" sudahlah jangan hiraukan mereka... " tukas rey sambil menarik vania agar lebih dekat dengannya
" tapi... banyak yang lihat kak" tukas vania malu dengan apa yang di lakukan nya dengan suaminya itu di lihat oleh beberapa pelayan yang mengikuti mereka dan mencoba memberi jarak
"mereka cukup jauh, mereka tak melihat apa yang sedang kita lakukan di sini... " tukas rey menenangkan vania
" benarkah?? " tanya vania sambil melihat para pelayan itu yang memang berdiri agak cukup jauh
" dengar tetaplah di sisiku seperti ini, jangan pernah kamu ninggalin ku apapun yang terjadi... " tukas rey sambil mencium pucuk kepala vania, vania mengangguk dan tersenyum ia berjanji pada dirinya sendiri akan selalu di samping suaminya itu betapa berat pun masalah yang akan terjadi suatu hari nanti, ia akan selalu setia mendampingi, mendukung dan mengingatkan suaminya itu...
__ADS_1
dan akhirnya mereka benar benar menikmati pemandangan kebun bunga hari itu, sedang para pelayan menikmati adegan mesra majikannya seperti menonton sebuah film romantis yang di siarkan secara langsung....