
salsa dan dinda berbincang sambil menyelesaikan tugas mereka...
" huh...kenapa sih gak selesai selesai..." gerutu dinda
" kenapa sih? ngeluh memulu dari tadi..." tukas salsa
"kamu gak kawatir, vania pergi sendiri..." tanya dinda
"ya kawatir sih, tapi gak apalah disini kan tempatnya ramai jadi kayaknya dia pasti aman..."
"tapi sedari tadi aku tu gak lihat si radit" gerutu dinda
"ngapain kamu nyariin dia? udah mulai suka ya..." goda salsa
"suka sama dia???? ya gak lah..."
" kalau gak suka terus ngapain kamu nyari nyari dia??" tanya salsa
"kamu beneran gak ngerasa aneh ya sama dia?" tanya dinda
"sedikit sih..." jawab salsa mengingat ingat keberadaan radit seharian ini
"dari tadi pagi sampai kita pulang, emang dia tu selalu ada di dekat kita... tapi kalau di pikir pikir memang kita semua kan lagi kerja sama sama, jadi masih wajarlah kalau dia sering ada di dekat kita..." imbuh salsa
"gak cuma itu sa, pandangan dia itu kelihatan banget kalau cuma merhatiin vania..."
"kalau itu kan hal biasa din, semua orang juga tahu si radit perhatian terus sama vania walaupun udah berkali kali di tolak"
"iya... iya... tapi pandangannya hari ini tu beda banget, ngeri mesum gimana gitu..." tukas dinda
"aku emang gak terlalu merhatiin sih kalau itu, tapi semoga aja vania gak kenapa napa..." tukas salsa...
"ya kamu benar... semoga dia baik baik aja"
" ya udah, kita cepet selesaiin ini, terus nyusul dia..." tukas salsa
" ok..."
setelah salsa dan dinda menyelesaikan tugas mereka, tak lama yongki datang...
" mana vania? bentar lagi dia harus naik ni..." tukas yongki...
" tadi di panggil sama niken..." tukas salsa,
"kapan aku manggil?" tukas niken yang baru datang bersama sadewa...
" tadi katanya kamu manggil dia, ada dekor yang rusak..." jelas dinda yang perasaannya mulai tak enak...
" iya bener... udah dari tadi kok..." tukas salsa yang juga mulai kawatir
" siapa yang bilang, aku dari tadi sama sadewa di belakang panggung lihat persiapan anak anak lain yang bakal tampil... lagian gak ada tu yang rusak"
" ta...tadi risa yang bilang..." tukas dinda yang panik...
" ya udah kita cari risa aja dulu..." usul sadewa agar mereka tidak panik...
" yong, sebaiknya kamu bersiap maju jika vania belum ketemu..." tukas sadewa...
" ok, kalian cari vania... takutnya kenapa napa... yang di sini biar aku yang urus" tukas yongki, lalu ia pun bersiap...
sedang salsa, dinda, niken, dan sadewa pergi mencari risa...
" pada lihat risa gak" tanya salsa
" gak tu..."
__ADS_1
" kalau vania?"
" gak juga... kenapa sich?"
" gak apa apa, kalian lanjutin kerjaan kalian aja" tukas sadewa
mereka pun pergi bertanya pada yang lain lagi dan lain lagi sampai akhirnya...
" kamu lihat risa?" tanya dinda yang semakin resah karena sedari tadi gak ada yang tahu keberadaan mereka...
" tu, disana..." tukas salah satu anak yang tahu...
mereka pun segera menghampiri risa...
" hai, kenapa??? pada panik semua gitu?" tanya risa melihat teman teman yang menghampirinya terlihat panik
"sa, vania mana?" tanya dinda
"lo, bukannya tadi sama kalian..."
"iya tadi, terus kamu kan bilang kalau dia di cari niken..."
"iya, emang bener tadi dia di cari niken..." tukas risa
" tapi aku gak nyari dia, aku juga gak bilang sama kamu kalau aku nyari dia..." tukas niken
"tadi radit bilang kamu nyari vania, dia lagi sibuk jadi nyuruh aku..." tukas risa
" radit????" dinda dan salsa bersamaan... dengan segera salsa menarik tangan dinda pergi...
" eh, malah kemana mereka..." tukas sadewa dan niken bersamaan...
"memang kenapa sih sama vania?" tanya risa yang belum tahu
" seharusnya dia tampil di depan sekarang, tapi dicari dimana mana dia gak ada..." tukas sadewa
" iya bener, makanya kita jadi panik..."tukas Sadewa
" ya udahlah, yang terpenting sekarang kita cari vania dulu sampai ketemu..." tukas niken
"kamu bener, sa kamu bantu cari juga ya..." ajak sadewa
"baiklah, apa perlu kita umumin ke anak anak lain biar ikut nyari..." usul risa
"jangan dulu, takutnya nanti jadi masalah besar... karena ganggu acara... kalian tahu kan siapa aja undangannya... yang terpenting sekarang kita coba cari aja dulu..." tukas sadewa
" ya, baiklah... ayo..." tukas risa, lalu mereka pun mencari vania bersama...
di sisi lain...
" kenapa sich sa, narik narik... sakit tahu..." tukas dinda memegang tangannya yang tadi di tarik tarik oleh salsa...
" kamu gak denger tadi?" tukas salsa panik
" denger apa?"
" iiiihhh... dinda... risa bilang tadi yang nyuruh radit... ra...dit..." salsa menekankan...
" ya denger lah kalau itu, lagian udah aku bilang kan dari tadi ada yang aneh sama dia..."
"iya... iya.... tapi gimana ni? kalau benar seperti yang kamu bilang..."
"ya udah, ayo cepet kita cari aja... ngapaain malah narik kesini..." tukas dinda kesal
"iiiihhh... kamu ini, kita itu udah nyari dia keliling ke setiap sudut tempat sampai sampai di setiap kelas udah kita cari... kalau dia beneran masih disini, kita pasti udah nemuin dia..." tukas salsa
__ADS_1
"oh iya, terus gimana donk??? udah cukup lama lo kita nyari dia takutnya udah di apa apain..."
"hus... kalau ngomong yang baik baik napa..."
" terus gimana ni..."
" satu satunya cara, kita bilang ke kak evan atau ke kak rey..." tukas salsa
" iya bener, tapi sebaiknya kita bilang ke siapa ni... kak rey apa kak evan...?"
" yang mana saja deh... kita telfon aja"
" mana mereka denger kalau telfon, acara udah mulai... mereka dekat dengan panggung, pasti berisik... " tukas dinda
" ya udah kita kesana aja..."
akhirnya mereka memutuskan untuk langsung memberi tahu keadaan hilangnya vania secara langsung... saat mereka mau mendekat mereka di hadang oleh beberapa pengawal yang berjaga...
" ayolah pak, hal ini penting banget,,, kita ini panitia disini lo" tukas salsa sambil memperlihatkan kartu kepanitiaan, walaupun sudah begitu ia tetap di larang masuk
" kenapa ramai ramai di sebelah sana?" tanya madava pada salah satu pengawal disampingnya... sedikit menghilangkan ketegangan yang terjadi di sekitarnya...
" ada 2 siswi memaksa ingin kemari tuan..." jawabnya membuat rey dan yang lain sedikit melirik ke arah 2 siswi itu...
" biarkan mereka ke sini..." tukas rey yang melihat itu adalah dinda dan salsa
" tapi..." saat pengawal mau membantah
" hei... " bentak remon tak suka mendengar bantahan
" ba...baik..." tukas pengawal itu takut lalu segera menyuruh ke dua gadis itu mendekat...
salsa dan dinda pun segera masuk mendekat... saat mereka berdua mendekat masih sangat terasa ketegangan di sana membuat dinda dan salsa saling berpegangan erat...
" mohon maaf sebelumnya, kami berdua salah satu panitia di sini..." tukas salsa
" ya, ada masalah apa?" tanya eros
" kami ada sedikit hal yang harus di perbincangkan deng...dengan tu...tuan rey..." ucap dinda tegang
rey segera berdiri mengajak mereka berdua sedikit menjauh... hal itu saja sudah membuat mereka yang duduk disana kaget melihat rey tak mengusir mereka dan malah mengajak bicara...
" apa salah satu dari mereka pacarnya rey" bisik ansel dan itu membuat mereka semua memperhatikan rey...
evan, remon, tian, leon, dan kenzo berfikir... apa yang terjadi? pasti ada masalah...
" ada apa?" tanya rey
" van...vania hilang..." tukas salsa membuat rey sedikit terkaget...
"kami sudah nyari di mana mana tapi gak ketemu... tolongin dia kak, sebenernya dari pagi tadi ada anak yang merhatiin dia terus takutnya dia yang nglakuin ini..." jelas dinda
" kalian pergilah, biar vania aku yang urus, kalian berdua tak perlu bilang ke yang lain..." tukas rey lalu pergi
" baik...."
akhirnya mereka bertiga pun pergi... membuat yang duduk menunggu penjelasan mereka tak dapat mengetahui apa apa...
" ke mana tu rey malah pergi" tukas bryan...
evan dan yang lain mendapat pesan dari rey jika tak terjadi apa apa hanya masalah kecil... itu pesan yang rey berikan... di sisi lain
" kamu itu milikku... hanya milikku..." tukas radit memegang dagu vania, vania meronta ronta tapi tak bisa terlepas karena ia diikat dengan kuat dan di bekap mulutnya agar tak dapat berteriak...
vania hanya bisa menangis dengan keadaan itu
__ADS_1
" kak rey... tolong..." teriaknya dalam hati, hanya nama suaminya yang terlintas saat ini...