Dewi Cinta Takut Jatuh Cinta

Dewi Cinta Takut Jatuh Cinta
sebelum pesta


__ADS_3

"van, kain yang ini di pasang dimana?"


" di sebelah sana aja... yang disini pakai yang putih dulu baru di kolaborasi sama batiknya... " tukas vania...


" yongki mana?" tanya vania pada yang lain


" di belakang panggung, bantu pasang alat..."


" vania...vania... bunganya udah selesai di rangkai, langsung di pasang gak ni..."


tanya bagaian yang bertugas merangkai bunga


" iya... langsung pasang aja, lilinnya nanti biar nyusul... lilinnya belum selesai kan...???"


" tinggal dikit lagi..."


"sebagian suruh bantu dibagian lilin, yang sebagian lagi pasang bunga..."


"ok..."


"van, di panggil anak anak bagian konsumsi..."


" iya, aku ke sana..."


vania pun pergi ke tempat anak anak bagian konsumsi...


"ada apa?"


"ini batiknya dipasang gimana?" saat menata meja untuk tempat makanan


"niken mana?"


"gak tahu, kita udah nyari gak ketemu..."


" ya udah, sini aku kasih contoh..." tukas vania memberi contoh cara menghias meja dengan kain batik...


" nah, yang bagian sini di tarik ke atas... di putar ke kiri... jadi deh..." vania memberi contoh...


" waaaahhhh... bagus banget... kayaknya gak perlu di kasih bunga ya, udah rame gini..."


" di bagian ujung masing masing meja tetep di kasih" tukas vania


" hehe... iya... "


" oh ya, yang ini tadi gi mana?" bertanya


vania pun mengarahkannya...


" yang sebelah sini dibiarin yang ditarik yang ini..." vania menjelaskan dengan telaten


" oh... yang ini terus ditarik ke atas dan di putar ke kiri kan??" di tanyai vania pun mengangguk


" waaah... jadi..."


" udah bisa kan?" tanya vania, mereka pun mengangguk...


" ya udah aku tinggal dulu ya... " tukas vania lagi...


" ok..."

__ADS_1


vania begitu sibuk kesana kemari mempersiapkan semuanya sebaik mungkin bersama teman temannya... sampai ia tak menyadari ada mata yang terus mengawasinya sedari tadi, mata yang dulunya memandangnya dengan kasih dan kekaguman kini pandangan itu berubah menjadi pandangan yang penuh dengan obsesi ingin memiliki...


tak ada yang akan memyadari apa yang akan terjadi selanjutnya karena senyum itu menunjukkan ia telah membuat sebuah rencana besar untuk mendapat apa yang akan di ingin kannya...


di siang hari mereka beristirahat untuk makan siang bersama dan untuk solat... saat istirahat makan...


" van... van..." bisik dinda...


" apa???"


" eh... sedari tadi aku liat si radit mandangin kamu terus..." imbuh dinda


" bukannya biasa si radit mandangin vania..." salsa ikut nimbrung


" eh... iya sih, tapikan hari ini kayak ada yang aneh beda gitu sama dia" tukas dinda lagi


" aneh gimana?"


"ya aneh, kayak antusias banget gitu... ngeri deh" tukas dinda


"antusias gimana sich?" tanya salsa sambil menengok mencari keberadaan radit, ingin tahu pandangan yang di maksud dinda...


"kayak orang mesum gitu..." tukas dinda


"ah... masak..." tukas salsa


"iya bener..."


"udah...udah jangan su'udzon gitu, gak baik" tukas vania... menghentikan perdebatan sahabat sahabatnya...


"kita solat dulu yuk... udah selesai makan kan?" tukas vania...


mereka pun akhirnya pergi melaksanakan solat terlebih dahulu... setelah solat, mereka kembali beraktivitas lagi... menyelesaikan menata dan mendekor tempat dan juga melakukan gladi untuk yang akan tampil malam ini...


mereka berusaha agar tak ada sedikit pun kesalahan di pesta nanti... mereka melakukan tugas masing masing dengan sepenuh hati...


setelah semua beres, mereka pun pulang digantikan anak anak lain yang bertugas berjaga dan memastikan semua sudah selesai dengan sempurna...


saat vania keluar terlihat rey sudah menunggunya untuk menjemput nya... vania pun masuk ke dalam mobil itu, dan di sudut lain radit memandangi nya...


"siapa laki laki itu?" tukas radit yang melihat rey mengenakan topi dan kaca mata yang membuatnya tak terlihat siapa sebenarnya dirinya...


"siapa pun lo, gue gak bakal biarin lo miliki kekasih hati gue..." tukas radit mengepalkan tangannya marah... dan berlalu pergi


di perjalanan pulang, di dalam mobil... vania tak berani melihat suaminya, ia hanya memandangi dari balik kaca jendela jalanan yang di lewatinya...


tadinya di sekolah ia sudah melupakan masalah tadi pagi karena banyaknya aktivitas, tetapi saat melihat suaminya lagi ia teringat kejadian tadi pagi dan membuatnya gugup dan malu...


" kenapa diam saja?" tanya rey sambil fokus mengemudi


"ah... gak papa..." tukas vania gugup


"gimana ? udah beres semua?" tanya rey mencairkan suasana


"alhamdulillah udah, tinggal ada yang kurang dikit tadi tapi bakal di selesaiin anak anak yang tugas sore" tukas vania


"baguslah... mau mampir makan dulu..."


tukas rey

__ADS_1


"emmmzz... boleh..." jawab vania lalu mereka pun mampir ke tempat makan terlebih dahulu...


Di rumah makan...


setelah memesan makanan, mereka menunggu dalam diam... melihat istrinya diam saja ia faham istrinya pasti masih malu dengan yang terjadi pagi tadi...


rey pun duduk mendekati istrinya dan itu membuat vania semakin malu pipinya seperti kepiting rebus, dan itu membiatnya semakin cantik... setelah duduk di samping istrinya ia menyandarkan kepala nya miring ke meja sambil terus memandangi eajah istrinya yang begitu cantik itu...


" kak rey, kenapa ngliatin terus sich" batin vania, tambah malu dan grogi...


" kenapa kak?" akhirnya sebuah pertanyaan lolos dari bibir vania karena tak tahan suaminya memandanginya terus menerus...


" pingin lihat wajah kekasihku ywng gampang tersipu" tukas rey...


" hem...."


" tuan, nona ini pesanan nya..." pelayan mengantarkan pesanan... lalu meletakkannya di meja


"silahkan menikmati..." tukas pelayan itu sambil membungkuk...


" ya... terima kasih..." jawab vania... lalu pelayan itupun berlalu pergi


" ayo kak makan..." ajak vania karena melihat rey enggan makan...


" suapin..." tukas rey manja


" ha..."


" kak rey gak malu di lihatin orang lo..."


" biarin aja, toh mereka gak tahu kan siapa aku..." tukas rey yang memang karena sekarang tak terlihat seperti rey...


" huh...kak rey bener bener deh... ayolah van dia memang sudah jadi suamimu... lakukanlah... jangan malu lagi, nanti dia akan menggodamu terus klo kau terus terusan malu di depannya" gumam vania dalam hati mencoba mendoktrin dirinya sendiri seperti yang dinda dan salsa nasehatkan sebelum pulang tadi


" ya udah... buka mulut kakak..." tukas vania yang akhirnya mau menyuapi suaminya itu... rey mengerutkan keningnya sesaat lalu membuka mulut menerima suapan istrinya itu...


suapan demi suapan ia berikan kepada suaminya yang terus melihat dirinya membuatnya lama lama bersemu lagi dan hal itu membuat rey tersenyum...


" sa, din... aku kalah lagi..." tukasnya dalam hati...


" sini..." tukas rey merebut piring yang di pegang vania...


" kak rey udah kenyang..." tukas vania rey pun mengangguk... lalu ganti menyuapi istrinya itu


" ah... a... aku bisa sendiri..." tukas vania menolak di suapi


" gantian... "


" gak perlu kak, aku akan makan sendiri" tolak vania kukuh...


" apa aku gak boleh menyuapimu..."


" hah... bisakah kakak gak memaksaku dengan ekspresi seperti itu..." batin vania... yang alhirnya mengalah dan membuka mulutnya,...


" huh... apa benar kata salsa tadi, aku benar benar mencintainya dan aku gak akan pernah bisa menolak apapun keinginannya termasuk...." batin vania mengingat yang dikatakan sahabatnya tadi ia pun tersedak ketika mengingat kata kata terakhir yang diucapkan sahabatnya itu..


" huk...huk...huk..." vania terbatuk batuk... rey dengan cepat mengambil air...


" hati hati... kenapa makan aja bisa sampai tersedak..." tukas rey sqmbil mengelus punggung vania kawatir....

__ADS_1


__ADS_2