Dewi Cinta Takut Jatuh Cinta

Dewi Cinta Takut Jatuh Cinta
apartemen rey 2


__ADS_3

saat rey masuk ke apartemennya ,ia mencium aroma yang sangat lezat... rey pun pergi ke dapur dan melihat banyak makanan tersaji di meja makan...


"dia bisa masak??? tapi sepertinya dia juga belum makan" tukas rey melihat makanan yang masih utuh itu lalu segera pergi mencari vania ke kamar...


di kamar vania pun tak ada, dia hanya melihat barang barangnya sudah tertata rapi di dalam koper...


lalu rey pun ke luar menuju ruang santai, karena ia mendengar televisi menyala...


"sepertinya dia menungguku sampai tertidur..." melihat vania tertidur di sofa


"cantik..." tukas rey sembari memandangi vania yang tertidur... lalu mengeluarkan hp nya dan memfotonya...


setelah menyimpan hp nya, iya mendekati vania dan membisikkan sesuatu...


"mau di temenin tidur..." bisik rey tak tahu kalau hal ini akan membuat vania ketakutan


vania pun langsung terlonjak kaget dan jatuh dari sofa... dia cukup waspada karena sudah berkali kali ada orang yang ingin menjahatinya... tapi walaupun begitu, tubuh vania tetap bergetar dan wajahnya memucat...


"kamu gak papa?" tukas rey kaget dengan reaksi vania, dan segera membantu vania yang terjatuh, tapi di tepis oleh vania yang belum tersadar sepenuhnya...


" kak rey..." saat sudah sadar sepenuhnya...


" maaf ya, tadinya aku cuma mau bercandain kamu...kamu gak apa apa?" tanya rey melihat vania yang masih bergetar dan wajahnya memucat


" kak rey, tolong jangan bercanda kayak gitu lagi..." tukas vania dengan keringat dingin


" oke, maaf... aku panggilin dokter ya.. " tukas rey


" gak perlu kak... aku udah mendingan kok, kak rey udah makan?" vania mengalihkan pembicaraan walau tubuhnya masih bergetar...


" udah kamu duduk dulu..." tukas rey yang berdiri ingin menelpon, tapi belum sempat menghubungi dokter, vania menarik tangan rey menghentikannya...


" kak... tolong, jangan" tukas vania memelas


" tapi..." tukas rey dipotong vania...


" aku mohon kak... aku sering kayak gini, tolong jangan panggil dokter ataupun kak evan..." vania tidak mau melihat evan kawatir...


" baiklah... sekarang apa yang biasa evan lakuin klo kamu sedang kayak gini?" tanya rey serius


" itu...itu..." vania tergagap mendengar pertanyaan rey ( karena biasanya evan akan memeluknya, jadi vania bingung menjawabnya) mukanya yang pucat tadi tiba tiba berubah memerah...


"itu apa?" rey penasaran karena melihat reaksi vania...


" i..itu... teh, iya teh... teh hangat" tukas vania mencari cari alasan lain...


" ya sudah aku buatin dulu... kamu tunggu disini"


" gak perlu kak, biar aku buat sendiri" tukas vania yang mau berdiri...

__ADS_1


" hei... duduk, atau aku telfonin evan"


vania pun akhirnya duduk kembali karena mendengar ancaman dari rey...


rey pun akhirnya pergi ke dapur membuatkan teh untuk vania... rey sudah terbiasa memasak sendiri di apartemen ini...


" cuma teh aja, wajahnya bisa langsung berubah gitu..." gerutu rey penasaran


akhirnya dia memutuskan untuk menelpon evan dan bertanya padanya


" hai van, gue mau nanya nich... klo adik lo tiba tiba wajahnya memucat tubuhnya bergetar dan keringat dingin biasanya apa yang lo lakuin?" tanya rey to the poin


" adek gue kenapa? kok bisa kambuh? sekarang gimana keadaannya?" evan membrondonginya pertanyaan...


" udah lo jawab aja... atau gue bawa ke dokter aja"


" hei...hei jangan di bawa ke dokter... dia agak trauma dengan dokter... dia cuma butuh dibuat agar nyaman dan aman... biasanya gue tenangin dengan gue peluk..." jawab evan...


" pantesan..." tukas rey tersenyum


" pantesan??? pantesan apa?" tukas evan


" ya udah makasih infonya..." tukas rey sambil menutup sambungan telfonnya....


rey pun segera membuatkan teh untuk vania...


" nih... minum dulu" tukas rey sambil memberikan teh pada vania yang keadaannya sudah lebih membaik...


" gimana?? udah enakan belum?" rey masih kawatir...


" iya kak... makasih ya kak..." tukas vania..


" hem... tapi tadi evan bilang, klo kamu biasanya harus di peluk... kamu gak perlu malu klo memang harus di peluk agar lebih baik... sini ku peluk" tukas rey sambil merentangkan tangannya...


vania pun memerah pipinya lalu melemparkan bantal ke rey


" ni peluk aja..." tukas vania melemparkan bantal kursi... dan di tangkap oleh rey...


" hei... hei... gak perlu malu..." goda rey


" kak rey... awas ya berani mendekat kulempar pakai gelas ni..." tukas vania...


" wah...wah... mau buat kekerasan dalam rumah tangga ya..." tukas rey


" kak... rey jangan nyebelin donk..."


rey pun tertawa... rey sengaja melakukan itu agar vania merasa lebih nyaman bersamanya


" ya...ya... ya... ayo makan... laper ni" tukas rey menyudahi menggoda vania...

__ADS_1


" mangkanya, jangan jahil mulu jadi lupa mau makan kan..." tukas vania kesal...


" iya...iya... udahin kesalnya... tadi kamu masak ya..."


" iya... kakak ganti baju aja dulu... aku angetin dulu makanannya" tukas vania


" gak perlu di angetin... kamu tunggu di sini aja, aku mandi dulu" tukas rey lalu masuk ke kamar...


setelah rey masuk ke dalam, vania pun pergi ke dapur untuk menghangatkan dan menyiapkan makanan...


setelah rey selesai mandi, ia mencari vania dan menemukannya di dapur...


" udah di bilang jangan ke dapur dulu" tukas rey


" iya kak, maaf.... ayo makan dulu" tukas vania yang sudah selesai menyiapkan...


"kak rey mau di ambilin yang mana?" tanya vania


"yang itu aja!" tukas rey menunjuk makanan yang diinginkan, vania pun dengan cekatan mengambilkan semua yang di inginkan suaminya...


setelah itu mereka berbincang di ruang tv...


"ini kak..." tukas vania membuatkan teh untuk rey lalu duduk...


"kita kapan pulang kak?" tanya vania melihat sudah sangat sore...


"iya, bentar..." tukas rey dengan masih bersantai


"kak, besok aku ke sekolah ya..."


"emang kamu udah beneran sehat" tukas rey


"aku gak sakit... lagian itu kan salah kak rey..." tukas vania


" ya baiklah... klo gitu sekarang kita pulang dan segera ke rumah yang di kasih mama... biar besok kamu bisa sekolah..."


akhirnya mereka pun pulang... setelah sampai di rumah besar mereka berdua di sambut oleh mama dan papa rey yang sepertinya akan bepergian...


"rey kamu jaga istri mu baik baik, papa sama mama akan ke swedia.. " tukas papa rey


"iya sayang... maaf ya, mama gak bisa anterin kalian untuk pindahan, soalnya mama sama papa mu harus pergi karena ada urusan penting " tukas mama rey


"iya ma, gak papa... mama sama papa hati hati, jaga baik baik kesehatan..." tukas vania


"iya... mama titip rey ya... nanti klo dia sampai jahatin kamu, kamu harus bilang sama mama... okey"


"iya ma..." tukas vania


"rey, jagain putri mama baik baik..."

__ADS_1


akhirnya orang tua rey pun pergi, vania dan rey pun ke kamar masing masing karena lelah... baru setelah itu mereka akan pergi ke rumah baru mereka...


__ADS_2