
vania masuk ke dalam rumah, ia pergi ke dapur... disana ia bertemu pak ba...
"nona, ada yang bisa saya bantu..."
"ah... oh i...iya, tolong siapin yang saya suruh semalam pak..." tukas vania yang kaget, sebenarnya ia hanya ingin menghindari rey...
"iya, nona... semua sudah siap..."
"oh ya, ya sudah... tolong bawa keluar semua kue yang saya buat tadi aja pak,"
"baik nona..."
" oh ya pak, nanti klo saya di cariin bilang aja saya masih ke kamar mandi..." tukas vania
" baik nona..."
vania pun segera ke atas, ke kamarnya... ia mencoba menenangkan perasaannya dulu sebelum kembali berkumpul dengan teman temannya...
"sebenarnya aku ini kenapa sich??? kenapa aku gak bisa mengontrol perasaanku..." vania bergumam pada dirinya sendiri
"ayolah... vania tenanglah, kamu memang sudah jadi miliknya... tapi dia bukan orang yang bisa kamu gapai cintanya, jadi jangan sampai kamu terluka lebih dalam dari pada orang tuamu..." tukas vania mencoba membangun lagi benteng di hatinya yang sudah mulai runtuh...
setelah agak lama, rey menyusulnya ke kamar...
"kamu ngapain di sini?"
"ah, kak rey... ini a...aku mau turun..." tukasnya segera berdiri dan akan beranjak pergi...
saat dia sampai di pintu, rey menariknya dan mendorongnya ke tembok ( menghimpitnya)...
"kak..."
"kamu menghindari aku?"
"eng...enggak..." vania membantah...
"oh ya..."
"i...iya..."
"atau kamu beneran marah karena aku sudah mencium mu...''
"gak...."
"jadi gak marah??"
"kak, tolong lepasin... aku mau keluar, teman temanku pasti nungguin" vania memelas, rey tak berdaya melihatnya... akhirnya melepasnya...
setelah rey melepaskan nya, ia kembali keluar berkumpul dengan teman teman nya yang sudah mulai memanggang daging...
"van, dari mana aja sich?" tukas dinda yang ngeliat vania kembali...
"maaf... maaf... ke toilet dulu tadi..." vania memberi alasan...
"oh... kirain kemana... oh ya, kak rey nya mana? tadikan dia nyari kamu, soalnya kamu lama banget gak balik balik..."
"oh... i itu dia" tukas vania yang melihat rey datang...
mereka pun akhirnya bersenang senang bersama... bercanda gurau, mereka bergantian memanggang daging nya...
"hei...hei... pengantin baru, suap suapan donk" tukas salsa yang mendapat pelototan dari sahabatnya itu...
" ya...ya bener tu... masak pengantin baru diem dieman mulu dari tadi, yang mesra donk..." tukas kenzo...
__ADS_1
"itung itung hari ini kita ngerayain pernikahan kalian..." imbuh leon
"ayo donk..." sorak mereka...
akhirnya rey pun mendekati vania dan menyuapi istrinya itu dengan irisan daging yang ia bakar sendiri tadi...
"gimana? enak gak?" tanya rey setelah menyuapi,...
"enak..." tukas vania malu
"yeiiii...." ada yang bersorak
"suit...suit..." ada yang bersiul...
ada juga yang mengabadikan moment tersebut...
"gantian donk..." tukas remon
"hem..." vania gugup, tapi akhirnya dia menyuapi suaminya juga... saat menyuapi, rey terus memandangi vania begitu juga dengan vania... mereka saling pandang hingga lupa klo mereka tidak sendiri...
melihat hal itu tak ada yang bersorak lagi, mereka hanya saling lempar senyum seperti memberi kode untuk diam...
disaat mereka hampir berciuman, dinda bersiul membuat mereka berdua tersadar... vania benar benar sangat malu dengan hal itu, sedangkan rey tak terpengaruh sedikitpun...
"dinda... astaga...." omel salsa...
"apa??kenapa??" yang tidak faham dengan kesalahannya....
"kamu udah hancurin moment yang paling di tunggu tungggu.... astaga..." salsa kesal...
"udahlah gak papa, toh mereka masih banyak moment nanti setelah kita pulang" tukas tian membela dinda
"ya betul lagian kalian berdua masih belum boleh melihat adegan vulgar kayak gitu" imbuh remon
"oh astaga... aku benar benar gak bisa tegakin wajahku lagi" tukas vania dalam hati...
dan yang lain hanya tertawa dengan kejadian ini....
vania yang terlanjur malu menarik kedua sahabatnya untuk pergi dari sana... sebelum semua jadi lebih membuatnya malu lagi...
"eh...eh...eh... kemana ni" tukas salsa dan dinda yang di seret pergi oleh vania
di kebun bunga...
"waooooww... indah banget bunga bunganya..." tukas salsa
" iya bener... kamu mau jualan bunga ya van..." tukas dinda
vania diam saja karena ia masih marah dengan sahabat sahabat nya tadi....
"hei...diam aja sich? masih marah ya" tukas salsa...
"ya iyalah... kemarin aja kalian bilang jangan macem macem dulu... sekarang malah dorong temen sendiri..."
"oh... aku kirain kamu marah karena moment penting kamu di ganggu dinda tadi..."
"sal....sa" vania geram....
"iya...iya... maaf habisnya baru kali ini aku lihat kamu bisa segitu deket sama cowok...mana cowoknya udah jadi suami kamu, ya jadi kebawa suasana gitu deh... "
"lagian gak apa apa juga kok van kamu gitu gituan sama suami kamu, lagian kemarin itu aku sama dinda nglarang kamu karena aku lihat dia itu serem dan galak, kita takut klo kamu bakal di sakitin dan dijahatin..."
" iya betul..." dinda menyetujui
__ADS_1
" dan sekarang kita lihat sendiri... dia itu perhatian banget sama kamu dan kayaknya dia cinta banget sama kamu" tukas salsa
" gak usah ngayal..." tukas vania...
" beneran... iyakan din..."
" iya, bener banget... kelihatan banget kok dari matanya.. "tukas dinda
" lagian gak cuma dari matanya... dari cara dia memperlakukan kamu aja udah kelihatan banget, beda banget kan sama cara dia memperlakukan kami ataupun teman temannya" tukas salsa
"ayolah... jangan takut lagi, coba sekali ini aja buat jatuh cinta... lagian cinta pertama suami sendiri, dan lagian kayaknya dia itu gak kayak cowok cowok lain... di luar, image dia sama cewek itu nol... bersih banget" imbuh salsa lagi
"iya van,..."
" huh...entahlah..."
"ya udahlah, gak perlu di pikir lagi... jalanin aja, ikut arus aja..." tukas dinda, vania mengangguk...
"oh ya, lihat kebun bunga ini... aku jadi ke inget acara sekolah, jadi yang kamu maksud kemarin itu... bunga ini ???"
"iya, cocok gak?"
" ini mah, bagus banget..."
"iya, klo beli di toko bunga yang jenis ini udah berapa uang yang bakal di keluarin"
"bener banget"
"eh tapi udah di izinin belum?"
"ya...udah kok"
" baguslah... trus undangannya?''
"udah di urusin sama dia..."
"kak rey maksud kamu?"tanya salsa vania mengangguk
" tukan, dia nglakuin apapun untuk kamu... sampai ngosongin jadwal buat hadirin acara kamu..."
"sok tahu banget..." tukas vania...
"oh ya, kemarin kostum buat acaranya apa?"
"adat modern..." tukas vania
"cewek mah paling gampang nyarinya... kebaya....."tukas dinda
" emang kamu udah punya?" tanya salsa
"belom sich, tapi kan nyarinya gak sulit..."
"ya udah, besok pulang sekolah kita cari kebayanya ya..." tukas vania
"okey..." jawab mereka berdua
"eh... tapi kan elo gak perlu nyari" tukas dinda
"kenapa?"
"kan udah punya..." jawab mereka berdua kompak...
"oh... gitu" tukas vania sambil mau mecubit sahabatnya, tapi mereka keburu lari, dan jadilah mereka kejar kejaran....
__ADS_1