Dewi Cinta Takut Jatuh Cinta

Dewi Cinta Takut Jatuh Cinta
masa lalu


__ADS_3

setelah selesai makan mereka pergi ke ruang keluarga untuk bersantai mengobrol...


"ayah... aku sangat senang ayah bisa kembali... kembali berkumpul dengan keluarga kita... " tukas vania duduk di samping ayahnya dan masih tak mau berpisah dengannya...


"ayah... juga sangat senang... senang sekali karena masih diberi kesempatan bisa melihat kalian... "


"dan ayah masih belum percaya saat ayah kembali putri ayah ini sudah di miliki orang lain..."tukas ayahnya sambil merangkul putrinya yang duduk di samping nya


" ayah, bolehkah aku tahu kenapa ayah dulu meninggalkan kami... " tanya vania


"ceritanya sangat panjang... yang pasti ayah tak pernah punya niatan sedikitpun untuk meninggalkan kalian... "


"tapi benar kata vania, bolehkah kami mendengar alasannya" tukas evan


"baiklah kalau kalian mau mendengarnya... ini berawal saat ayah menerima sebuah kasus... kasus yang membuat ayah tak bisa berhenti mencari tahu kebenarannya... karena ternyata di balik kasus itu terdapat kasus yang lebih besar lagi... " tukas ayahnya mengawali cerita...


Flashback...


"sayang, akhir akhir ini kamu sangat jarang pulang... apa ada masalah besar? " tanya Ferlita ( ibu dari evan dan vania)


"ti... tidak... kamu sedang apa disini? " tanya mahardika ( ayah evan dan vania) dengan kaget karena istrinya tiba tiba muncul di ruang kerjanya...


"aku cuma kangen, akhir akhir ini kamu sangat susah di temui sampai sampai evan terus terusan nanyain kamu" tukas Ferlita


"iya... maaf akhir akhir ini memang aku sangat sibuk... sekarang kamu istirahatlah, kasihan anak kita ini... " tukas mahardika sambil mengelus perut Ferlita yang cukup besar karena sudah menginjak sembilan bulan...


"kamu masih mau kerja? " tanya Ferlita...


"tinggal sedikit lagi... apa mau ku temani istirahat dulu? " tanya mahardika dan Ferlita pun mengangguk...


akhirnya mahardika pun menemani istrinya istirahat terlebih dahulu... ia menemani istrinya sampai istrinya itu tertidur lelap...


"sayang maaf di saat kamu hamil besar seperti ini aku malah sering ninggalin kamu... " tukas mahardika lalu mencium kening istrinya dan kembali ke ruang kerjanya...

__ADS_1


di ruang kerja...


ia membuka rekaman kamera yang sempat ia taruh di tempat yang ia curigai soal masalah client nya kali ini...


"astaga... apa ini??? " tukas mahardika terkejut dengan yang ia lihat...


"aku benar benar dalam masalah besar sekarang... sial...bagaimana jika mereka mengincar keluargaku??? " tukas mahardika khawatir


"gak... aku harus bisa mencari cara agar keluargaku bisa terlepas dari mereka... " tukasnya lagi... lalu menghubungi seseorang...


"tolong kau carikan tiket pesawat ke kanada untukku besok pagi ... " tukas mahardika lalu menutup telfon, kemudian menelfon lagi...


"pa... maaf mengganggumu malam malam begini... maaf aku harus meninggalkan Ferlita dan evan aku titipkan mereka pada anda... tolong jaga mereka dengan baik... "


"maaf aku tak bisa menjelaskan masalahnya... ini sangat terdesak, aku tak tahu apakah aku masih bisa kembali... "


"Terima kasih papa mau membantuku... dan tolong satu hal lagi jika anak kedua ku ini lahir jika laki laki tolong beri nama Arvindra pranasta... dan jika perempuan dewi vania anasta... "


"iya pa... baik... sekali lagi Terima kasih... " tukas mahardika lalu menutup telfonnya...


"sayang maafkan aku, aku harus pergi agar kalian tidak berada dalam bahaya... maafkan aku " tukas mahardika lalu mencium istrinya dengan hati hati


"kamu jaga anak anak kita dengan baik ya... "


tukasnya pada istrinya yang masih tidur... lalu menoleh ke perut istrinya yang terlihat cukup besar


"maafkan ayah... karena tak bisa menemanimu saat kau lahir kedunia ini... jaga ibumu dengan baik ya... " tukasnya sambil mencium perut istrinya lalu pergi ke kamar evan...


" Hai... jagoan kecilku... " tukasnya lalu mencium anaknya yang sudah tertidur itu dengan pelan tapi tetap membuat nya terbangun...


"ayah... ayah cudah puyang... " tukas evan yang masih belum fasih berbicara sambil mengusap usap kedua matanya...


"iya sayang... ayah sudah pulang... tapi ayah harus pergi lagi jadi evan harus bisa jaga ibu dan juga adik menggantikan ayah... " tukas mahardika, evan pun mengangguk...

__ADS_1


"ayah keja agi... "


"iya... kamu bisa kan jaga ibu dan adik untuk ayah... "


"iya, ica... evan ica aga ibu dan adik... "


"jagoan ayah memang pintar... " tukas evan menggendong evan memeluk dan menciuminya.... setelah puas ia pun menaruh evan di kasur lagi...


"sekarang evan bobok lagi ya... ingat jaga ibu dan adik... "


"iya... ayah... " tukas evan patuh... lalu tidur lagi...


setelah itu mahardika pun pergi dari rumah itu, di bandara ia bertemu dengan client nya itu...


"tuan... tuan juga mau pergi??? " tanya wanita itu...


"kamu?? kamu disini??? " tanya mahardika kaget dan menoleh ke sana kemari mencari sesuatu


"iya, saya juga harus pergi, nyawa keluarga saya yang tersisa sekarang ada di tangan saya... " tukas wanita itu sedih


"apa maksudmu?? "


"tuan, mereka sudah tahu kalau tuan merekam mereka diam diam... tolong tuan berikan rekaman itu, keluarga saya yang jadi taruhannya... " tukasnya pelan karena bandara mulai terlihat agak ramai...


dan di sana tak sengaja ada seorang wartawan yang sedang mengantar saudaranya... ia mengenal siapa mahardika, seorang pengacara muda yang terkenal cukup tangguh... ia pun memotret nya karena setahu dia mahardika sudah berkeluarga dan sekarang malah terlihat dengan perempuan lain....


akhirnya mahardika dan wanita itu pun pergi ke kanada... diperjalanan wanita itu terus menerus membujuk mahardika untuk menyerahkan rekaman itu... tapi mahardika menolak nya dengan terang terangan...


sesampainya di sana mahardika segera ingin menemui sahabat nya untuk meminta tolong, karena ia tahu sahabat nya itu orang yang cukup berpengaruh... tapi sebelum sampai di sana ia sudah di culik oleh beberapa orang dan di bawa ke sebuah tempat...


ditempat itu ia di interogasi dan di siksa... walau bagaimanapun mereka mencoba menyiksanya tapi tetap tak membuahkan hasil karena mahardika tetap tak mau memberi tahu dimana ia menyembunyikan bukti bukti dan rekaman itu...


pernah juga mereka mencoba mengancamnya dengan akan menyiksa keluarga nya tapi dia tetap kekeh tak mau memberi tahu... karena dia tahu takkan semudah itu mereka menyentuh keluarganya karena adanya papa mertuanya...

__ADS_1


mereka dengan keji terus menyiksa nya tapi tak sedikitpun menggoyahkannya... pernah juga ia di beri sebuah vidio saat istrinya mencoba bunuh diri... ia pun menangis pilu mengetahui keadaan istri tercintanya tapi walau begitu ia tetap tak mau memberi tahu dimana ia menyembunyikan barang bukti itu....


hingga sepuluh tahun pun berlalu ia mendengar bahwa ayah mertuanya telah tiada, ia sempat goyah... siapa lagi yang akan menjaga keluarganya, ia hampir memberi tahu kan keberadaan bukti tersebut... tapi sebelum itu ia tak sengaja mendengar dari salah satu dari mereka membicarakan anak sulungnya yang di usia masih sangat muda sudah terjun di dunia mavia dan tak dapat di sentuh... karena itu keyakinannya untuk tetap menyembunyikan barang bukti itu menguat lagi, ia yakin anak laki lakinya itu akan menjaga keluarganya dengan baik....


__ADS_2