Dewi Cinta Takut Jatuh Cinta

Dewi Cinta Takut Jatuh Cinta
pengungkapan


__ADS_3

keesokan paginya, seusai sarapan mereka berbincang bincang...


" ayah dan ibu titip salam buat mama sama papa... " tukas rey sambil menikmati teh


" wa'alaikumsalam... " jawab papa rey


" papa sudah dengar apa yang terjadi di sana, bagaimana kabar mereka?? " tukas papa rey


"alhamdulillah mereka sehat semua... kalau ada waktu yang tepat mereka akan berkunjung... " tukas rey


" mama sama papa gak nyangka selama kami pergi banyak sekali masalah yang sudah kalian hadapi... bagaimana rey bisa teledor menjaga mu sampai kamu bisa di culik orang... " tukas mama rey


" gak kok ma, aku baik baik saja waktu itu kak rey juga datang tepat waktu, kak rey sudah menjagaku dengan sangat baik... " tukas vania membela keluarganya


" hah... baik baik saja gimana, kamu aja sampai masuk rumah sakit gitu... " tukas mama rey


" sudahlah ma, mereka juga sudah baik baik saja... " tukas papa rey


" ya sudahlah, tapi kamu harus bisa lebih waspada lagi" pinta mama rey pada vania


"iya ma... " jawab vania


" dan kamu rey... awas kamu kalau gak jaga menantu kesayangan mama ini dengan baik, dan bisa sampai luka lagi... " ancam mama rey...


" iya ma.. " tukas rey


" ya sudah, kalau gitu sekarang kamu ajak vania jalan jalan sana.. " pinta mama rey


"gak ma, vania kan kemari buat ngunjungin mama jadi biarin vania habisin hari hari vania sama mama ya... " pinta vania


"oh sayang kamu benar benar rindu sama mama ya... " tukas mama rey


" tentu saja ma, " tukas vania


" makasih sayang, mama senang banget denger kamu mau nge habisin waktu bersama mama... " tukas mama rey

__ADS_1


" tapi sayang mama pinginnya kamu sama rey bulan madu aja mumpung di sini, mumpung rey lagi cuti dari kerjanya juga... susah banget lo ngebuat dia bisa cuti kayak gini, lagian kamu kan juga udah selesai sekolahnya... " tukas mama rey


" kalau soal kuliah, punya anak pun juga bisa... ia kan???! hal hal baik yang bisa di lakukan setelah menikah itu gak baik kalau di tunda tunda terus... " tukas mama rey tak memberi kesempatan rey dan vania untuk menolak...


" dengar... mama udah siapin semuanya lo, buat bulan madu kalian di sini... kalian nurut ya... " tukas mama rey


" ma... kami kan kesini buat jenguk mama sama papa, kenapa jadi bulan madu?!!! " tukas rey yang melihat wajah istrinya gusar karena pernyataan mamanya...


" kalian kan udah ketemu sama mama papa, kalian juga udah lihat mama papa baik baik aja... udah nurut aja, sekarang kalian siap siap sana... " tukas mama rey


" ma... " protes rey


" kamu mau bantah mama kamu... mama udah banyak ngalah lo sama kamu" tukas mama rey


" ma... aku bukannya mau bantah kata kata mama... tapi... " tukas rey


" kamu gak sayang sama mama lagi ya... " tukas mama rey mengeluarkan jurus andalannya...


" udah kak, jangan bantah mama lagi... " bisik vania yang duduk di samping rey merasa tidak enak karena suaminya berdebat dengan ibunya


" iya ma... kami pergi, kami mau kok... " tukas vania


" ya sudah ma, kami siap siap dulu... " tukas vania beranjak pergi


" iya sayang... " tukas mama rey tersenyum gembira


" ya... terusin aja tu ekting nya... " tukas rey sebelum pergi mengikuti vania


" tapi seneng kan kamu mama bantuin... " tukas mama rey, yang tak terlalu di dengar rey yang udah beranjak pergi menyusul istrinya


"mama ini selalu aja maksain mereka... biarin aja mereka maunya gimana, lagian vania kayaknya masih sangat kepingin kuliah dulu... kalaupun mereka sudah mau, biar atas inisiatif mereka sendiri saja" tukas papa rey sambil meminum kopinya


" ya gimana lagi pa, nungguin mereka inisiatif sendiri lama lah pa... kamu juga tahu sendirikan anakmu itu, mana bisa dia punya inisiatif sendiri untuk hal hal kayak gini... " tukas mama rey


" vania juga... gak mungkinlah dia berani duluan, papa lihat sendiri anaknya gimana... kalau soal kuliah, kalau beneran dia hamil kan bisa resign dulu nanti kalau cucu mama udah keluar kan bisa pakai baby suster buat jagain" tukas mama rey lagi

__ADS_1


" lagian kalau kamu beneran bakal serahin semua perusahaan sama rey untuk waktu dekat ini, dia pasti makin gak punya waktu lagi untuk hal hal kayak gini... " tukas mama rey


" iya deh iya... kamu memang yang terbaik dalam mengurusi semua hal... pasti kamu ngurusnya dengan sangat detail" tukas papa rey merangkul istrinya itu...


"nah... papa tahu itu... " tukas mama rey


" gini ni, yang bikin papa jatuh cinta sama mama... pemaksa... " tukas papa rey mencium pipi istrinya itu... membuat istrinya itu tersenyum....


di kamar vania dan rey sedang bersiap...


" kamu gak perlu mikirin semua kata kata mama... kamu fokus aja sama urusan kuliah kamu nanti... " tukas rey melihat istrinya gelisah


" sekarang kita jalan jalan aja mumpung di sini, kamu ada tempat yang mau kamu kunjungi gak??? " tukas rey lagi agar istrinya tidak sedih


" kalau kamu gak ada tempat yang pingin kamu kunjungi, ayo aku ajak kamu ke tempat yang paling aku suka di sini... " tukas rey mengajak vania yang tetap terdiam merunduk sedari tadi


" kak... " panggil vania sambil menarik tangan rey


" ya... " tukas rey memandang istrinya yang terus menunduk


" maafin aku karena buat kakak nunggu aku dan nahan diri selama ini... " tukas vania agak pelan tapi dapat di dengar oleh rey...


" aku sebenarnya tahu, selama ini kakak udah nahan diri buat aku... makasih kak... " tukas vania lagi dengan tetap menunduk, rey diam mendengarkan


" sekarang kalau kakak mau aku udah siap jadi istri yang sebenarnya buat kakak, aku bicara seperti ini jujur bukan karena kata kata mama tadi... ini memang sudah aku fikirin dari kemarin, jujur aku udah punya perasaan buat kakak... " tukas vania lalu terdiam...


rey tak bicara ia hanya memandang istrinya yang terus menunduk, ia tak percaya jika istrinya akan mengatakan hal seperti itu...


" kemarilah... " tukas rey menyuruh vania lebih mendekat lagi, vania pun mematuhinya...


lalu rey pun mencium dahi vania dengan lembut...


" kamu pasti mengeluarkan seluruh keberanian kamu untuk bilang kayak gini... " tukas rey meledek istrinya sambil masih memeluknya, vania pun mencubit suaminya itu karena membuatnya lebih malu lagi


" auuuuu... sakit sakit... maaf maaf... " " pinta rey agar vania melepas cubitan nya... sebenarnya bagi rey itu tak sakit sedikitpun

__ADS_1


"makasih karena kamu udah berani bilang kayak gitu... " tukas rey lagi lalu mencium dahi vania lagi


" oh iya, kita kan udah dalam tahap pacaran tapi belum pernah jalan berdua... sekarang kita nikmati jalan jalan ini, oke... " tukas rey vania pun mengangguk...


__ADS_2