Dewi Cinta Takut Jatuh Cinta

Dewi Cinta Takut Jatuh Cinta
Hari kelulusan


__ADS_3

Seperti apa yang di katakan Rey sebelumnya, Rey kini benar benar lebih sibuk... Hampir tak ada waktu bagi mereka untuk bertemu walau dalam satu rumah, Rey juga sering lembur dan tak pulang.


Untuk itu Vania lebih memperhatikan suaminya itu dengan menyiapkan makanan makanan yang sehat juga vitamin.


Vania sendiri juga jadi lebih sering ke kantor Rey untuk mengirimkan makanan agar Rey tidak lupa untuk makan.


Awal awal Vania ke sana banyak bisik bisik dari karyawan tentang Vania, siapa Vania? punya hubungan apa dengan bos mereka?


Karena Rey tak mau ada gosip buruk tentang istrinya itu, akhirnya Rey memberikan pengumuman kalau Vania adalah tunangannya. Karena Vania masih cukup muda atau bisa di bilang masih terlalu muda jadi ia tak mau kalau ada gosip buruk jika ia bilang kalau Vania adalah istrinya.


Setelah bulan berganti bulan hari berganti hari akhirnya pengumuman kelulusan di umumkan. Vania lulus dengan hasil nilai terbaik, Salsa dan Dinda pun juga lulus walau nilainya tak sebaik Vania tapi nilai mereka juga cukup baik.


Setelah melihat pengumuman mereka pergi ke cafe untuk berbincang bincang setelah cukup lama mereka tak bertemu karena kesibukan masing masing.


Di cafe...


" Yeiiiiii... aku bener bener gak nyangka banget kalau nilai ku akan sebaik ini... " tukas Salsa yang tak henti heboh sedari tadi.


"Aku juga, bunda pasti seneng banget lihat nilai ku" tukas Dinda yang tak kalah heboh


"Kalau nilai Vania aku udah gak kaget lagi, udah pasti temen aku yang satu ini nilainya yang terbaik... " tukas Salsa beralih ke Vania


" Alhamdulillah... inikan hasil kerja keras kita giat belajar juga... " tukas Vania


" Iya betul, makanya sekarang kita harus rayain... " tukas Salsa yang memesan banyak makanan tadi.


" Oh ya, setelah ini kita bakalan beneran pisah dong... " tukas Dinda sedih


" Iya ya... Kamu jadi ke London Van? " tanya Salsa


" Iya jadi, kak Rey udah siapin semuanya... " tukas Vania juga sedih


" Kamu Din, jadi nyusul ayahmu ke Inggris?? " tanya Vania


" Iya... Bunda gak mau aku sendiri jadi juga harus ikut ke sana... " tukas Dinda


" Kalau kamu Sa, jadi di bolehin gak ke New York? " tanya Vania


" susah banget bikin Mama setuju, kalau Papa sih udah bolehin... Tinggal bujuk Mama sekarang, kalian tahu sendirikan overprotective nya Mama ke aku... " tukas Salsa


" Semua itu kan karena tante gak tega sama kamu, kamu putri satu satunya. Jelas aja tante berbuat kayak gitu" tukas Vania


" Iya sih, tapi aku tetap harus pergi. Ini cita cita aku, aku harus bisa berhasil. Aku akan lebih giat lagi buat bujuk Mama. " tukas Salsa yakin

__ADS_1


" Semoga berhasil bujuk tante deh... " tukas Dinda...


" yei, makanannya dateng... " tukas Dinda lagi


" Silahkan... " tukas pelayan cafe itu setelah selesai menyajikan semua makanan.


" makasih... " tukas Dinda, Salsa dan Vania bersamaan.


Mereka pun segera menyantap makanan makanan yang sudah mereka pesan itu, sejenak melupakan masalah perpisahan mereka.


Saling mengambilkan makanan kesukaan masing masing, saling menyuapi itu adalah hal hal yang tak bisa mereka lakukan setelah perpisahan mereka nanti karena mereka harus meraih cita cita mereka masing masing.


setelah selesai makan, mereka lanjut berbincang bincang lagi.


"Walaupun nanti kita berpisah, kita gak boleh putus kontak ya... " tukas Salsa mengawali


" Iya, betul... Kalau kita sedang sibuk paling enggak satu minggu satu kali harus ada kabar. " Usul Vania


" Iya setuju... " tukas Salsa dan Dinda bersamaan


" Aku pasti kangen banget kebersamaan kita yang kayak gini... " tukas Salsa


" Aku juga, kalian teman teman terbaikku... " tukas Dinda


" Iya, kalau perlu nanti kalau kita sudah punya anak masing masing, kita harus jodohin mereka. " tukas Salsa


" Iya betul... " tukas Dinda


" Jangan gitu, biarin mereka memilih. Masak kita mau maksa maksa gitu, yang jalanin kan mereka nantinya. " tukas Vania tak setuju


" Hai, kita kok berhayal nya jauh banget gini ya. " tukas Vania lalu mereka pun tertawa bersama


" Oh ya ngomong ngomong soal anak, kamu gimana ni Van? Dari kita bertiga kan cuma kamu yang udah nikah, udah mikir ke arah situ belum? " tanya Salsa lalu meminum minumannya yang belum habis


" Aku belum terlalu berfikir ke situ sih, tapi dari pihak orang tua aku dan orang tua kak Rey udah mulai desak cepet punya momongan sih. " tukas Vania


" Memang kamu sama kak Rey belum bahas soal itu? " tanya Dinda


" Kak Rey tu sekarang sibuk banget, aku gak mau nambahin beban dia dengan hal hal kayak gini. " tukas Vania


" Cieeee... Istri yang perhatian banget. " tukas Salsa


" Tapi berarti kamu udah gituan dong? " tanya Dinda mulai menyadari sesuatu

__ADS_1


" Ya pasti udahlah, udah berapa lama mereka nikah. Udah sewajarnya kalau mereka udah ngelakuin itu. " tukas Salsa sok tahu


" Belum kok... " tukas Vania


" Haaa.... " Salsa dan Dinda tak percaya


" Vania.... Kamu gak kasih jatah kak Rey ya" tukas Salsa


" Dih... jangan keras keras dong, malu dilihatin orang orang tu... " tukas Vania


" Eh iya, maaf maaf... " tukas Salsa


" Masak sih kamu belum gituan sama kak Rey?? betah amat dianya??" tanya Salsa lebih pelan


"Atau memang kamu yang nolak ya Van?? " imbuh Dinda


"Gak gitu, aku udah pasrah kok kalau dia mau. Aku juga bilang ke dia langsung kayak gitu, pas ngomong ke dia malu banget tahu.. " tukas Vania menutupi mukanya dengan ke dua tangannya..


" Beneran seorang Vania bilang kayak gitu langsung ke kak Rey???! " tanya Dinda, Vania pun mengangguk dengan masih menutup mukanya


" Astaga... kamu nyodorin duluan dong" tukas Salsa tak percaya


" Udah ah... jangan ngomongin itu lagi, kalau ingat rasanya kayak pengen ngilang tahu gak. " tukas Vania meminta menghentikan pembicaraan itu


" Tapi kalau kamu udah bilang kayak gitu, kok kamu bilang kamu belum gituan gimana sih? " tanya Salsa yang masih penasaran


" Iya bener... " Dinda setuju dengan pertanyaan Salsa


" Kalau itu sebenarnya... " tukas Vania mengingat hari itu


" Udahlah gak usah di bahas lagi... " tukas Vania enggan menceritakan


" Yah... Vania, kita kan penasaran... " protes Dinda dan Salsa


" Gak boleh, kalian kan masih kecil. Inikan bahasan orang dewasa... " tukas Vania


" Wah... gitu ya sekarang... " tukas Salsa pura pura kesal


" Udahlah, yuk jalan jalan. Mumpung masih bisa jalan jalan sama sama nih... " tukas Vania mengalihkan


" Iya yuk, semingguan lagi aku juga udah harus berangkat sama bunda... " tukas Dinda


" ya udah, ayo... " tukas Salsa

__ADS_1


Setelah itu mereka pun pergi jalan jalan bersama ke tempat yang sering mereka kunjungi sebelumnya.


__ADS_2